Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Budaya Religius Dalam Membentuk Karakter Siswa di Di SMK Hidayatus Sholihin Turus Gurah Kediri Wasito; Makhfud
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March, 2020
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v1i1.1311

Abstract

Religious culture in schools is an activity to manifest the values of religious teachings as a tradition of behaviour that is followed by all school members which is carried out consistently. However, currently, there are many phenomena regarding bad morals among students of SMK Hidayatus Sholihin Gurah, Kediri Regency. The method in this research is discretive qualitative, the data collection method uses observation, interview and documentation. Then analyzed using descriptive / exposure data from the results of observation interviews and documentation. As a result, the development of religious culture at SMK Hidayatus Sholihin is able to shape the character of students according to the vision, mission and goals of the institution. The main supporting factor is the qualification of Islamic Religious Education (PAI) teachers who are competent in their field.
Pendidikan Intregrasi Di Pondok Pesantren Ulil Albab, Nganjuk Wasito Wasito; Makhfud Makhfud
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, November, 2020
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v1i3.1641

Abstract

The development of the implementation of education in Indonesia towards the concept of integration in all fields of science. This practice was also carried out at the Ulil Albab Islamic Boarding School, Ngronggot Nganjuk. This study uses a qualitative method by interviewing all stakeholders in the Ulil Albab Islamic Boarding School. The results of this study indicate. First, integrated infrastructure. Second. Institutional integrity. Third, curriculum integration. Fourth, management integration. Fifth, the integration of traditions. While the target to be achieved is, "to be individuals who are good in body, good in mind, and kind in the heart (Healthy outer and inner), have a managerial system that is both solid and strong, has adequate educational facilities and varied unit institutions. While the efforts being made to achieve the target are; optimization of activities, optimization of management and supervision, institutional development, and development of infrastructure.
Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Santri M. Jamalun Nizar; Wasito
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, July, 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v2i2.1919

Abstract

This research activity is intended to find out how the planning activities, implementation activities and evaluation activities of the Al-Miftah Lil 'Ulum method at the Roudlotut Thohirin Sengon Pringgodani Islamic Boarding School, Bantur Malang. This study uses a descriptive qualitative approach. The results of this study indicate that if the Al-Miftah Lil 'Ulum method is carried out properly according to the plan, it can improve the ability to read the yellow book.
Peran Madin Hidayah sebagai Media Dakwah dalam Meningkatkan Baca Santri Nasrul Syarif; Wasito
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2021): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, November, 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v2i3.2417

Abstract

Pesantren is the best means to improve students' reading. The reason is that the life of students in Islamic boarding schools is dominated by learning and da'wah. However, previous studies show that students' reading interest is also very low. In Lirboyo, the students' interest is dominated by memorization, while only a few are interested in enriching their reading. In this context, this research is here to see the phenomenon of Mading Hidayah's role in increasing the reading interest of MHM Lirboyo students, Kediri City. This study uses a qualitative method. Data were analyzed using the descriptive analysis method. The results showed that Mading Hidayah is a mass media managed independently by the students who have a strategic role and function if managed properly and can be used as a propaganda medium to increase students' reading interest.
PENDIDIKAN ISLAM DAN PERADABAN DUNIA DALAM KAJIAN DAULAH ABBASIYAH Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 26 No. 1 (2015): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v26i1.201

Abstract

Dinasti Abbasiyah adalah dinasti terlama dalam sejarah peradaban Islam setelah dinasti Umayyah. Sekitar lebih dari 5 abad, dan juga merupakan dinasti yang mengantarkan Islam pada masa keemasan-nya. Dinasti Abbasiyah juga merupakan dinasti Islam yang paling berhasil dalam mengembangkan peradaban Islam. Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa pemerintah Abbasiyah merupakan pemrintah yang komplek, seperti permasalahan politik yang dihadapinya yaitu permasalahan kudeta, penmbrontakan dan juga pembentukan dinasti-dinasti baru. Awalnya, Abbasiyah merupakan pemimpin tunggal di daerah Asia.
Gerakan Sosial Modern Masyarakat Islam di Indonesia Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.268

Abstract

Artikel ini membahas tentag perkembangan gerakan modernisasi Islam yang terjadi di Indonesia mulai masa pra kemerdekaan hingga masa pasca kemerdekaan. Diantara gerakan-gerakan sosial modern Islam yang ada di indonesia meliputi Gerakan Serikat Islam, Gerakan Muhammadiyyah, dan Gerakan Nahdlatul Ulama. Agama Islam muncul pada Abad ke-6 M kemudian masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M dan mulai berkembang pada abad ke-13 M. Perkembangan Islam di Indonesia hampir di seluruh Kepulauan Indonesia. Bertolak dari kenyataan tersebut, Islam banyak menghasilkan peninggalan sejarah yang bercorak Islam di Indonesia yang sangat beraneka ragam. Peninggalan-peninggalan itu antara lain, tempat ibadah, keraton, batu nisan, kaligrafi, seni pahat, seni pertunjukan, tradisi upacara, dan karya sastra.
Penerapan Budaya Religius di SD al Mahrusiyah Wasito Wasito; Moh. Turmudi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 29 No. 1 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v29i1.560

