Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SISWI SMA NEGERI Rahmat Hidayat; Effendi Effendi; Alfon Vekoli Laia
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.156 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p152

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak program suplementasi zat besi Puskesmas Merlung terhadap peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswi di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan selama 15 hari dari tanggal dua puluh lima September sampai dengan tanggal delapan Oktober 2019. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswi tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 200 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program suplementasi zat besi telah berhasil meningkatkan kesadaran PHBS di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat, berdasarkan efektivitas pelaksanaan program. peningkatan suplementasi zat besi pada mahasiswi, dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Keywords: iron spplementation program; compliance; PHBS consciousness Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah program pemberian tablet tambah darah oleh Puskesmas Merlung dapat meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswi di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan selama 15 hari sejak tanggal 25 September 2019 sampai dengan tanggal 8 Oktober 2019. Subjek penelitian adalah seluruh siswi tahunn ajaran 2019/2020 yang berjumlah 200 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui metode angket, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pemberian tablet tambah darah (TTD) di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat berhasil meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Hal tersebut didasari atas efektivitas pelaksanaan program tersebut, peningkatan perilaku mengonsumsi TTD oleh siswi, dan kesadaran  mereka untuk terus mengonsumsi TTD. Program tersebut dilaksanakan dengan efektif berdasarkan tingkat kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD yang mencapai 152 siswi (76%) dari total 200 siswi. Perilaku siswi dalam mengonsumsi TTD meningkat dari hanya 6 orang (3%) menjadi 200 orang (100%). Selanjutnya, sebanyak 155 siswi (77,5%) memiliki kesadaran untuk terus mengonsumsi TTD.Penelitian serupa harus pula dilakukan di sekolah-sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh pihak sekolah maupun oleh pihak puskesmas, agar diperoleh data tentang efektivitas program pemberian TTD di lingkungan sekolah, sehingga pelaksanaan program tersebut dapat dievaluasi dan disempurnakan. Kata kunci : program TTD; bagian; kesadaran PHBS
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SISWI SMA NEGERI Rahmat Hidayat; Effendi Effendi; Alfon Vekoli Laia
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v3i22020p152

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak program suplementasi zat besi Puskesmas Merlung terhadap peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswi di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan selama 15 hari dari tanggal dua puluh lima September sampai dengan tanggal delapan Oktober 2019. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswi tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 200 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program suplementasi zat besi telah berhasil meningkatkan kesadaran PHBS di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat, berdasarkan efektivitas pelaksanaan program. peningkatan suplementasi zat besi pada mahasiswi, dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Keywords: iron spplementation program; compliance; PHBS consciousness Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah program pemberian tablet tambah darah oleh Puskesmas Merlung dapat meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswi di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan selama 15 hari sejak tanggal 25 September 2019 sampai dengan tanggal 8 Oktober 2019. Subjek penelitian adalah seluruh siswi tahunn ajaran 2019/2020 yang berjumlah 200 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui metode angket, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pemberian tablet tambah darah (TTD) di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat berhasil meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Hal tersebut didasari atas efektivitas pelaksanaan program tersebut, peningkatan perilaku mengonsumsi TTD oleh siswi, dan kesadaran  mereka untuk terus mengonsumsi TTD. Program tersebut dilaksanakan dengan efektif berdasarkan tingkat kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD yang mencapai 152 siswi (76%) dari total 200 siswi. Perilaku siswi dalam mengonsumsi TTD meningkat dari hanya 6 orang (3%) menjadi 200 orang (100%). Selanjutnya, sebanyak 155 siswi (77,5%) memiliki kesadaran untuk terus mengonsumsi TTD.Penelitian serupa harus pula dilakukan di sekolah-sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh pihak sekolah maupun oleh pihak puskesmas, agar diperoleh data tentang efektivitas program pemberian TTD di lingkungan sekolah, sehingga pelaksanaan program tersebut dapat dievaluasi dan disempurnakan. Kata kunci : program TTD; bagian; kesadaran PHBS
House Yard Medicinal Plants of Dusun Kampung Baru Society as Biology Learning Resources of SMA Negeri 1 Merlung Tanjung Jabung Barat Rahmat Hidayat; Muhammad Fahrul; Faizah Claresta Erama; Sofia Alvionita
BIODIK Vol. 5 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v5i1.5937

