Shofwan Karim
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN DAN NILAI PERJUANGAN MAHASISWA Sebagai Intelektual Profetik dalam Menjawab Dialektika Perubahan Zaman Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i2.116

Abstract

Aktualisasi peran dan nilai perjuangan mahasiswa sebagai intelektual profetik dalam menjawab dialektika perubahan zaman merupakan keniscayaan. Se-suatu jang harus dirumuskan, dipahamkan serta diaktualisasikan. Di dalam wacana singkat ini, peranan mahasiswa yang dimaksud adalah penjelajahan kesetaraan sta-tusnya yang menuntut ilmu diperguruan tinggi dengan statusnya sebagai kaum inte-lektual. Fokus diskusi di sini adalah status mahasiswa sebagai warga negara yang berusia di dalam rentang waktu 16 sampai dengan 30 tahun. Sebagai warga, elemen dan komponen bangsa dan ummat yang berperanan aktif, konstruktif, positif dan optimal di dalam masyarakat, bangsa dan ummat
PEMBANGUNAN PARIWISATA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.86

Abstract

Pariwisata sering dianggap banyak oran g sebagai sesuatu yang merusak kehidupan beragama. Pandangan ini dijumpai juga di kalangan banyak oran g Islam. Kebanyakan mereka percaya bahwa Islam mencakup kehidupan di dunia sekarang dan di akhirat kelak. Islam memberi petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan manusia yang berhubungan dengan akidah,ibdah, hukum, ilmu pengetahuan dan tek-nologi, budaya, politik, ekonomi dan kehidupan sosial lainnya. Pan dangan yang menganggap pariwisata berbahaya terhadap Islam adalah tidak benar. Meskipun adanya kesalahpahaman di kalangan banyak orang Islam, sangat penting untuk didiskusikan tentang bagaimana pariwisata dapat sejalan dengan prinsip Islam
Menghadapi Komunitas ASEAN 2015: DINAMIKA SOSIAL-BUDAYA DAN PENGUATAN PEMUDA-MAHASISWA Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.112

Abstract

Para pemuda-mahasiswa mempunyai peluang dan tantangan yang cukup kondusif untuk dijawab dan dieksplorasi bagi kejaayaan masa depan Komunitas ASEAN khususnya dan dunia global pada umumnya hidup dalam satu entitas dalam toleransi serta nilai dan norma ketimuran berbasis Asia yang taat hukum, demokratis dan harmoni dengan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karena itu perlu kereatifitas, inisitiatif, tingkatkan skill, illmu pengetahuan dan teknologi, daya saing, disiplin dan nilai menghargai prestasi dan kerja keras serta sungguh-sungguh. Semua itu dalam kerangka menuju kepada komunitas ASEAN dalam satu visi, satu identitas dan satu komunitas
RADIKALISME, ISLAM TRANSNASIONAL DAN DINAMIKA POLITIK BINGKAI UKHUWAH Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i1.137

Abstract

Radikalisme selalu dihubungkan dengan gerakan dan perjuangan melalui cara  ekstrim dalam idelogi,  pemikiran dan   fisik. Akan  tetapi di dalam kenyataan tidak selalu benar seperti itu .  Radikalisme pemikiran dan ideologi yang tidak merusak lingkungan sosial tetapi dikembangkan dengan cara persuasi, maka secara umum  lebih bisa diterima oleh kalangan tertentu di kalangan kaum muslimin.  Di masa sekarang ada gerakan salafi yang dikaitkan dengan gerakan radikal fisik itu.Padahal keadaan itu tidak semua berlaku secara umum. Tulisan ini menjelaskan hubungan antara radikalisme yang bermula di Timur Tengah menjadi  gerakan transnasional Islam dan pada tingkat tertentu masuk ke Indonesia.  Antara lain dapat pula melalui partai politik. Untuk melawannya maka    haruslah dibangun pagar sebagai bentengi   dengan memperkokoh  nilai-nilai kebajikan Islam untuk menghindari  timbulnya  kerusakan bagi umat islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.