Anton Novenanto
Jurusan Sosiologi, FISIP, Universitas Brawijaya

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI PEMINDAHAN PAKSA: STUDI ATAS PENYINTAS LUMPUR LAPINDO, JAWA TIMUR Novenanto, Anton
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.920

Abstract

This is a study to identify and discuss socio-economic impacts of forced-displacement in the course of Lapindo mudflow in East Java. The main conceptual framework of this study follows previous study which views Lapindo mudflow case as ?disaster of development? for has caused massive forced-displacement of the populations (Novenanto, 2015c). Main themes of discussion of this study will concentrate on migration patterns, loss of access to land and buildings, changing type of work, disruption of access to public facilities and services, and social ties. This study relies on data collected from a community-based research to identify multidimensional impacts of Lapindo mudflow into 6 (six) partner-communities. The data is collected through questionnaire-based survey, focus group discussions, and observations. The research process involved members of each community from research design, collecting data, and data analysis. Such involvement is an implicit strategy to empower them through a continuous practice of critical thinking and logical reasoning which could be additional cultural capital for them in self-empowerment and advocation to the fulfillment and recovery of basic rights in the aftermath of the disaster.
Transjawa, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Urbanisasi Anton Novenanto
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 4 No. 2 (2018): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.663 KB) | DOI: 10.31292/jb.v4i2.275

Abstract

Abstract: The paper is a critical examination into the nexus of transportation infrastructure development, regional economic growth, and social changes (urbanization and modernization). Relying on previous studies, it begins with learning experiences from other countries regarding transportation infrastructure development and economic growth. The discussion moves into social impacts of transportation infrastructures development in Java in the colonial era in order to address similar problems which may occur as a result of the TransJawa tollroad project, with a specif ic case of East Java province. This paper shows that there is no direct causality of infrastructure development to economic growth, yet both have been catalyst for the velocity of inevitable urbanization as well as modernization. Keywords: economic growth, East Java, modernization, transportation, urbanization Intisari: Makalah ini adalah sebuah telaah kritis tentang keterkaitan antara pembangunan infrastruktur transportasi, pertumbuhan ekonomi kawasan, dan perubahan sosial (urbanisasi dan modernisasi). Mengandalkan data sekunder, makalah ini mulai dari mempelajari pengalaman dari negara-negara lain tentang pembangunan infrastruktur transportasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Diskusi bergerak pada dampak-dampak sosial dari pembangunan infrastruktur transportasi di Jawa pada era Kolonial dalam rangka mendiskusikan persoalan serupa yang mungkin terjadi sebagai konsekuensi dari proyek jalan tol TransJawa dengan kasus di Provinsi Jawa Timur. Makalah ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi keduanya telah menjadi katalis bagi percepatan proses urbanisasi dan modernisasi yang tak dapat dihindari. Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, Jawa Timur, modernisasi, transportasi, urbanisasi
Kota Sebagai Ruang Terbuka: Belajar Dari Waduk Sepat, Surabaya Anton Novenanto
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 5 No. 2 (2019): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jb.v5i2.369

Abstract

Abstract: This paper chronicles a case of land dispute through a sociospatial lens (Gottdiener, Hutchison and Ryan, 2015) with a specific case of the dynamic of urban spatial management of the city of Surabaya. Key structural changes of public spaces in Surabaya have been running starting from the late 1990s for the local government was given authority to manage its space. Simultaneously, the plethora of freedom spirit since Reformasi 1998 has been reshaping citizens’ politics towards their city as public space. Relying on secondary data, this paper argues that the dynamic of city spatial management has been colored by struggles of various actors in reclaiming public places. Surabaya, like other big cities all over the world, is an open field for power contestations over a space for living. Intisari: Paper ini mengurai sebuah kasus sengketa lahan menggunakan lensa sosiospasial (Gottdiener, Hutchison and Ryan, 2015) dengan mengangkat dinamika pengaturan ruang urban di Kota Surabaya. Perubahan-perubahan penting atas tempat-tempat umum di Surabaya terjadi sejak era akhir 1990an akibat peralihan kewenangan pada pemerintah daerah untuk melakukan penataan ruangnya. Pada saat bersamaan, luberan semangat kebebasan sejak Reformasi 1998 telah mengubah model strategi politik warga atas kotanya sebuah ruang bersama. Mengandalkan data sekunder, paper ini menunjukkan bahwa dinamika penataan ruang kota selalu diwarnai oleh perjuangan beragam aktor dalam memperebutkan tempat-tempat umum. Seperti halnya kota-kota besar lainnya, Surabaya adalah sebuah arena pertarungan terbuka bagi pelbagai kepentingan atas sebuah ruang kehidupan.
Dampak Sosial-Ekonomi Pemindahan Paksa: Studi atas Penyintas Lumpur Lapindo, Jawa Timur Anton Novenanto
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 3 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i3.920

