Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN KERUPUK BAWANG BIMA SAKTI DI DESA TENGGER Nilna Indriana; Teguh Pribadi
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): AL UMRON: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alumron.v2i2.713

Abstract

Desa Tengger merupakan wilayah kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur dan berada di ujung paling utara dengan luas wilayah desa Tengger 425,13 Ha. Kepadatan penduduk sudah mencapai 1.421 jiwa penduduk tetap. Pemilih Terdaftar 1.089 di tahun 2019. Namun dari keluasan wilayah yang begitu potensial masih banyak sumber daya alam yang belum digali sampai saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ditemukan produk unggulan khas desa Tengger yaitu krupuk bawang. Krupuk bawang desa tengger mempunyai rasa khas yang otentik serta renyah dan gurih. Pengemasan dan pemasaran krupuk bawang ini masih relatif sederhana sehingga hanya mampu menjangkau masyarakat sekitar Desa Tengger. Pelatihan di bidang pengemasan, labelisasi/branding, dan digital marketing penting dilakukan untuk meningkatkan value dan menjangkau pasar yang lebih luas. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ABCD (Aset Based Community Development). Pelatihan ini diharapkan mampu meningkat perekonomian warga desa Tengger. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan beberapa mitra, yaitu Pemerintah Desa Tengger, gerakan PKK Desa Tengger dan masyarakat setempat. Hasil pendampingan ini dapat dilihat dari meningkatnya kualitas pengemasan dan labelisasi dengan branding krupuk bawang Bima Sakti, serta jangkauan pasar yang luas akibat digalakannya digital marketing melalui media sosial.
Digitalisasi Tata Kelola Desa Kedungprimpen Melalui Aplikasi Sistem Administrasi Persuratan dan Inventaris Aset Mula Agung Barata; Ridlwan Hambali; Ifnu Wisma Dwi Prastya; Shofiatuz Zulfia; Teguh Pribadi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedungprimpen Village faces various administrative challenges due to the manual management of correspondence and asset inventory, resulting in duplicated letter numbers, delayed services, and inaccurate village asset data. This community service program aims to develop and implement SI-Desaku, an integrated web- and desktop-based information system designed to support village correspondence administration and asset management in a unified manner. The implementation method includes socialization, system requirements analysis, application development, field testing, technical training, intensive mentoring, and program evaluation. The results indicate that SI-Desaku successfully eliminated letter number duplication by 100%, reduced service time from 15–30 minutes to 5–10 minutes, and provided an accurate, real-time village asset database. Furthermore, the digital literacy of village officials improved significantly, as evidenced by 90% of participants being able to operate the system independently. The implementation of SI-Desaku contributes to the realization of transparent, accountable, and sustainable village governance, while also being oriented toward improving the quality of public services.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang di Desa Mudung Bojonegoro Muhammad Zahid Ubaidillah; Anti Nabila; Tia Fadila Rista; Sefia Rara Romadona; Siti Fasroin; Kurnia Amirza Julianto; Ahmad Agus Wicaksono; Retno Eka Nurfirdaus; Muhammad Yulvi Aditya Pradana; Denny Nurdiansyah; Teguh Pribadi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7490

Abstract

Desa Mudung, Bojonegoro, memiliki potensi limbah pelepah pisang yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya jual. Melalui program pengabdian masyarakat bersama mahasiswa KKN, dilakukan pelatihan kerajinan pelepah pisang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi kreatif desa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, meningkatkan kreativitas, serta mendorong terciptanya produk lokal yang memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi potensi pelepah pisang, demonstrasi teknik pengolahan dan pengeringan bahan, praktik pembuatan berbagai produk kerajinan, serta pendampingan desain dan pewarnaan agar produk lebih menarik. Peserta juga diberikan pemahaman tentang strategi pemasaran sederhana untuk memperluas jangkauan penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah pelepah pisang, dengan rata-rata kemampuan peserta meningkat dari 35% menjadi 80%. Produk kerajinan yang dihasilkan, seperti tas, hiasan, dan wadah serbaguna, mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat lokal. Selain itu, pelatihan ini berhasil menumbuhkan minat wirausaha baru, ditandai dengan 70% peserta menyatakan siap memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri. Kesimpulannya, pelatihan kerajinan pelepah pisang terbukti mampu memberdayakan masyarakat Desa Mudung melalui pemanfaatan potensi lokal yang sebelumnya terabaikan. Inovasi ini berpotensi menjadi produk unggulan desa dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.