Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI MINYAK SERAI WANGI Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Jamaluddin Jamaluddin; Indra Laksmana; Rildiwan Rildiwan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.79

Abstract

Kelompok Tani Minyak Serai Wangi Berkat Yakin merupakan kelompok tani penggerak diDesa Balai Batu Sandaran yang mengelola industri penyulingan minyak serai wangi. Pengolahan serai wangi harus memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas agar mampu memberikan keuntungan yang maksimal dan meningkatkan nilai tambah pada serai wangi. Tujuan penelitian adalah menentukan nilai tambah dan kelayakan finansial usaha minyak serai wangi pada Industri Minyak Serai Wangi Berkat Yakin Desa Balai Batu Sandaran. Analisis data dilakukan dengan Metode Hayami dan parameter kuantitatif dalam analisis kelayakan finansial ditunjukkan oleh indikator seperti: Benefit Cost Ratio (B/C),Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV) dan Payback Periods (PBP). Hasil analisis nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan serai wangi dengan bahan baku 25.000kg menjadi minyak serai wangi sebanyak 400 kg adalah Rp.3.080/kg. Sedangkan rasio nilai tambah produk minyak serai wangi adalah sebesar 84%, artinya 84% dari nilai output (produk minyak serai wangi) merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi. Hasil perhitungan analisis kelayakan finansial industri minyak serai wangi didapatkan NPV Rp. 1.635.698.925,- IRR 37,60%,B/C Ratio 1,45, dan PBP adalah 3 tahun 6,5 bulan. Ditinjau dari aspek ekonomi, usaha produksi minyak serai wangi dapat dikatakan layak dan menguntungkan.
RANCANG BANGUN DAN ANALISA ALAT PENGUPAS KOPI Yulia Chyntia Hariati; Alvino Muktila Zendy; Ahmad Husein Harahap; Wahyu Wahyu; Irwan A; Jamaluddin Jamaluddin; Yuni Ernita; Sandra Melly; Muhammad Riza Nurtam
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.841 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.198

Abstract

Pengupasan kulit kopi sangat berpengaruh pada kualitas kopi yang dihasilkan. Kendala yang dihadapi dalam pengupasan kopi tradisional adalah waktu dan energi yang digunakan terlalu besar. Alat pengupas kopi berfungsi untuk mengupas atau memisahkan kulit kopi dari biji kopi dan diharapkan bisa membantu petani dalam mengupas hasil dengan maksimal dan efektif. Alat pengupas kopi berkapasitas 200 kg/jam. Hasil analisa ekonomi teknik alat pengupas kopi didapat biaya tetap Rp. 1.179.630/tahun, biaya tidak tetap Rp. 16.069/jam, biaya pokok Rp. 82/kg dan Break Event Point (BEP) 1.567 kg/tahun.
Analisis Sifat Fisikokimia Keju Mozarella dengan Penambahan Antosianin dari Bubuk Bunga Telang (Clitoria ternatea) Annisa’ Suci Rahmadini; Aronal Arief Putra; Ade Rakhmadi; Yuni Ernita
Agroteknika Vol 6 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i2.159

Abstract

Kelopak Bunga telang (Clitoria ternatea) mempunyai pigmen antosianin yang dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami untuk memberikan warna ungu-biru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bunga telang terhadap sifat fisikokimia keju Mozzarella. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari A=0%, B=0,25%, C=0,50%, D=0,75% dan E=1,00%. Variabel yang dilihat meliputi sifat kimia (antosianin dan pH), sifat fisik (nilai b*), kualitas mutu hedonik dan kualitas hedonik. Pemberian bubuk bunga telang memiliki pengaruh pada kandungan antosianin, nilai b*, nilai pH, warna, tekstur dan rasa. Namun, pemberian bubuk bunga telang tidak memiliki pengaruh pada mutu hedonik aroma. Persentase bubuk bunga telang yang memiliki pengaruh terbesar pada pengujian warna terdapat pada perlakuan E (1,00%) dengan rata-rata kadar antosianin (27,18) mg/g, nilai b* (-18,66), nilai pH (5,58) dan uji skor tinggi subjek pada tingkat tekstur hedonis (4,93) dan rasa hedonis (4,63). Pemberian bubuk bunga telang sebanyak 1,00% pada keju Mozzarella menjadikan kandungan antosianin tertinggi, warna terbiru, serta tekstur yang sangat disenangi panelis.
PEMANFAATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI SEMI MEKANIS DI SITUJUAH LIMO NAGARI : PKM Rio Allen; Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Fithra Herdian; Elvin Hasman
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3898

