Nuraini Fatmawati Sitompul
Mahasiswa UIN Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DAN PEMBELAJARAN BIASA (KONVENSIONAL) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA : KELAS XI MA PONDOK PESANTREN MODREN DARUL HIKMAH TPI MEDAN T.A Nuraini Fatmawati Sitompul
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol 1 No 2 (2021): Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.788 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matemtis siswa dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran konvensional di kelas XI MA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen yang populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MA Pondok Pesantren Modren Darul Hikmah TPI Medan tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 34 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis varian (ANAVA), hasil temuan ini menunjukkan : 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. 2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masakah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, 3) kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah tidak lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, 4) terdapat interaksi antara model pembelajaran yang digunakan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemampuan komunikasi matematius siswa. Simpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa lebih sesuai diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dari pada model pembelajaran konvensional.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DAN PEMBELAJARAN BIASA (KONVENSIONAL) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA : KELAS XI MA PONDOK PESANTREN MODREN DARUL HIKMAH TPI MEDAN T.A Nuraini Fatmawati Sitompul
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol 1 No 2 (2021): Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matemtis siswa dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran konvensional di kelas XI MA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen yang populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MA Pondok Pesantren Modren Darul Hikmah TPI Medan tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 34 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis varian (ANAVA), hasil temuan ini menunjukkan : 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. 2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masakah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, 3) kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah tidak lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, 4) terdapat interaksi antara model pembelajaran yang digunakan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemampuan komunikasi matematius siswa. Simpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa lebih sesuai diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dari pada model pembelajaran konvensional.