Farida Ariyani
Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosek Kelautan dan Perikanan.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Perubahan Kadar Histamin pada Pindang Tongkol (Euthynnus Affinis) selama Penyimpanan. Farida Ariyani; Yulianti Yulianti; Titiek Martati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i3.370

Abstract

Untuk memberikan informasi kepada konsumen mengenai kondisi ikan pindang tongkol yang disimpan dalarn kaitannya dengan perkembangan histamin pada produk, maka dilakukan penelitian mengenai perubahan kadar histamin pada pindang tongkol selarna penyimpanan. Bahan baku yang digunakan dalarn penelitian ini adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis) segar yang diperoleh dari TPI Pelabuhan Ratu hasii penangkapan satu hari melaut. lkan tongkol dibawa ke laboratorium PRPPSE menggunakan jalan darat dalarn peti es berinsulasi dan diolah menjadi pindang 'naya' dengan perebusan dalam air gararn 15% selarna 30 menit. Pindang tongkol yang dihasilkan disimpan pada suhu kamar dan suhu dingin (chilling) dan pengambilan sampel dilakukan pada hari ke 0, 2, 4 dan 6 untuk ikan pindang yang disimpan pada suhu karnar, sedangkan untuk pindang yang disimpan pada suhu dingin dilakukan pengambilan sampel pada minggu ke 0, 1, 2, 3 dan 4. Pengarnatan terhadap sampel dilakukan secara organoleptik (penampakan, bau, rasa, tekstur, dan lendir), kimiawi (histamin dan TVB) maupun mikrobiologi Ournlah bakteri pernbentuk histamin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan pindang tongkol pada suhu karnar selama 6 hari menaikkan kadar histarnin hingga 32,71 mg/100g, sedangkan penyimpanan pindang tongkol pada suhu dingin selarna 3 minggu atau lebih menaikkan kadar histarnin menjadi 66,36 mg/100g. Terjadi kenaikan juga pada kadar TVB dan bakteri pembentuk histarnin selama penyimpanan meskipun kenaikannya tidak selalu berkorelasi positif dengan kenaikan kadar histarnin. Pindang tongkol yang disimpan pada suhu karnar ditolak panelis pada hari ke 4 dan pindang tongkol yang disimpan pada suhu dingin ditolak panelis pada minggu ke 2.
Penggunaan Arang Untuk Mengurangi Kadar Histamin Ikan Pindang Tongkol Batik (Euthynnus Affinis). Subaryono Subaryono; Farida Ariyani; Dwiyitno Dwiyitno
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i3.369

Abstract

Penelitian penambahan arang pada proses pemindangan ikan tongkol batik (Euthynnus affinis) untuk menurunkan kadar histamin sudah dilakukan. Bahan baku Yang digunakan dibiarkan semalam pada suhu kamar untuk meningkatkan kadar histaminnya. Konsentrasi arang Yang ditambahkan dalam proses pemindangan sebesar 1, 3 dan 5% dari bobot ikan. Parameter Yang diamati meliputi kadar air, kadar histamin, kadar TVB, organoleptik, jumlah bakteri pembentuk histamin, kadar protein dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 5% arang dalam proses pemindangan dapat menurunkan kadar histamin pindang dari 140,5 mg/ 100g bahan menjadi 88,6 mg/100 g bahan. Perlakuan ini juga menurunkan angka TV8 produk dari 34,4 mgN/100g bahan menjadi 28,0 mgN/100g bahan pada penambahan 5% arang. Selain itu perlakuan penambahan arang pada konsentrasi 3% atau lebih dapat meningkatkan nilai penampakan dan mampu menghilangkan rasa gatal Yang diakibatkan oleh keberadaan histamin pada produk.