Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Pengamanan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Melalui Pembangunan Desa Wisata Nur Hayati
Buletin Eboni Vol 10, No 2 (2013): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.976 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5019

Abstract

Pembangunan daerah penyangga merupakan upaya pengurangan tekanan masyarakat terhadap kawasan taman nasional, sekaligus pemecahan masalah pengentasan kemiskinan, khususnya bagi masyarakat desa hutan. Upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam melestarikan hutan baik jenis maupun manfaatnya melalui pengembangan wisata alam, penyangga kawasan konservasi, kawasan budidaya dan industri tanaman hutan yang bernilai ekonomis tinggi guna mewujudkan ketahanan pangan. Penetapan dan pengelolaan daerah penyangga menjadi sangat penting mengingat tekanan yang mengintervensi masyarakat yang kurang memahami kebijakan, kepentingan ekonomi, keterbelakangan teknologi konservasi dan permasalahan lahan yang berkembang di masyarakat sekitar kawasan. Salah satu alternatif pembangunan daerah penyangga adalah melalui pemberdayaan masyarakat dengan membentuk desa wisata di sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Wisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Desa Tompobulu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Nur Hayati
Buletin Eboni Vol 11, No 1 (2014): Info Teknis Eboni
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.256 KB) | DOI: 10.20886/buleboni.5032

Abstract

Keberadaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung oleh sebagian masyarakat di sekitar taman nasional dianggap membatasi ruang gerak masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya kawasan sebagai sumber mata pencaharian. Desa Tompobulu merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, sehingga di desa tersebut pernah terjadi konflik pemanfataan sumberdaya kawasan oleh masyarakat dengan pihak taman nasional. Kondisi ini menuntut adanya suatu solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Salah satu pemanfaatan hutan secara tidak langsung di Desa Tompobulu adalah pemanfaatan jasa lingkungan hutan untuk wisata.  Desa Tompobulu memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Potensi wisata yang terdapat di Desa Tompobulu terdiri atas potensi fisik kawasan dan potensi sosial masyarakatnya. Dengan pengembangan wisata berbasis masyarakat, masyarakat bukan hanya sebagai objek, namun juga sebagai subjek dari kegiatan wisata tersebut. Di samping itu wisata berbasis masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, mengurangi kemiskinan, sekaligus dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan sumberdaya kawasan hutan.
VALUASI EKONOMI MANFAAT AIR DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, SULAWESI SELATAN Nur Hayati; Abd Kadir Wakka
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.651 KB) | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.47-61

Abstract

The potential of  water resources in Bantimurung Bulusaraung NP (Babul NP) can be utilized as a source of  ir rigation for rice fields farming , and fulfillment of  clean water for people in Maros, and surrounding areas. The importance of  resources are sometimes neglected, and appreciation of  it is ver y low due to lack of  information regarding how economic benefits generated by the resources for local communities and local government interests. The objective of  this research is to observe the economic value of  environmental water services in Babul NP. Economic valuation for household was done by procurement cost method; for drinking Regional Water Company by using simple financial analysis; for ir rigation water by using a different method in estimated calculated from the difference between productivity of irrigated-land with non-irrigated land; for micro-hydro by applying replacement market price method; for fisheries and car washing business by using contingen valuation method approach; for tourism pur pose calculation by using travel cost method. The results showed that the park has economic benefits value, amounting to 1,7 trillion rupiah per year for surrounding community, and for local government approximately 130 billion rupiah. The value of  economic benefits resulting from Babul NP is expected to be considered by all parties to participate in preserving Babul NP.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN DI WANA WISATA KOPENG Nur Hayati
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2012.9.3.140-148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya kunjungan wisatawan di wana wisata Kopeng. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terhadap 100 orang pengunjung wana wisata Kopeng dengan teknik secara . Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke wisata alam Kopeng digunakan analisis statistik dengan metode regresi berganda. Pengolahan data dilakukan menggunakan program komputer Eviews 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor biaya kunjungan dan pendapatan berpengaruh secara signifikan terhadap banyaknya kunjungan.
Preferensi Masyarakat Terhadap Makanan Berbahan Baku Sagu (Metroxylon Sagu Rottb) Sebagai Alternatif Sumber Karbohidrat Di Kabupaten Luwu Dan Luwu Utara Sulawesi Selatan Nur Hayati; Rini Purwanto; Abd W Kadir
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2014.11.1.82-90

Abstract

Sagu merupakan salah satu sumber karbohidrat dan bahan dasar dalam pembuatan makanan tradisional di Sulawesi Selatan misalnya kapurung, dange, bagea, sinole, cendol dan lain-lain. Apabila sagu dikembangkan akan menjadi salah satu sumber pangan alternatif yang dapat meringankan masalah ketahanan pangan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk meng- gunakan sagu sebagai alternatif sumber karbohidrat. Pengambilan sampel menggunakan metode purposif secara random sampling terhadap konsumen sagu yang ditemui pada saat penelitian. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan sagu sebagai alternatif sumber karbohidrat di Sulawesi Selatan digunakan Analisis Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Luwu dan Luwu Utara terdapat beberapa alasan masyarakat menyukai sagu, yaitu rasanya yang enak, bahannya mudah didapat, faktor kebiasaan, sebagai pengganti beras, dan harganya yang lebih murah jika dibanding dengan beras. Lebih jauh, hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa keputusan konsumen dalam mengkonsumsi makanan berbahan baku sagu dipengaruhi oleh suku, pendidikan, jenis makanan olahan, dan harga beras.
Etnoekologi Masyarakat Sekitar Taman Nasional Taka Bonerate dalam Pemanfaatan Kima Lubang (Tridacna crocea) dan Ikan Malaja (Siganus canaliculatus) Achmad Rizal HB; Indah Novita Dewi; Nur Hayati
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Foresty Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.246 KB) | DOI: 10.18330/jwallacea.2014.vol3iss2pp139-149

Abstract

Taman Nasional (TN) Taka Bonerate sebagai salah satu taman nasional laut di Indonesia merupakan sumber keanekaragaman hayati. Dua komoditas di TN Taka Bonerate, yaitu kima lubang dan ikan malaja, perlu dievaluasi potensi dan sebarannya akibat pemanfaatan oleh masyarakat sekitar yang ditengarai telah melebihi ketersediaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnoekologi masyarakat dalam pemanfaatan kima lubang (Tridagna crocea) dan ikan malaja (Siganus canaliculatus) di TN Taka Bonerate. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapang, dan studi pustaka. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kima lubang oleh masyarakat sebagian besar untuk pemenuhan kebutuhan sendiri (subsisten). Adapun pemanfaatan ikan malaja dilakukan masyarakat dengan tujuan niagawi, karena ada permintaan pasar, baik segar maupun kering.