Abstract

This is a study to identify and discuss socio-economic impacts of forced-displacement in the course of Lapindo mudflow in East Java. The main conceptual framework of this study follows previous study which views Lapindo mudflow case as “disaster of development” for has caused massive forced-displacement of the populations (Novenanto, 2015c). Main themes of discussion of this study will concentrate on migration patterns, loss of access to land and buildings, changing type of work, disruption of access to public facilities and services, and social ties. This study relies on data collected from a community-based research to identify multidimensional impacts of Lapindo mudflow into 6 (six) partner-communities. The data is collected through questionnaire-based survey, focus group discussions, and observations. The research process involved members of each community from research design, collecting data, and data analysis. Such involvement is an implicit strategy to empower them through a continuous practice of critical thinking and logical reasoning which could be additional cultural capital for them in self-empowerment and advocation to the fulfillment and recovery of basic rights in the aftermath of the disaster.
Membuka Ruang Membahas Ruang Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal kita kali ini mengangkat beberapa tulisan yang memfokuskan perhatiannya dalam persoalan produksi ruang. Bagaimana ruang diproduksi? Siapa yang berkepentingan atas ruang-ruang hasil produksi itu? Bagaimana kita sebagai peneliti sosial-humaniora dapat secara jeli mengamati proses produksi ruang semacam itu? Dan apa saja konsekuensi dari ruang yang diproduksi tersebut? Sekalipun persoalan tentang ruang sudah menjadi semakin nyata dalam kehidupan keseharian kita, masih minim ruang untuk mendiskusikannya. Jurnal kita hadir untuk membuka ruang membahas ruang.
Habitus: Sebuah Perasaan atas Tempat Pierre Bourdieu; Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saya harus mengakui bahwa saya memiliki sebuah rasa tanggung jawab sangat besar karena saya berkontribusi dalam menghidupkan kembali dan mengelaborasi konsep habitus yang menjadi pusat diskusi kali ini. Jadi saya berharap bahwa saya dapat memastikan dalam Pengantar ini keyakinan yang diberikan para penulis tentang konsep tersebut, yang dalam pandangan saya sangat penting untuk memahami tindakan manusia secara benar dan tepat.
Arena Politik, Arena Ilmu Sosial, dan Arena Jurnalistik Pierre Bourdieu; Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul asli: “The political field, the social science field, and the journalistic field” dalam Rodney Benso & Erik Neveu (Eds.) (Bourdieu and the Journalistic Field, Cambridge, Polity Press, 2005: 29-47) oleh Anton Novenanto (AN). Versi bahasa Inggris tersebut merupakan terjemahan Richard Nice (RN) dari naskah asli kuliah Pierre Bourdieu di Lyon, Prancis, 14 November 1995, berjudul “Champ politique, champ des sciences sociales, champ journalistique.” Karena telah melalui dua kali proses penerjemahan (dari Prancis ke Inggris ke Indonesia) sangat mungkin terjadi banyak distorsi. Semoga hal ini tidak mengurangi substansi gagasan yang ingin diwacanakan Bourdieu. Penerjemah sudah menambahkan beberapa catatan kaki agar pembaca Indonesia dapat mengikuti konteks yang sedang dibicarakan oleh Bourdieu.
Menata Ruang Masyarakat Majemuk Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua konteks yang membuat buku ini menjadi penting untuk dibicarakan bagi para peminat studi sosial-budaya tentang ruang/tempat. Pertama, agenda reforma agraria (agrarian/land reform) yang menjadi prioritas pemerintah di bawah pimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kedua adalah pengakuan hak komunal atas tanah oleh komunitas/masyarakat adat oleh negara. Buku ini merupakan sebuah awalan baik bagi sebuah diskusi mengusulkan inkorporasi kemajemukan budaya dalam agenda reforma agraria yang ternyata multi tafsir.
1969 Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1969 adalah momentum kebenaran bagi studi sosial-budaya atas ruang dan tempat. Di tahun itu, kita tidak sekadar menyaksikan realitas ala petualangan bajak laut Kapten Jack Sparrow dalam kisah fantasi Disney Pirates of the Carribean. Kita disuguhi ekspedisi luar angkasa layaknya fiksi-ilmiah Hollywood, seperti E.T., Star Wars, Avatar, ataupun Interstellar. Berkat kemajuan teknologi, peristiwa pendaratan manusia di Bulan pada 20 Juli 1969 itu disebarluaskan menembus batas-batas ruang dan waktu sehingga manusia di seluruh dunia dalam kurun waktu berbeda dapat menyaksikan (kembali) momentum kebenaran itu. Akan tetapi, peristiwa bersejarah itu adalah juga tonggak peneguhan mental egosentris-kolonialis. Gagasan dan penjelajahan telah membongkar logika atas ruang, namun produksi pengetahuan tentangnya masih berpusat dan berorientasi pada para penghuni bumi.
Sosiologi Ruang dan Tempat John Urry; Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diterjemahkan dari John Urry “The Sociology of Space and Place”, dalam Blau (editor) The Blackwell Companion to Sociology, Malden: Blackwell, 2004, hlm. 3-15.Artikel ini membahas bahwa ruang (dan tempat) perlu menjadi pusat perhatian sosiologi. Artikel ini merangkum beberapa tulisan “klasik” tentang ruang yang dikembangkan dalam konteks kolonisasi geografi atas ruang. Artikel ini juga menunjukkan apa yang mengubah pandangan itu pada akhir 1970an dan kembalinya ruang dalam teori sosiologi dan ilmu sosial secara lebih umum. Pada bagian analisis akhir dihadirkan perkembangan terkini tentang sebuah proyek penelitian sosiologi tentang ruang yang mengikutsertakan pentingnya perbedaan mobilitas spasial antara, dalam, dan melampaui ruang-ruang tersebut.