Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA LAHAN DI KAWASAN BANJARSARI KELURAHAN TEMBALANG, SEMARANG Nararya Adi Prasetya; PM. Broto Sunaryo
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.68 KB)

Abstract

Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan Jawa Tengah sangat diminati dan dijadikan tujuan untuk mencari penghasilan yang lebih tinggi dari kota-kota atau kabupaten disekitarnya. Hal tersebut menyebabkan tingginya permintaan terhadap tempat tinggal dan permukiman di Kota Semarang. Harga lahan yang cukup tinggi pada pada pusat kota, tidak dapat dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah, hingga membuat masyarakat tersebut bergeser ke wilayah pinggiran kota. Berkembangnya Kota Semarang kearah selatan juga dipicu oleh pergeseran masyarakat yang tidak dapat mengakses lahan di pusat kota.Salah satu contoh kawasan suburban Semarang yang terus berkembang adalah kawasan Tembalang. Pergeseran pembangunan dari urban ke wilayah suburban, umumnya berawal dari pembangunan suatu fungsi kawasan baru, seperti kampus, industri, kantor pemerintahan, dan lain-lain. (Wunas, 2011:30). Kawasan Tembalang berkembang dari fungsi kawasan kampus yang berskala regional maupun nasional, dan juga adanya wacana dari pemerintah tentang pengembangan kota mandiri di kawasan Tembalang. Lama kelamaan wilayah pinggiran atau suburban yang sepi berubah padat ramai. Hingga terjadi anomali harga lahan di wilayah di Tembalang, yang secara khusus pada Kawasan Banjarsari. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga lahan di Kawasan Banjarsari, diangkat dari fenomena meroketnya harga lahan di kawasan Tembalang. Dengan pendekatan positivistik dan rasionalistik dari literature, teori serta fakta yang diperoleh dari studi empiris dengan wawancara dan kuesioner untuk mendapatkan variabel yang sesuai tentang harga lahan. Analisis R faktor digunakan untuk mengetahui faktor paling dominan, dengan menggugurkan, atau menggabungkan beberapa variabel yang mempengaruhi harga lahan di Kawasan Tembalang. Terdapat 11 variabel awal dan berkurang menjadi 10 variabel tetap. Dari 10 variabel tersebut menggabung dan terbentuk tiga faktor dominan, yaitu fasilitas, aksesibilitas, faktor supply and demand . Faktor yang memiliki kontribusi paling besar yaitu fasilitas (43,98%), dan faktor supply and demand yang paling kecil (12,82%).
KAJIAN TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUS UNDIP DI TEMBALANG BERDASARKAN INDEKS HIJAU BIRU INDONESIA (IHBI) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE CAMPUS Puspita, Astrini Ayu; Prasetya, Nararya Adi; Jayanimitta, Maria Ekacarini
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.135-147

Abstract

Institusi pendidikan tinggi berperan dalam meningkatkan aspek keberlanjutan, salah satunya adalah lingkungan. Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang telah menerapkan konsep Green and Sustainable dalam pengembangan kampusnya. UNDIP saat ini memiliki kepadatan bangunan mencapai 48% dari luas kawasan, sehingga penyediaan RTH sangat penting untuk menjamin peningkatan ekologis kawasan Undip. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tipologi RTH di Kampus Undip Tembalang menggunakan tipologi RTH dengan pendekatan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) menurut Peraturan Menteri ATR/BPN nomor 14/2022, serta menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa luas RTH dengan pendekatan IHBI adalah 99,67 hektar atau mencapai 66,81% dari luas kawasan. Luasan RTH terbesar adalah hutan kampus yaitu sebesar 43,86 hektar atau 44% dari luas RTH. Selain itu RTH publik di kawasan kampus saat ini hanya 16,77 hektar atau 16% sehingga perlu adanya peningkatan RTH Publik di Kawasan Kampus.