Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Research Report - Engineering Science

PENENTUAN KEY PERFORMANCE INDICATOR DAN TOLERANSINYA UNTUK OPERASI PLANT#11 PT.INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, TBK. Fransiscus Rian Pratikto; Santi Erawaty
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.886 KB)

Abstract

Kontrol dan evaluasi merupakan fungsi yang penting dalam manajemen untuk memastikan rencana kerja organisasi bisa berjalan dengan baik sehingga tujuan akhir organisasi bisa tercapai. Untuk bisa melakukan fungsi kontrol dan evaluasi dengan baik dibutuhkan sistem manajemen kinerja yang baik. Sistem manajemen kinerja yang baik harus bisa menggambarkan proses bisnis yang terjadi dalam organisasi secara keseluruhan. Sistem manajemen kinerja memuat ukuran-ukuran (KPI – key performance indicator) yang merepresentasikan kinerja dari seluruh bagian organisasi dan keterkaitan yang ada antar bagian-bagian tersebut.Saat ini Plant#11 ITP sudah memiliki sistem manajemen kinerja yang berisi ”list of KPIs” di mana penentuan target dan toleransi selama ini dilakukan tanpa melihat keterkaitan antar KPI. Ada kebutuhan di ITP untuk melakuan alignment terhadap indikator-indikator kinerja yang ada di Plant#11 ITP sehingga monitoring terhadap proses produksi semen dapat dilakukan dengan baikPenelitian ini bertujuan membangun model operasi Plant#11 ITP berdasarkan metodologi System Dynamics, menentukan key performance indicator (KPI) Plant#11 ITP berdasarkan model System Dynamics, dan menentukan toleransi untuk KPI operasi Plant#11 ITP.Berdasarkan model system dynamics yang dibangun diusulkan sebanyak 28 KPI yang terdiri dari 6 KPI layer 1, 19 KPI layer 2, dan 3 KPI layer 3, beserta dengan nilai toleransinya masing-masing.
PENERAPAN CHOICE-BASED CONJOINT ANALYSIS DALAM PENENTUAN KOMBINASI ATRIBUT TERBAIK LAYANAN SELULER Fransiscus Rian Pratikto; Loren Pratiwi; Yani Herawati
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.23 KB)

Abstract

Jumlah operator layanan seluler di Indonesia yang banyak menyebabkan tingkat persaingan sangat tinggi, dan mengarah ke perang tarif. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh operator telekomunikasi terbesar di Indonesia didapati bahwa ada 3 segmen di pasar layanan seluler, yaitu segmen Young-Savvy yang mementingkan harga murah, segmen Established-Premium yang mementingkan pelayanan dan tidak sensitif terhadap harga, dan segmen Rational-Breadwinner yang mementingkan atribut fungsional dari layanan seluler dan masih sensitif terhadap harga.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut-atribut dan kombinasi atribut yang mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap layanan seluler di segmen Young-Savvy. Segmen ini didominasi oleh palajar dan mahasiswa dengan pengeluaran per bulan di bawah Rp100 ribu. Metode yang digunakan dalam penentuan kombinasi atribut adalah Choice-Based Conjoint Analysis. Metode ini dipilih karena terdapat efek interaksi antar atribut yang disebabkan adanya atribut harga/tarif.Atribut-atribut yang mempengaruhi pilihan terhadap layanan seluler diperoleh melalui proses wawancara dan Focus-Group Discussion (FGD) terhadap responden terpilih yang memiliki pengalaman yang cukup ekstensif dalam menggunakan layanan seluler. Pengolahan data dilakukan dengan software Choice-Based Conjoint Analysis dari Sawtooth Software. Survey dilakukan secara online di mana penjangkauan responden dilakukan dengan penyebaran link melalui situs jejaring sosial dan mailing-list.Kombinasi atribut terbaik yang diperoleh adalah (1) operator: XL; (2) tarif telepon ke sesama: Rp150/min–Rp800/min; (3) tarif telepon ke operator lain: Rp900/min–Rp1400/min; (4) tarif sms ke semua operator: Rp100/sms; (5) promo gratis SMS sepanjang hari: setelah pemakaian 5 SMS/hari; (6) tarif paket data: Rp2/kb; (7) nomor kartu perdana cantik; (8) harga kartu perdana: Rp2000-Rp5000.
PENGEMBANGAN MODEL DINAMIKA PERUSAHAAN EKSPLORASI DAN PRODUKSI MINYAK DAN GAS Fransiscus Rian Pratikto; Yogi Yusuf Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.72 KB)

