Heny Ernawati, skripsi dengan judul Pengaruh Koordinasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh koordinasi terhadap efektivitas kerja. Analisa data menggunakan instrumen analisis koefisien korelasi pearsons, perhitungan analisa menggunakan program SPSS. Populasi penelitian adalah sebanyak 89 orang PNS, dengan pertimbangan pegawai tersebut sebagian menduduki jabatan struktural dan intensif melakukan koordinasi baik vertikal maupun komunikasi horizontal pada lembaga tersebut. Karena populasi terlalu besar, terbatas waktu, dana, tenaga penulis mengambil sampel sebanyak 35% dari populasi sebanyak 89 orang PNS yaitu sebanyak 30 orang responden. Teknik penarikan sampling menggunakan porposive rendom sampling. Berdasarakan perhitungan output pearson corelation, bahwa nilai signifikansi hubungan koordinasi (X) dengan efektivitas kerja (Y) adalah 0,000. Karena nilai signifikansinya kurang dari 5%, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara koordinasi (X) dengan efektivitas kerja (Y). Besar hubungan antara koordinasi (X) dengan efektivitas kerja (Y) adalah 0,685 (68,5%), dengan arah hubungan positif. Artinya semakin tinggi nilai koordinasi akan semakin tinggi nilai efektivitas kerja yang dapat diraih, begitu juga sebaliknya. Korelasi ini tergolong kategori kuat. Berdasarkan tabel pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi Product Moment, besar hubungan antara variabel koordinasi (X) dengan variabel efektivtas kerja (Y) adalah 0,685 (68,5%) korelasi ini tergolong kategori kuat, menunjukkan adanya korelasi yang diantara 0,600 – 0,799, maknanya adalah bahwa hubungan antara koordinasi terhadap efektivitas kerja berada pada level katagori korelasi kuat, artinya faktor koordinasi berpengaruh kuat terhadap efektivitas kerja. Berdasarkan perhitungan koefisiensi determinan, diperoleh nilai Adjusted R square (R2) adalah 0,443 yang berarti bahwa adanya pengaruh sebesar 44,3% yang terjadi terhadap tinggi atau rendahnya efektivitas kerja yang disebabkan oleh variabel koordinasi di mana sisanya adalah 55,7% adalah variabel-variabel lainnya yang tidak dapat diukur atau dihitung dalam penelitian ini.