Abstract

Penelitian ini berusaha mendiskripsikan dan memaknai penerapan budaya religius di SD al Mahrusiyah. Hal ini karena krisis moral yang melanda bangsa ini nampaknya menjadi sebuah kegelisahan bagi semua kalangan. Bagaimana tidak dari maraknya kasus korupsi yang tidak pernah surut bahkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Di sisi lain krisis ini menjadi komplek dengan berbagai peristiwa yang cukup memilukan seperti tawuran pelajar, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan bebas, aborsi, penganiayaan yang disertai pembunuhan. Fenomena ini sesungguhnya sangat berseberangan dengan suasana keagamaan dan kepribadian bangsa Indonesia. Jika krisis ini dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut apalagi dianggap sesuatu yang biasa maka segala kebejatan moralitas akan menjadi budaya. Sekecil apapun krisis moralitas secara tidak langung akan dapat merapuhkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, yaitu; 1). Bentuk-bentuk budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi belajar baca tulis al-Qur`an dan tadarrus, pemakaian busana muslim, pelaksanaan shalat jamaah di sekolah, kegiatan madin, pembiasaan senyum, sapa dan salam, berperilaku sopan santun kepada semua warga sekolah, dan doa bersama, serta peringatan hari-hari besar agama Islam. 2). Model penerapan budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi 4 (empat) model, yaitu: pertama model struktural (melalui kebijakan dan peraturan), kedua, model formal (menanamkan commitment dan dedikasi untuk menjalankan ajaran agama), ketiga, model mekanik (membangun dan membiasakan berperilaku sopan dan santun terhadap sesame), dan keempat, model organik (melalui internalisasi dan transformasi pengetahuan tentang ajaran agama yang bersumber pada al Quran dan Hadits).
Program Musyawarah dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Siswa Madrasah Diniyah Haji Ya'qub Muhammad Al-Qodhi Abi Saidil Mahzumi; Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v30i1.664

Abstract

Transinternalisasi Pendidikan Pondok Lirboyo Terhadap Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam di Masyarakat Sekitar Muhammad Zainal Abidin; Wasito Wasito
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 2 No. 1 (2019): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.245 KB) | DOI: 10.33367/ijies.v2i1.893

Abstract

Besides being able to provide knowledge, culture, arts, skills and be able to think creatively, Islamic boarding school education can also form human beings who have noble character, have faith, have personality, have morality, and are devoted to God Almighty. However, some pesantren have not been able to bring the surrounding community as well as bringing the students into a deep understanding of religion. To deal with the above problems, it is very necessary to do research using qualitative research methods through a descriptive approach about the transinternalisation of Islamic religious education values ​​to the surrounding community. Based on the results of the study it can be seen that: For the process of Transinternalisation of education to the community three stages namely: a. Adabtasi students and Islamic boarding schools to the surrounding community. b. Creating (Goal) educational goals to be able to contribute more change to the surrounding community. c. Integration, a pesantren system and policy must regulate the relationship between students and the community. d. Pattern maintenance (latency). Pesantren must complete, maintain, and renew individual motivation and cultural patterns that create and maintain that motivation. Pendidikan Pondok Pesantren selain dapat memberikan ilmu pengetahuan, kebudayaan, kesenian, skill serta keterampilan berfikir kreatif, juga dapat membentuk manusia yang mempunyai akhlak yang mulia, beriman, berkepribadian, bermoral, dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. Akan tetapi sebagian pesantren belum bisa membawa masyarakat sekitar seperti halnya membawa para santri ke dalam pemahaman agama yang mendalam. Untuk menghadapi permasalahan diatas sangat perlu dilakukannya penelitian dengan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan diskriptif tentang transinternalisasi nilai-nilai pendidikan agama islam terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa : Untuk proses Transinternalisasi pendidikan terhadap masyarakat tiga tahapan yakni: a. Adabtasi santri-santri dan pondok pesantren terhadap masyarakat sekitarnya. b. Menciptakan (Goal) tujuan pendidikan untuk dapat memberikan kontribusi perubahan yang lebih terhadap masyarakat sekitar. c. Integrasi, suatu sistem dan kebijakan pesantren harus mengatur antar hubungan antara santri dan masyarakat. d. Pemeliharaan pola (latensi). Pesantren harus melengkapi, memelihara, dan memperbarui motivasi individu dan pola-pola budaya yang menciptakan dan mempertahankan motivasi tersebut.
PENDAMPINGAN UMKM ANEKA KRIPIK MELALUI PEMBUATAN LOGO DAN PENGGUNAAN MEDIA ONLINE Wasito Wasito
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/mafaza.v3i1.1653

Abstract

One form of Tri Dharma education is community service, which has the purpose of providing insight, skills to become an expertise. The underlying thing to do this pendampngan because local residents are less able to utilize information technology, the problems that exist when sales are less than the target, minimal buyers, the target of this community assistance to the villagers sawahan Puncu and surrounding areas. Logo creation assistance in addition to having a purpose as an initial characteristic when viewing a product through packaging, then make it easier for consumers to provide goods of interest. intended to make it easier for consumers to recognize the products sold. To make an appeal to the public, each logo in a product is considered as an initial representation in recognizing the product. has its own distinctive features. Instagram Facebook, Facebook, tokopedia, shopee, in order to make it easier for manufacturers to sell a product, of course by utilizing appropriate technology, such as using social media instagram, facebook, whatasApp business, marketplace. Marketing using online media makes it easier for MSME actors to reach consumers. Many consumers who appreciate which used to be offline, can now serve orders using online applications. And also payment models are already serving with interbank transfers.