Abstract

Proses pengupasan kulit kopi secara manual masih banyak dilakukan oleh petani kopi di Indonesia. Proses ini masih memiliki sejumlah kelemahan seperti efisiensi yang rendah dan kualitas hasil akhir yang kurang optimal. Pengolahan seperti ini masih menjadi kendala bagi sebagian petani kopi di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengolahan kopi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa pegupas kulit kopi semi mekanis. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan pelatihan dan evaluasi. Luaran dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas biji kopi
Analysis Bio-oil of Pyrolysis Production Process from Corn Cobs Sri Aulia Novita; Perdana Putera; Musdar Effy Djinis; Yuni Ernita
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i3.463

Abstract

Corn cobs are converted into bio-oil through pyrolysis using a simple pyrolysis apparatus at temperatures ranging from 300 to 400°C. This study evaluates the efficiency of the pyrolysis system, characterizes the compounds in corn cob bio-oil, and analyzes the economic viability of the method. The methods include the raw materials preparation (through drying and size reduction), development of bio-oil production equipment, implementation of pyrolysis and condensation processes, purification of the resulting bio-oil, compound analysis of the bio-oil, performance evaluation of the equipment, and engineering economic analysis. The successful production of high-quality bio-oil depends heavily on the precise and careful installation of all system components, including the pyrolysis reactor, smoke pipe, tar catcher, condenser, coil pipe, outlet pipe, liquid smoke container, water drum, and combustion furnace. The tool has a production capacity ranging from 0.89 to 0.96 kg per hour, with a coefficient of determination of 97.94%, and produced a yield of 32% to 34%. The bio-oil derived from corn cobs contained several compounds, including acetic acid, methyl ester, decenal, methyl 9,9-dideutero-octadecanal, phenol, 1-octanol, 2-butyl, 2-heptadecanone, myristaldehyde, octadecane, 1-chloro, and 1,9-tetradecadiene. The basic operating cost of the equipment is Rp 18,509.28 per kilogram, with a break-even point (BEP) of 238.43 kg per year. The basic production cost represents the minimum selling price required to achieve profitability. Biomass pyrolysis is a crucial thermal conversion technique with significant industrial and economic potential.
PEMANFAATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI SEMI MEKANIS DI SITUJUAH LIMO NAGARI : PKM Rio Allen; Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Fithra Herdian; Elvin Hasman
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3898

Abstract

Proses pengupasan kulit kopi secara manual masih banyak dilakukan oleh petani kopi di Indonesia. Proses ini masih memiliki sejumlah kelemahan seperti efisiensi yang rendah dan kualitas hasil akhir yang kurang optimal. Pengolahan seperti ini masih menjadi kendala bagi sebagian petani kopi di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengolahan kopi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa pegupas kulit kopi semi mekanis. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan pelatihan dan evaluasi. Luaran dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas biji kopi
Analisis Kinerja pada Modifikasi Alat Pengering Ikan Nila Tipe Kerucut serta Pengaruhnya terhadap Kadar Air dan Mutu Organoleptik Sri Aulia Novita; Yuni Ernita; Musdar Effy Djinis; Zulnadi Zulnadi; Fanny Yuliana Batubara; Rio Valery Allen; Fithra Herdian
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.639

