Ulfah Amini
IAI Bunga Bangsa Cirebon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kualitas Guru Pada Proses Belajar Mengajar Dengan Tema Lingkungan Hidup Melalui Konsepsi Pembelajaran Fragmatika Dinamis Ulfah Amini
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 2 No 1 (2021): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental Education is not only aimed at understanding the concepts but also developing a love for the surrounding environment, in addition to developing various skills and everything needed to achieve that knowledge, but in reality too often we observe how the teaching and learning process is carried out in an atmosphere of one communication. direction. Learning is often just a form of repetition, memorization, and passively accepting facts for granted. The effect is that the teaching of the environment, which has been implemented by teachers, is less sympathetic in front of the class, marked by a rowdy class atmosphere, and so on. The purpose of this research is to improve the competence of teachers and the quality of learning environment through the dynamic fragmatic approach. School Action Research was carried out in two cycles (Lewin, 1992). Data collection techniques through observation processing of dynamic fragmatic learning methods on subject matter, and formative tests. The data were analyzed through qualitative descriptive to determine teacher performance, while to analyze the level of success or percentage of student success after the teaching and learning process was carried out quantitatively in the form of a percentage. The results of this study indicate that the active learning method of reviewing difficulties in subject matter has a positive impact in improving teacher performance and students are more active in following the learning process. The conclusion is the application of dynamic fragmatic learning methods on the theme of the Environment has a positive effect, which can improve teacher performance, motivation to learn, reminds the teaching material that has been previously received by children Abstrak Pendidikan Lingkungan Hidup tidak hanya bertujuan memahami konsep-konsepnya saja tetapi juga mengembangkan rasa cinta terhadap alam sekitar, di samping mengembangkan berbagai keterampilan dan setiap yang diperlukan untuk mencapai pengetahuan itu, namun dalam kenyataannya terlalu sering kita mengamati betapa proses belajar mengajar dilaksanakan dalam suasana komunikasi satu arah. Belajar sering hanya berupa bentuk pengulangan, hafalan, dan menerima fakta begitu saja secara pasif. Pengaruhnya adalah pengajaran Lingkungan Hidup yang selama ini diterapkan oleh guru kurang mendapat simpatik di depan kelas dengan ditandai suasana kelas gaduh, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan kemampuan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran Lingkungan Hidup melalui pendekatan Fragmatika Dinamis. Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan dalam dua siklus (Lewin, 1992). Teknik pengumpulan data melalui observasi pengolahan metode pembelajaran fragmatika dinamis pada materi pelajaran, dan tes formatif. Data dianalisis melalui deskriptif kualitatif untuk mengetahui kinerja guru, sedangkan untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar dilakukan dengan kuantitatif berupa persentase. Hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa metode belajar aktif model meninjau kesulitan pada materi pelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru dan anak didik lebik aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Kesimpulannya adalah Penerapan metode pembelajaran fragmatika dinamis pada tema Lingkungan Hidup mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan meningkatkan kinerja guru, motivasi belajar, mengingatkan kembali materi ajar yang telah diterima anak sebelumnya.
Penerapan Supervisi Klinis Teknik Kelompok dalam Meningkatkan Keterampilan Dasar Mengajar Guru Ulfah Amini
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 3 No 1 (2022): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah ini pada dasarnya ingin mengetahui apakah melalui supervisi klinis dengan Teknik kelompok dapat meningkatkan keterampilan dasar mengajar guru di TKIT Alief Mardhiyah. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan sekolah, mengacu pada model penelitian Kemmis dan Taggart yang dirancang dengan proses siklus yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan melakukan refleksi. Tahapan ini terus berlangsung per individu sampai permasalahan dalam menerapkan tiga keterampilan dasar mengajar yaitu keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan mengelola kelas dapat terselesaikan. Hasil analisis data guru dalam menerapkan ketiga keterampilan dasar mengajar yaitu pada siklus I 77,16 dan pada siklus II 85,01. Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata keterampilan guru yaitu 85,01 – 77,16 = 7,85. Dengan demikian penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran dan keterampilan mengelola kelas guru di TKIT Alief Mardhiyah yang dibuktikan dengan adanya peningkatan masing-masing keterampilan dari siklus I ke siklus II. Untuk itu diharapkan kepada pengawas sekolah agar membimbing guru melalui kegiatan supervisi klinis secara berkelanjutan.
Efektivitas Bermain Playdough dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Kelompok A RA An-Najah Cantilan Desa Karangmangu Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon Siti Nurul Badriah; Erik Erik; Ulfah Amini
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 3 No 1 (2022): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas efektifitas pelaksanaan bermain playdough dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan kelompok A RA An-Najah Cantilan Desa Karangmangu Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon. Kajiannya dilatar belakangi oleh Pemahaman anak tentang Lambang Bilangan masih rendah dan belum sepenuhnya dimengerti oleh anak, ini dapat dilihat dari hasil pengamatan bahwa melalui kegiatan berhitung 1-10 dan pada saat anak menuliskan angka misalnya anak menuliskan angka 1-10 tetapi tidak berurutan seperti satu, tiga, empat, tujuh, enam, lima, delapan, sembilan, sepuluh. Anak hanya mampu menyebutkan angka 1-10 tetapi belum tahu bagaimana penulisan angka khususnya angka 2 ke atas, belum mampu mencocokan jumlah benda sesuai dengan lambang bilangannya. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui seberapa besar perbedaan kemampuan mengenal lambang bilangan sebelum dan sesudah bermain playdough kelompok A RA AN-NAJAH Cantilan Desa Karangmangu Kecamatan Susukanlebak Kab. Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner atau angket untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan bermain playdough (X) dan dokumentasi untuk mendapatkan data tentang kemampuan mengenal lambang bilangan (Y). Penelitian ini merupakan penelitian populasi, karena mengambil seluruh Anak Kelompok A di RA AN-NAJAH Cantilan Desa Karangmangu Kecamatan Susukanlebak Kab. Cirebon dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 20 responden. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi satu prediktor dan dua variabel yang ada yaitu variabel X (Bermain Playdough) dan variabel Y (kemampuan mengenal lambang bilangan). Kemudian data penelitian dari kedua variabel tersebut diolah untuk mengetahui dan menjawab permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Setelah melakukan uji instrumen kemudian peneliti menyebarkan angket untuk memperoleh data X dan Y. Selanjutnya, dari perhitungan statistik berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai thitung = 33,909 nilai tersebut didapat dari nilai ttabel didapat ttabel sebesar 2,093 Berdasarkan ketentuan jika thitung 33,909 > 2,093 ttabel maka Ho ditolak. Dengan demikian dapat diketahui bahwa thtung 33,909 > 2,093 ttabel yang artinya bahwa Ho (Hipotesis nihil) ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan mengenal lambang bilangan anak sebelum dan sesudah bermain playdough. Penerapan bermain playdough diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi murid di sekolah. Dengan adanya bermain playdough ini, diharapkan murid akan merubah cara belajar dari belajar pasif menjadi belajar aktif. Penelitian ini, diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah khususnya di di RA AN-NAJAH Cantilan Desa Karangmangu Kecamatan Susukanlebak Kab. Cirebon, terutama dalam memberi dorongan kepada anak untuk senantiasa meningkatkan motivasi berprestasi secara lebih memadai.