Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KUALITAS TELUR AYAM HASIL PERENDAMAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI(Psidium Guajava L) Syaiful Umela; Nurhafnita Nurhafnita
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v5i1.738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam hasil perendaman ekstrak daun jambu biji(Psidium guajava). Teknik pengawetan dengan perendaman dalam larutan pengawet ekstrak daun jambu biji yang mengandung tanin telah banyak dilakukan. Kandungan kimia daun jambu biji berupa tanin dapat mengawetkan telur ayam ras (Fadlillah et al., 2010). Pada daun jambu biji terdapat senyawa tanin antara 3,25-8,98%. Tanin yang bersifat menyamak kulit telur dapat memperpanjang umur simpan telur. Tanin akan menyebabkan protein dipermukaan kulit telur menggumpal dan menutupi pori-pori, mencegah terjadinya penguapan, mencegah hilangnya CO2, dan mencegah masuknya mikroorganisme sehingga telur menjadi lebih awet (Kamilah et al., 2010). Model eksprerimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap empat perlakuan. Perlakuan terdiri atas empat jeniskombinasi jumlah air dan ekstrak daun jambu biji yang digunakan sebagai berikut:R0 = Air 2000 mL; R1 = Air 2000 mLdan ekstrak daun jambu biji 300 mL; R2 = Air 2000 mLdan ekstrak daun jambu biji 600 mL; R3 = Air 2000 mLdan ekstrak daun jambu biji 900 mL. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, pH dan TPC.Perlakuan terbaik adalah R3pada kombinasi air 2000 mL dan ekstrak daun jambu biji 900 mL. Kata kunci : kualitas, telur ayam, dan ekstrak daun jambu.
PEMBUATAN BROWNIES DARI UBI JALAR UNGGU DI KELURAHAN TANJUNG KRAMAT KOTA GORONTALO Nurhafnita Nurhafnita; Nur F Bulotio; Syaiful Umela
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2021
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v4i1.728

Abstract

Ubi jalar ungu jenis Ipomoea batatas var Ayamurasaki atau sering disebut Ipomoea batatas blackie memiliki warna ungu yang pekat pada dagingnya. Warna ungu yang ada pada ubi jalar ungu disebabkan adanya pigmen ungu antosianin yang ada dibagian daging sampai kulitnya. Ubi jalar ungu cukup melimpah di Indonesia, namun belum secara maksimal dimanfaatkan oleh manusia dalam penganekaragaman makanan. Ubi jalar ungu adalah salah satu komoditas pertanian jenis umbi-umbian yang cukup penting di Indonesia sebagai sumber pangan Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan nilai tambah (added value) dari ubi jalar ungu dengan mengolah menjadi beranekaragam produk dan salah satunya adalah brownies ubi jalar ungu.. Brownies kukus merupakan produk yang di hasilkan dari tepung terigu atau jenis tepung lain dengan penambahan bahan-bahan lain untuk menambah zat gizi yang diproses dengan pengukusan atau pengovenan
Environmental Carrying Capacity and Community-Based Governance of Mangrove Ecotourism in Tomini Bay Anwar, Rustam; Abdurahman Kano Mohamad; Syaiful Umela; Romi Djafar
Jurnal Inotera Vol. 11 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol11.Iss1.2026.ID678

Abstract

Mangrove ecotourism is increasingly promoted as a pathway to reconcile conservation, livelihood diversification, and coastal resilience, yet destination growth often outpaces ecological thresholds, institutional capacity, and community readiness. Building on the literature review in the International Journals and incorporating recent studies compiled in Journals, this article presents an updated integrative review on the role of carrying capacity in sustainable mangrove ecotourism, with strategic implications for Tomini Bay, Indonesia. Using only the uploaded extraction sources, the review synthesizes advances in ecological suitability assessment, physical-real-effective carrying capacity, community participation, governance arrangements, social feasibility, and tourism management innovation across Indonesia and comparable settings. The synthesis shows that carrying capacity should not be treated merely as a visitor quota; it functions as a multidimensional governance instrument linking ecosystem integrity, visitor experience, local welfare, infrastructure limits, and enforcement capacity. Recent studies also reveal a persistent gap between technical suitability analysis and day-to-day management, especially in zoning, monitoring, promotion, digital visitor control, and benefit sharing. For Tomini Bay, the review proposes a conservation-first, community-based, and adaptive-capacity model that combines spatial zoning, phased visitor limits, ecosystem monitoring, participatory governance, and blue-economy livelihood integration. The article contributes a comparative evidence base, a strategic framework, and a research agenda for emerging mangrove destinations.