Abstract

Proses pengeringan ikan merupakan proses dalam menjaga mutu ikan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan laju kecepatan udara pengering terhadap ikan nila yang dikeringkan, melakukan uji kinerja alat, serta melakukan uji organoleptik ikan nila kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi modifikasi alat, persiapan bahan, pengujian kinerja, dan uji organoleptik ikan kering. Peralatan yang digunakan terdiri atas ruang pengering, rak pengering, exhaust fan, termokopel tipe K, Arduino Uno, data logger, anemometer, ruang pemanas, dan kompor listrik 2000 W. Pada penelitian ini suhu pada setiap rak berbeda berdasarkan data yang diperoleh. Suhu pengeringan berfluktuasi dari 42 °C hingga 71 °C selama 7 jam proses pengeringan. Pengurangan jumlah air pada jam pertama berkisar antara 26–40 gram/jam, sedangkan pada jam kedua sebesar 10–15 gram/jam dan menurun secara bertahap pada jam berikutnya. Semakin lama proses pengeringan berlangsung, semakin sedikit jumlah air yang diuapkan. Laju kecepatan aliran udara dalam ruang pengering tergolong tinggi, yaitu 3–3,6 m/s. Kadar air akhir ikan adalah 15,14%, sehingga produk ikan nila kering telah memenuhi standar SNI, termasuk kategori ikan kering berkualitas baik dan memiliki daya simpan lebih lama. Laju pengurangan air pada ikan berada pada kisaran 9,85–11,85 gram air/jam. Total energi pengeringan adalah 0,9278 kWh dengan efisiensi energi pengeringan sebesar 46,4%. Berdasarkan uji organoleptik, ikan nila kering memiliki warna cerah serta tekstur dan aroma yang baik.
RANCANG BANGUN DAN EVALUASI KINERJA MESIN PENGUPAS KULIT BUAH AREN TIPE BERTINGKAT Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Zulnadi; Fithra Herdian; Rio Valery Allen; Fanny Yuliana Batubara
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar palm fruit (Arenga pinnata Merr.) is a plantation commodity with high economic potential as the raw material for producing kolang-kaling (sugar palm fruit sweetmeat). However, the fruit peeling process in home-scale industries is still carried out manually, which is time-consuming, results in low production capacity, and poses a risk of occupational accidents. This study aimed to design, fabricate, test the performance of, and analyze the economic feasibility of a multi-stage type sugar palm fruit peeling machine as an alternative form of mechanization for small-scale kolang-kaling processing. The research was conducted through the stages of needs identification, design using an engineering approach, prototype fabrication, functional testing, performance testing, and economic analysis. The observed parameters included effective capacity, the percentage of peeled fruit, unpeeled fruit, and broken fruit, as well as the machine's operational costs. The results showed that the machine had dimensions of 100.69 cm × 56.89 cm × 147.61 cm and was powered by a 3.5 HP gasoline engine. The effective capacity of the machine reached 34.5 kg/hour, with an average of 0.052 kg of unpeeled fruit and 0.085 kg of broken fruit per test. The economic analysis showed a fixed cost of IDR 1,943,760/year, a variable cost of IDR 25,829.44/hour, a basic peeling cost of IDR 772.15/kg, and a break-even point (BEP) of 457.21 kg/year. These results indicate that the multi-stage type sugar palm fruit peeling machine is able to improve the efficiency of the peeling process compared to the manual method and is feasible for application in small-scale kolang-kaling processing industries.
Analisis Kelayakan Finansial Industri Yogurt Skala UMKM Annisa’ Suci Rahmadini; Alfi Asben; Kurnia Harlina Dewi; Yuni Ernita
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.281

Abstract

Pengembangan industri yogurt mempunyai keterkaitan kuat antara beberapa aspek diantaranya adalah aspek kelayakan finansial. Berdasarkan hal tersebut, maka pengembangan industri yogurt perlu kajian struktur biaya dan kelayakan secara finansial. Tujuan penelitian adalah menentukan struktur biaya dan analisis kelayakan finansial industri yogurt dengan kriteria Net-Benefit Cost Ratio (Net-B/C-ratio), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Periods (PBP). Metode penelitian menggunakan pendekatan survey, data yang dikumpulkan adalah data primeradan data sekunder. Hasil kajian struktur biaya untuk pengembangan industri yogurt skala UMKM membutuhkan biaya investasi seluruhnya sebesar Rp. 1.634.270.000,-, biaya investasi tetap adalah Rp. 1.485.700.000,-,. Biaya produksi (total biaya tetap dan biaya variabel) yang dibutuhkan untuk 36.000 liter/tahun yogurt adalah sebesar Rp. 1.134.867.000,-/tahun, dengan penerimaan sebesar Rp.1.440.000.000,-/tahun, sedangkan pendapatan bersih setelah dikurangi pajak pendapatan adalah sebesar Rp. 238.003.740,-/tahun. Hasil analisa kriteria kelayakan investasi Net-B/C-ratio adalah sebesar 2,007, NPV sebesar Rp. 1.790.640.881 , IRR sebesar 19,8% , dan PBP selama 6 tahun 3 bulan.
Rancang Bangun Alat Pemeras Santan Portable Dengan Sistem Ulir Horizontal Fithra Herdian; Yuni Ernita; Elvin Hasman; Sri Aulia Novita; Rio Valery Allen
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.391

Abstract

Santan kelapa adalah komoditas pertanian serbaguna, terutama sebagai bahan makanan dalam hidangan dan minuman, dengan nilai ekonomi yang tinggi. Berbagai desain mesin telah dikembangkan untuk mendukung industri pengolahan santan. Salah satu metode tersebut adalah ekstraksi mekanis menggunakan proses pengepresan. Makalah ini menyajikan desain dan pengembangan alat ekstraktor santan kelapa portabel dengan sistem ulir horizontal. Setelah desain selesai, dilakukan pengujian kinerja dan evaluasi ekonomi, yang menunjukkan kapasitas rata-rata sebesar 11,3 kg/jam dan titik impas (BEP) sebesar 2.925,57 kg/tahun. Mesin ini juga mencapai hasil rendemen hingga 76%. Pengujian kinerja lebih lanjut menunjukkan bahwa suhu air secara signifikan memengaruhi proses ekstraksi sebagai katalis. Secara khusus, penggunaan air mendekati titik didih menghasilkan hasil optimal. Mesin portabel ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan teknologi usaha mikro dan kecil dalam pengolahan santan kelapa.