Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KABILAH : Journal of Social Community

Modal Budaya “Timmong” Sebagai Rekonsiliasi Dampak Sosial Pasca Pilkades Di Kabupaten Sumenep Syaiful Syaiful; Ria Kasanova; Sri Widjajanti
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4105

Abstract

Abstrak: Masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang komunal, ketat terhadap ajaran agama, berwatak keras suka bekerja keras dan pantang menyerah. Dalam dinamika kehidupan yang berkembang saat ini kontelasi perpolitikan juga turut memberikan pengaruh terhadap masyarakat Madura khususnya masyarakat Desa Batu Belah Barat, kecamatan Dasuk, kabupaten Sumenep dalam bentuk konflik sosial. Tradisi timmong merupakan tradisi masyarakat Desa Batu Belah Barat yang dilakukan secara turun temurun sebagai tradisi berdoa memohon turunnya hujan kepada Tuhan yang maha esa dalam bentuk tarian dan bunyi-bunyian lewat mulut atau verbal tanpa menggukan alat musik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber primer penelitian ini adalah narasumber yang diwawancarai, sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini berupa catatan dan referensi mengenai budaya Madura. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak positif tradisi timmong sebagai rekonsiliasi konflik pasca pilkada di Desa Batu Belah Barat kecamatan Dasuk kabupaten Sumenep. Kata Kunci: Budaya Timmong, Rekonsiliasi, Pilkades Abstract: The Madurese community is known as a communal society, strict on religious teachings, hard-tempered, likes to work hard and never gives up. In the dynamics of life that is currently developing, the political controversy also has an influence on the Madurese community, especially the community in the village of Batu Belah Barat, Dasuk District, Sumenep Regency in the form of social conflicts. The timmong tradition is a tradition of the community in the western part of the stone which is carried out from generation to generation as a tradition of praying for rain to God Almighty in the form of dances and sounds by mouth or verbally without using musical instruments. This research is a qualitative research. The primary sources of this study were interviewed sources, while the secondary sources in this study were notes and references about Madurese culture. The results of this study indicate the positive impact of the timmong tradition as a reconciliation of post-election conflicts in the village of Batu Belah Barat sub-district Dasuk Sumenep district. Keywords: Timmong Culture, Reconciliation, Pilkades
PELAKSANAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KEHIDUPAN MENUJU INDONESIA YANG UNGGUL Sri Widjajanti; Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang bertumpu pada standar dan standar multikulturalisme, khususnya gagasan tentang keragaman yang mempersepsi, mengakui, dan menekankan pada kontras dan persamaan manusia berkenaan dengan orientasi seksual, ras, dan kelas, agama tergantung pada kualitas dan mayoritas. pemahaman tentang aturan-aturan yang membentuk pluralisme sosial. dengan tujuan akhir memerangi bias dan segregasi. Karena pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia, terutama sebagai metode elektif kompromi, siswa diandalkan untuk tidak meninggalkan akar sosialnya, dan pendidikan multikultural sangat cocok digunakan untuk sistem berbasis demokrasi yang ada seperti sekarang ini. Kata kunci: Pendidikan Multikultur, Kehidupan Unggul