Abstract

Kegiatan sektor minyak & gas (migas) terdiri dari dari dua kelompok, yaitu kegiatan sektor hulu migas yang meliputi eksplorasi migas dan produksi migas, dan kegiatan sektor hilir migas yang meliputi pengolahan, transportasi, dan distribusi minyak,baik sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun feedstock untuk industri petrokimia.Kegiatan usaha migas di Indonesia dilakukan di bawah koordinasi dan pengawasan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas(BP Migas) melalui skema Production Sharing Contract (PSC).Setiap perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memiliki target produksi yang disetujui oleh BP Migas. Selain itu, setiap tahun KKKS harus menyusun WP&B (Work Plan & Budget) yang berisi rencana kerja dalam setahun untuk mencapai target produksi yang telah dibuat.Salah satu permasalahan dalam penyusunan WP&B adalah memastikan bahwa jika semua rencana dalam WP&B dilaksanakan maka target produksi dan cadangan akan tercapai. Selama ini validasi dilakukan secara kualitatif (reality test) menggunakan judgment dari subject matter expertdengan dibantu perhitungan spreadsheet yang bersifat statis dan deterministik. Di sisi lain, bisnis migas sangat dinamis dan berisiko, sehingga adanya model kuantitatif yang bersifat dinamis dan probabilistik akan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan.Dalam penelitian ini akan dikembangkan model dinamika untuk suatu perusahaan eksplorasi dan produksi migas menggunakan metodologi System Dynamicsdengan bantuan software Powersim Studio.Kata kunci: eksplorasi dan produksi minyak dan gas, System Dynamics
PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA DAN USULAN PENINGKATAN LAYANAN AKADEMIK ONLINE DI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN: PENGEMBANGAN MODEL, INSTRUMEN PENGUKURAN, DAN APLIKASI SURVEY ONLINE Paulus Sukapto; Fransiscus Rian Pratikto; Gede Karya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.365 KB)

Abstract

Perkembangan TI merambah ke berbagai aspek tidak hanya bidang yang berorentasi bisnis, akan tetapi juga di bidang-bidang lain seperti pemerintahan dan pendidikan. Sama halnya dengan bidang lainnya, di bidang pendidikan, TI merupakan salah satu kebutuhan utama untuk menuju pendidikan yang berkualitas.Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang terbaik di Indonesia diharapkan menjadi sebuah kampus modern yang tumbuh dan berkembang bukan hanya di Indonesia akan tetapi di kancah Internasional. Untuk itu, dukungan infrastruktur TI yang memadai, handal dan mendukung produktivitas dan efisiensi kerja sangat dibutuhkan.Dalam kegiatan akdemik, salah satu aspek yang krusial adalah perwalian yang cepat dan akurat. Saat ini Unpar sedang menjalankan perwalian dengan menggunakan sarana online.Pimpinan Unpar menugaskan pihak Biro Teknologi Informasi (BTI) untuk bertanggungjawab dalam mengelola dan mengembangkan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi. Program ini telah dilakukan oleh sebagian besar unit dan diharapkan dalam tahun 2012 seluruh unit/fakultas telah menjalankan proses perwalian secara online. Untuk mengantisipasi masalah yang muncul serta kepuasan pengguna/mahasiswa, maka perlu adanya evaluasi yang nantinya hasilnya bisa digunakan untuk mengembangkan upaya-upaya perbaikan terhadap sistem yang ada.Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama meliputi pembuatan model dan instrumen pengukuran serta aplikasi survey online yang akan digunakan dalam pengukuran kepuasan mahasiswa pengguna layanan akademik. Sedangkan tahap kedua meliputipengukuran, evaluasi dan pengembangan insiatif perbaikan terhadap sistem yang ada.Model dan instrumen penelitian didasarkan pada model Customer Information Satisfaction (CIS), di mana setelah dilakukan pemilihan dan pengujian diperoleh 5 dimensi pengukuran yaitu customer service, security, ease of use, information content, dan innovation. Selanjutnya, berdasarkan 5 dimensi ini disusun instrumen pengukuran yang terdiri dari 15 butir ditambah satu butir yang mengukur kepuasan pengguna secara keseluruhan.Sedangkan aplikasi survey yang dibuat merupakan bagian dari aplikasi network assistance yang merupakan aplikasi yang harus diakses oleh pengguna sebelum mereka bisa mengakses intranet dan internet di Unpar. Dengan demikian pengguna dapat dipastikan akan mengisi survey yang dilakukan melalui aplikasi ini. Aplikasi ini dapat memilah-milah pengguna menjadi beberapa kelompok pengguna, sehingga pengumuman atau survey dapat ditujukan hanya ke beberapa pengguna tertentu maupun ke kelompok pengguna tertentu dengan rentang waktu yang dapat diatur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
ANALISIS CUSTOMER LIFETIME VALUE TERHADAP WHOLESALE CUSTOMER PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DENGAN MEMPERHITUNGKAN RISIKO POTENSI LABA Fransiscus Rian Pratikto; Yogi Yusuf Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.398 KB)

