Andie Prasetyo
Program Studi S1 Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Word Structure Of Negative Prefixes In The “Wrecker” Novel Prasetyo, Andie; Rajeg, Gede Primahadi Wijaya; Indriani, Ketut Santi
ENGLISH JOURNAL OF INDRAGIRI Vol. 10 No. 1 (2026): EJI (English Journal of Indragiri): Studies in Education, Literature, and Ling
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/eji.v10i1.3110

Abstract

Negation is an essential aspect of communication. In English, one common morphological strategy to express negation is by attaching negative prefixes to base forms. This study analyses the morphological structure of words containing negative prefixes found in the Wrecker novel (Hiaasen 2023), based on the framework proposed by Plag (2023). In the novel, we identified a total of 89 unique words containing negative prefixes; words with the prefix un- is the most prevalent. The classification of these words reveals two distinct structural patterns (that are represented as tree diagram). The first pattern consists of a root word combined with a negative prefix, negating its meaning without altering its grammatical category. The second pattern involves more complex words, where two to three morphemes are used along with a suffix, modifying both the meaning and the word class. The findings contributed to enhance understanding of morphological patterns in literary texts, encouraging future studies to broaden the scope by analyzing additional works across various genres and authors to determine whether similar structures might persist or vary in different contexts.
Analisis Hukum Terhadap Kewenangan Ppatk Dalam Deteksi Dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang Melalui Transaksi Mata Uang Kripto Prasetyo, Andie; Fahamsyah , Ermanto; Tanuwijaya , Fanny
Lex Et Lustitia Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong transformasi sistem keuangan global, termasuk munculnya mata uang kripto sebagai instrumen transaksi modern yang bersifat anonim, desentralistik, dan sulit dilacak. Fenomena ini menimbulkan tantangan besar dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terutama karena celah regulasi dan keterbatasan kewenangan lembaga pengawas seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Meskipun aset kripto telah diakui sebagai komoditas di Indonesia, penyalahgunaannya dalam aktivitas ilegal seperti pendanaan terorisme, perdagangan narkoba, dan korupsi semakin marak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi perluasan kewenangan PPATK dalam menghadapi kompleksitas pencucian uang berbasis teknologi, serta menganalisis kebutuhan regulasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis risiko guna memperkuat sistem deteksi dini, pemantauan transaksi mencurigakan, dan koordinasi internasional. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkuat posisi hukum PPATK sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional dari ancaman kejahatan siber dan pencucian uang berbasis aset kripto.