Abstract

Medicinal plants in house yard of Dusun Kampung Baru Society in Merlung village have a potential to be learning resources for schools around the village, especiallyfor SMA Negeri 1 Merlung. The objective of this study is to know the feasibility of biodiversity of medicinal plants as biology learning resourcesfor the students of SMA Negeri 1 Merlung. The results of this study showed that Kampung Baru society planted 21 species of medicinal plants belonging to 18 families, in the form of herbaceous plant, shrubs, and trees. There were 21 types of diseases that can be treated with these plants, by using leaves, fruit, rhizomes, or sap. House yard and its medicinal plants classified as a learning resources by utilization in the form of setting. The feasibility as learning resourcesbased onthe value of utilizations to the society. House yard and its medicinal plants can be called living laboratories, because it was a small ecosystem with a diversity of plants that are used by the community in the form of knowledge of utilization of medicinal plants. Through contextual learning, students are trained to be critical and analytical in gaining information and constructing a complete knowledge about subject matter with its application in society. Keywords: Medicinal plants, haouse yard, learning resources, contextual learning Abstrak. Tanaman obat pekarangan Masyarakat Dusun Kampung Baru Desa Merlung berpotensi menjadi sumber belajar bagi sekolah-sekolah di sekitar desa, salah satunya ialah SMA Negeri 1 Merlung. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui kelayakan keanekaragaman tumbuhan obat pekarangan tersebut sebagai sumber belajar biologi SMA Negeri 1 Merlung. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Masyarakat Dusun Kampung Baru menanam 21 jenis tanaman obat yang tergolong ke dalam 18 famili, berupa tumbuhan herba, perdu, dan pohon. Terdapat 21 jenis penyakit yang dapat diobati dengan tanaman-tanaman tersebut, baik dengan memanfaatkan daun, buah, rimpang, atau getah. Pekarangan dan tumbuhan obat di dalamnya digolongkan sebagai sumber belajar termanfaatkan (by utilization) yang berbentuk latar lingkungan (setting). Kelayakannya sebagai sumber belajar disebabkanoleh nilai manfaatnya bagi masyarakat. Pekarangan dan tanaman obat di dalamnya dapat disebut sebagai laboratorium hidup karena menjadi ekosistem kecil dengan keanekaragaman spesies tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam wujud pengetahuan pemanfaatan tanaman obat. Melalui pembelajaran kontekstual, siswa dilatih agar kritis dan analitis dalam menggali informasi dan mengonstruksi bangunan ilmu yang utuh tentang materi pelajaran dengan penerapannya di masyarakat. Katakunci:Tanaman obat, pekarangan, sumber belajar, pembelajaran kontekstual
Studi Pendahuluan tentang Dampak Penerapan Model Pembelajaran CCTT terhadap Aktivitas Belajar Biologi: Preliminary Study on The Impact of Application of CCTT Learning Model on Biology Learning Activities Rahmat Hidayat; Yeliza Frienti
BIODIK Vol. 6 No. 1 (2020): March 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i1.8574