Abstract

Pendekatan holistic marketing, di mana 2 komponen di antaranya adalah relationship marketing danperformance marketing, menekankan pentingnya menjaga hubungan jangka panjang dengankonsumen dan membuat setiap keputusan terkait dengan hubungan tersebut akuntabel. CustomerLifetime Value (CLV) merupakan salah satu pendekatan untuk mengkuantifikasi proyeksi laba yangdiperoleh perusahaan dari setiap konsumennya. Nilai CLV bisa menjadi justifikasi bagi keputusaninvestasi pemasaran perusahaan.Bisnis wholesale dalam telekomunikasi melayani konsumen yang masuk dalam kategori OLO (OtherLicensed Operator). Konsumen OLO membeli produk dan layanan untuk dijual kembali padakonsumen retail.Biasanya, pembelian dilakukan berdasarkan suatu kontrak untuk periode 1 tahunatau lebih. Dalam penelitian ini, produk wholesale dikategorikan ke dalam 4 streamyaituinterkoneksi, jasa jaringan, multimedia, danvalue added service (VAS).Selama ini penerapan CLV biasanya menggunakan discount rate yang sama untuk semua konsumen,padahal setiap proyeksi aliran laba dari setiap konsumen mengandung risiko yang berbeda-beda,sesuai dengan kondisi setiap konsumen.Dalam penelitian ini dikembangkan model untuk memasukkan aspek risiko dalam perhitungan CLV.Risiko akan berpengaruh pada discount rate, dan dipengaruhi oleh berbagai macam aspek, yangdikelompokkan dalam 2 kategori besar yaitu aspek internal konsumen dan aspek hubungan strategisantara konsumen dengan perusahaan. Studi kasus dilakukan pada konsumen wholesale dari salahsatu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Pengukuran Kepuasan Pengguna dan Usulan Peningkatan Layanan Akademik Online di Universitas Katolik Parahyangan: Pengukuran dan Pengembangan Inisiatif Usulan Perbaikan Paulus Sukapto; Fransiscus Rian Pratikto; Gede Karya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.291 KB)

Abstract

Penyedia layanan selalu berusaha untuk meningkatkan layanannya. Upaya ini membutuhkan pengukuran sebagai dasar bagi inisiatif perbaikan yang akan dilakukan. Layanan akademik online Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dibangun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam proses administrasi akademik selama masa studinya. Layanan ini mulai beroperasi pada tahun 2008 dan saat ini sudah beroperasi secara  penuh dan mencakup mahasiswa di semua Program Studi yang ada di Unpar.Sampai saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap layanan tersebut dalam bentuk pengukuran kualitas atau kepuasan pengguna yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk inisiatif perbaikan. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengukuran tingkat kualitas dan kepuasan pengguna layanan akademik online Universitas Katolik Parahyangan yang nantinya diharapkan bisa menjadi dasar bagi inisiatif perbaikan yang perlu dilakukan oleh Biro Teknologi Informasi sebagai pengelola layanan.Pengukuran didasarkan pada model Customer Information Satisfaction (CIS) dengan modifikasi sesuai dengan kondisi yang ada, menghasilkan 5 dimensi dengan 18 butir pertanyaan tentang kualitas layanan dan 1 butir pertanyaan tentang tingkat kepuasan total. Survey dilakukan secara online melalui portal mahasiswa kepada mahasiswa angkatan 2008. 2009 dan 2010 dengan jumlah responden sebanyak 1.754. Tingkat kepuasan total rata-­‐rata adalah sebesar 3,58 pada skala 6 atau 53,4% berdasarkan TTB. Berdasarkan leverage analysis, 7 atribut menjadi fokus perbaikan, yaitu ketersediaan customer service, kualitas customer service, akurasi informasi, keamanan data, kemutakhiran informasi, fleksibilitas akses, dan kesesuaian content. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis diusulkan beberapa inisiatif perbaikan, yaitu peningkatan koordinasi antara BTI dengan unit terkait, peningkatan kompetensi petugas customer service, perpanjangan jam operasi customer service pada saat beban tinggi, edukasi pengguna mengenai aspek sistem dan content layanan, evaluasi sertifikasi SSL, dan peningkatan fleksibilitas akses.Kata kunci: kepuasan pengguna, kualitas layanan, Customer Information Satisfaction