Subaryono Subaryono
Balai Besar Penelitian Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembentukan Gel Alginat yang Diekstrak dari Sargassum filipenduladan Turbinaria decurrensMenggunakan CaCO3 dan Glucono- δ lactone (GDL) Subaryono Subaryono; Rosmawaty Peranginangin; D. Fardiaz; F. Kusnandar
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i1.425

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan CaCO3 pada pembentukan gel dan karakteris tik gel alginat yang diekstrak dari Sargassum filipendula danTurbinaria decurrens.Sebagai pembanding digunakan alginat komersial dari Sigma. Rumput laut dipanen dari perairan Binuangeun, Provinsi Banten. Rumput laut direndam dalam larutan KOH 0,1 N selama 1 jam, lalu dicuci dengan air tawar dan dikeringkan. Alginat diekstrak dengan metode ekstraksi yang dikembangkan oleh Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Gel alginat disiapkan dengan metode pembentukan gel internal menggunakan CaCO3 sebagai sumber ion Ca2+ dan glucono-d-lactone (GDL) untuk mengatur pelepasan ion Ca2+. KonsentrasiCaCO3yang digunakan divariasi 0; 2,5; 5,0; 7,5; 10,0; 12,5;15,0; 20,0; 25,0; dan 30,0 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel mulai terbentuk pada konsentrasi CaCO3 5,0 mM dangel yang kuat terbentuk pada konsentrasi 20,0 mM atau lebih.Alginat dari S. filipendula danT. Decurrens membutuhkan konsentrasi CaCO3 yang lebih tinggi untuk pembentukan gelnya dibandingkan alginat komersial. Pada konsentrasi CaCO3 20,0 mM atau lebih, gel alginat dari S. filipendula dan T. Decurrens menunjukkan kekuatan gel, modulus rigidity, dan sineresis yang lebih tinggi dibandingkan alginat komersial.
Pengaruh Dekantasi Filtrat pada Proses Ekstraksi Alginat dari Sargassum sp. terhadap Mutu Produk yang Dihasilkan Subaryono Subaryono; Siti Nurbaity Kartika Apriani
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i2.420

Abstract

Penelitian pengaruh dekantasi filtrat pada proses ekstraksi alginat dari Sargassum sp.terhadap mutu produk telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kualitas alginate yang umumnya rendah, khususnya dalam hal parameter kandungan bahan tidak larut air dan viskositasnya. Upaya perbaikan dilakukan dengan perlakuan dekantasi filtrat hasil penyaringan pada proses ekstraksi alginat dengan variasi waktu dekantasi 1, 2, dan 3 jam. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi total bahan tidak larut air, viskositas, derajat putih, kadar air, kadar abu, dan rendemen. Data dianalisis dengan uji sidik ragam dan uji jarak berganda D uncan. H as il penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dekantasi filtrat dapat meningkatkan kualitas alginat dengan menurunkan kadar bahan tidak larut air dari 9,46% menjadi 1,70% dan meningkatkan viskositas alginat dari 131 cP menjadi 746 cP. Proses dekantasi filtrat berpengaruh nyata terhadap penurunan rendemen dan peningkatan kadar air alginat yang dihasilkan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan derajat putihnya
Pengolahan Mie yang Difortifikasi dengan Ikan dan Rumput Laut sebagai Sumber Protein, Serat Kasar, dan Iodium Murniyati Murniyati; Subaryono Subaryono; Irma Hermana
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i1.427

Abstract

Penelitian pembuatan mie ikan-rumput laut telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan formulasi pembuatan mie yang kaya akan protein, serat, dan iodium. Bahan formulasi yang digunakan adalah ikan swangi/mata goyang (Priacanthus tayenus) dan rumput laut (Eucheuma cottonii). Variasi perlakuan yang digunakan adalah jumlah penambahan daging ikan (20, 30, dan 40%) dan rumput laut (10, 20, 30, dan 40%). Pengamatan yang dilakukan meliputi organoleptik (kenampakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur) menggunakan skala hedonik dan uji kimiawi (kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, dan kadar iodium). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah mie dengan penambahan ikan 30% dan rumput laut 20%. Produk akhir mie ikan-rumput laut kering mengandung protein 16,64%; kadar air 9,04%; kadar serat kasar sebanyak 0,20%; dan kadar iodium 6,29 ppm.