Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SUB MATERI POKOK SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING DI KELAS VIII-A SMPN 9 MOJOKERTO Abdillah abdillah
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 1, No 1 (2013): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v1i1.293

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa pendapat yang menyatakan bahwa melalui pengalaman belajar siswa dapat secara langsung menanamkan konsep yang diinginkan oleh guru. Pengalaman yang baik dalam proses pembelajaran adalah pengalaman langsung yang diperoleh melalui benda sebenarnya atau dengan contoh-contoh. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menyampaikan suatu materi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimanakah aktivitas siswa selama pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (2) Bagaimanakah kinerja siswa dalam pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (3) Bagaimanakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (4) Bagaimanakah hasil belajar siswa setelah pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? (5) Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling? Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMPN 9 Mojokerto yang berjumlah 51 siswa yang dipilih dari 5 kelas dengan sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh meliputi data pengamatan aktivitas siswa, data kinerja siswa, data pengamatan pengelolaan pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sudut pusat dan sudut keliling, data hasil tes belajar siswa, dan data tentang amgket respon siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Aktivitas siswa yang paling dominan adalah mendengarkan guru (30,3%), berhubungan dengan alat peraga (19,7%), dan mengerjakan LKS (18,8%) (2) Jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kinerja 1 dengan benar adalah sebanyak 49 siswa (96,08%), jumlah siswa yang dapat mengisi petunjuk kerja 2 dengan benar adalah sebanyak 46 siswa (90,20%). (3) Hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan baik. (4) Tes hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 27 siswa dari 51 siswa atau 52,94% dinyatakan tuntas belajar. (5) Hasil angket respon siswa adalah positif. Kata kunci: pembelajaran induktif, alat peraga
Munculnya Kreativitas Siswa Akibat Ill Structured Mathematical Problem Abdillah Abdillah; Ajeng Gelora Mastuti
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i1.442

Abstract

Abstrak Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah mengembangkan pemikiran. Untuk itu, perlu dilakukan penanganan dan penyelesaian masalah tersebut. Seorang siswa dalam menyelesaikan masalah harus berpikir, menganalisis masalah, mencari formulasi secara kritis yang sesuai dengan masalah, memeriksa data formulasi dan berusaha mencari strategi pemecahan masalah yang memungkinkan mendapatkan solusi. Pada banyak penelitian telah mengungkapkan tentang berpikir kreatif siswa, tapi belum ada hasil penelitian yang mengungkapkan secara detail bagaimana munculnya kreativitas siswa akibat menyelesaikan ill structured mathematical problem. Untuk itu, melalui penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Terungkap secara detail proses munculnya kreativitas siswa akibat menyelesaikan ill structured mathematical problem. Hasilnya adalah muncul kreativitas siswa dalam menyelesaikan ill structured mathematical problem. Kreativitas terjadi melalui proses membuat jawaban yang beragam dan benar dalam memecahkan masalah (fluency), karena ISMP memiliki beberapa jalur solusi; kemudian 2) memecahkan masalah dengan berbagai cara yang berbeda (flexibility), karena ISMP memiliki konteks yang spesifik dan situasi yang kompleks; dan 3) membuat berbagai jawaban yang berbeda dan benar dalam memecahkan masalah (novelty) karena ISMP sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa merasa mengalami masalah tersebut. Sehingga dengan think aloud dan klarifikasi melalui wawancara, siswa mengungkapkan proses kreativitasnya dalam menyelesaikan masalah yang disajikan. Kata kunci: kreativitas siswa, Ill Structured Mathematical Problem Abstract One of the goals of learning mathematics is to develop thinking. Therefore, it is necessary to handle and solve the problem. A student in solving a problem must think, analyze the problem, find the formulation critically according to the problem, check the formulation data and try to find a problem solving strategy that allows the solution. In many studies have revealed about creative thinking of students, but no research results reveal in detail how the emergence of student creativity due to solve ill structured mathematical problem. For that, through descriptive qualitative research, conducted on several districts / cities in the Province of South Sulawesi and East Java. Revealed in detail the process of the emergence of student creativity due to complete ill structured mathematical problem. The result shows that there is exist student’s creativity when solve ill stuctured mathematical problem. 1) Creativity are made by making variety and correct answer when solve problem (fluency) because ISMP has some pathed solution, then 2) solved problem into different way (flexibility) because ISMP has detailed context and complexity situtation and 3) making different and correct answers when solve the problem (novelty) because ISMP based on real life context so that student can feel the problem. Thus, think aloud and clarification by depth interview, student can express their creativity process when solve the problem. Keywords: exploration, students’ creativity