Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dasar Pandemi Covid-19 Sebagai Alasan Penerapan Asas No Work No Pay Bagi Pengusaha Untuk Pekerja Alvian Dharmawan
Jurist-Diction Vol. 4 No. 3 (2021): Volume 4 No. 3, Mei 2021
Publisher : Faculty of Law, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jd.v4i3.26971

Abstract

AbstractThe presence of the Covid-19 pandemic has hampered several social activities in life. No exception to the business sector which also effects on the amount of production due to the presence of Covid-19. Companies need to do various ways to avoid termination of employment relationships, which one can be used is by implementing no work no pay to their employees. No work no pay is a principle of wages for workers. To be able to apply these principles, companies must be able to pay attention to several things that become requirements for applying these principles. Therefore no work no pay cannot be used carelessly by employers in terms of providing wages to workers during the Covid-19 pandemic.Keywords: No Work No Pay; \Wage; Pandemic Covid-19; \Company; Entrepreneur; Labor.AbstrakHadirnya pandemi covid-19 telah menghambat beberapa aktivitas sosial dalam kehidupan. Tak terkecuali sektor usaha yang juga berpengaruh pada suatu jumlah produksi karena kehadiran covid-19. Perusahaan perlu melakukan berbagai cara untuk dapat menghidari adanya pemutusan hubungan kerja, salah satunya yang dapat digunakan yaitu dengan menerapkan no work no pay kepada pekerjanya. No work no pay merupakan suatu asas dalam pengupahan pekerja. Untuk dapat menerapakan asas tersebut, perusahaan harus dapat memperhatikan beberapa hal yang menjadi adanya persyaratan dalam menerapkan asas tersebut. Dengan demikian no work no pay tidak dapat digunakan secara sembarangan oleh pengusaha dalam hal memberikan upah kepada pekerja pada masa pandemi covid-19. Kata Kunci: No Work No Pay; Upah; Pandemi Covid-19; Perusahaan; Pengusaha; Pekerja.
PERTANGGUNGJAWABAN NOTARIS ATAS MINUTA AKTA YANG DIBUAT BERDASARKAN KETERANGAN PALSU PARA PENGHADAP Alvian Dharmawan; Dwiky Akbar Nugroho; Azis Akbar Ramadhan
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.221 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i3.3811

Abstract

Notaris merupakan pejabat“umum yang mempunyai kewenangan dalam pembuatan akta autemtik. Mengingat pentingnya akta notaris dalam hukum pembuktian, maka Notaris dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dituntut untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan pelayanan yang profesional. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir adanya sengketa atau konflik di kemudian hari berkaitan dengan akta yang notaris buat. Pada kenyataannya tidak semua konflik yang timbul bersumber dari Notaris, melainkan banyak ditemukan pada para pihak karena telah memberikan data dan informasi tidak sesuai dengan kenyataannya kepada notaris dalam pembuatan suatu akta. Hal tersebut tentu akan berdampak pada kekuatan hukum akta yang di kemudian hari dapat menjadi bermasalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tentang tanggung jawab notaris terkait akta yang dibuat berdasarkan keterangan palsu para penghadap. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach).”