Abstract

The aplication of learning of biology often deviates from the planning. The problem that comes is low students activities in learning, because not all students participate in learning. The couple card teams tournament (CCTT) learning model was developed to solve these problems, so that each student was actively involved in learning. The objective of this study is to describe the impact of the application of CCTT learning model on learning activities of students Class XII IPA 2 SMA Negeri 1 Merlung Tanjung Jabung Barat. This study was a descriptive research, the subjects were the 30 of class XII IPA 2 school year 2018/2019. Research data were collected through observation and documentation methods. The data were analyzed qualitatively through reduction and display of data, and make conclusions. The results showed that CCTT learning model was successfully applied in Class XII IPA 2, which is seen from the average of scores in answering other groups questions by 5,50, which means that each group answered 6 correct answers in each round. The application of this learning model has triggered biology learning activities of students, which can be seen that 25 students involved in learning, with average achievement of sub-indicators of learning activities up to 83.33% in the very active category. The results confirmed that CCTT learning model has a good impact on learning activities and was appropriate applied to triggered students learning activities in subject of biology. Keywoards: CCTT Learning Model, Learning Activities, Biology Abstrak : Pembelajaran biologi dalam penerapannya kerap tidak sesuai dengan perencanaan. Masalah yang muncul ialah aktivitas siswa yang rendah karena tidak semua siswa ikut serta dalam pembelajaran. Model pembelajaran couple card teams tournament (CCTT) dikembangan untuk menyelesaikan masalah tersebut, sehingga setiap siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran CCTT terhadap aktivitas belajar siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Merlung Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 30 orang siswa kelas XII IPA 2 tahun pelajaran 2018/2019. Data penelitian dikumpulkan melalui metode pengamatan dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CCTT berhasil diterapkan di kelas XII IPA 2, yang terlihat dari rata-rata capaian nilai siswa dalam menjawab pertanyan kelompok lain sebesar 5,50 yang artinya rata-rata setiap kelompok menjawab 6 jawaban benar dalam setiap putaran. Penerapan model pembelajaran CCTT dapat memicu aktivitas belajar siswa kelas XII IPA 2 pada mata pelajaran biologi, yang terlihat dari rata-rata 25 siswa terlibat dalam aktivitas pembelajaran, dengan rata-rata capaian sub-indikator aktivitas belajar hingga 83,33% dalam kategori sangat aktif. Hasil tersebut menegaskan bahwa model pembelajaran CCTT sangat baik diterapkan untuk memicu aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran biologi. Kata kunci: model pembelajaran CCTT, aktivitas belajar, pembelajaran biologi
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write Terhadap Aktivitas Belajar Biologi Siswa SMA: (The Effect Of Think Talk Write Cooperative Learning Model on Biology Learning Activities in Senior High School Students) Try Susanti; Rita Simatupang; Dwi Gusfarenie; Rahmat Hidayat
BIODIK Vol. 7 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i4.16047

Abstract

Activities are very important principles in learning process. The teaching objectives of course will be achieved if students actively try to achieve them. Student activity in the learning process causes high interaction between teachers and students. The objective of this study is to understand the effect of the think talk write cooperative learning  model  on  students activities in biology  learning  in SMA Negeri 2 Batanghari. This research is a quantitative study using true experimental-posttest only control design. The data collection instruments are observation sheets and documentation. Based on data analysis, it was obtained that the average of students learning activities from 3 meetings in the experiment class was 64.16%, the category active. While the average of student learning activities from 3 meetings in the control class was 37.70%, the category less active. Based on the calculation of the hypothesis test using the t-test, it was found that students learning activities obtained a value of t0 ≥ tt, namely 2.03 <4.31> 2.71, and the effect size of the treatment given was 1.43 with a percentage of 91.9% . It can be concluded that there is a significant influence on the use of the think talk write cooperative learning model on students activities in biology learning in SMA Negeri 2 Batanghari. Abstrak. Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam pembelajaran. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menyebabkan  interaksi yang  tinggi  antara  guru  dan  siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif think talk write terhadap aktivitas belajar biologi siswa SMA Negeri 2 Batanghari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain true experimental-posttest only control design. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dari 3 kali pertemuan adalah 64,16% dengan kategori aktif. Sedangkan rata-rata aktivitas belajar siswa pada kelas kontrol dari 3 kali pertemuan adalah 37,70% dengan kategori kurang aktif. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis menggunakan uji t, didapatkan bahwa aktivitas belajar siswa diperoleh nilai t0  ≥ tt  yaitu 2,03 < 4,31 > 2,71, dan besar effect size perlakuan yang diberikan adalah 1,43 dengan persentase 91,9%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif think talk write terhadap aktivitas belajar biologi siswa SMA Negeri 2 Batanghari.