Fadhilah -
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENENGOK KEMBALI AJARAN TASAWUF AL-GHAZALI SEBAGAI ACUAN UNTUK MEMBANGUN KEMBALI PRIBADI MASYARAKAT INDONESIA YANG TENGAH MENGALAMI KRISIS IDENTITAS Fadhilah -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.143

Abstract

Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Negara ini merupakannegara kepulauan yang dihuni oleh berbagai macam suku bangsa dan enam agama resmiserta satu aliran kepercayaan yang diakui negara. Islam merupakan agama mayoritaspenduduknya, yakni sekitar 87% dari keseluruhan penduduk negeri ini. Di dalam ajaranIslam, setiap pemeluknya diminta untuk mengamalkan ajarannya. Adapun ajaran Islam itusebenarnya ajaran yang merupakan petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia sehinggapemeluknya tahu untuk apa ia hidup dan mau kemana ia setelah mati nanti. Ajaran Islamtidak saja melulu mengenai syariat. Dimana syariat sering dipahami oleh umatnya sebagaiaturan-aturan mengenai apa saja yang harus dilakukan dan apa pula yang harusditinggalkan. Benar, agar syariat itu hidup maka setiap penganut agama Islam harusmenjalankannya. Menjalankan syariat itulah yang disebut dengan bertarekat. Jika seorangmukmin sudah bertarekat (mengerjakan semua yang disyariatkan kepadanya dengansungguh-sunguh menurut kesanggupannya), maka ia akan memperoleh hakikat dari padamengamalkan ajaran agama Islam itu sendiri. Setelah mendapat hakikat ia tentu akan –dalam istilah ajaran tasawuf-- tajalli (memperoleh kenyataan Tuhan). Inilah derajat yangtinggi terhadap mengamalan agama Islam itu.