Muhammad Yasser Irfan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN LITERASI PELAJAR SMA/SMK DI KABUPATEN KLUNGKUNG Robiatul Aliyah; Muhammad Yasser Irfan
TELAGA BAHASA Vol 7, No 2 (2019): TELAGA BAHASA VOL.7 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v7i2.75

Abstract

Peningkatan budaya baca-tulis di kalangan siswa terus dilakukan oleh pemerintah melalui gerakan literasi nasional. Namun, gerakan literasi yang dicanangkan pemerintah belum berjalan maksimal. Hal ini terbukti masih terbatasnya ketersediaan fasilitas pendukung literasi sekolah dan program literasi sekolah yang masih belum terimplementasi dengan baik. Kajian ini berusaha mengungkap tingkat kemampuan literasi membaca siswa SMA/SMK kelas X di Kabupaten Klungkung dan mengetahui keterkaitan tingkat kemampuan siswa dengan ketersediaan fasilitas pendukung literasi sekolah dan program literasi yang ada di sekolah. Metode analisis data menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, wawancara, dan catat. Sampel terdiri atas tiga sekolah dengan enam puluh responden. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa skor rata-rata yang dicapai oleh siswa di Kabupaten Klungkung sebesar 50.52. Skor itu lebih tinggi lagi 0.15 dari skor rata-rata provinsi sebesar 50.37 dan lebih tinggi lagi 1.65 dari skor rata-rata literasi nasional yang sebesar 48.87. Capaian rata-rata itu menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Kabupaten Klungkung masih dikategorikan baik. Namun, jika dibandingkan dengan skor rata-rata per sekolah, hanya SMA Negeri 1 Dawan masih di bawah skor rata-rata nasional dan provinsi, yakni sebesar 40.00. Selain itu, tersedianya fasilitas pendukung literasi dan terealisasinya program pendukung literasi tiga sekolah di Kabupaten Klungkung ini pada umumnya baik. Program ini dapat meningkatkan tingkat kemampuan literasi siswa SMA Negeri 1 Banjarangkan dan SMK Negeri 1 Klungkung. Akan tetapi, capaian siswa SMA Negeri 1 Dawan belum maksimal meskipun fasilitas pendukung literasi dan program pendukung literasi telah tersedia dan terealisasi dengan baik. 
KRITIK TERHADAP BANGSA KOLONIAL MELALUI PENCERITAAN TOKOH UTAMA NOVEL STUDENT HIDJO KARYA MAS MARCO KARTODIKROMO DAN SALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS Robiatul Aliyah; Muhammad Yasser Irfan
TELAGA BAHASA Vol 9, No 1 (2021): TELAGA BAHASA VOL.9 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v9i1.255

Abstract

The production of early Indonesian literature was characterized by the reading production of movement groups referred to by colonial as wild reading. The colonialists defined wild reading as reading implying political notions criticizing the government who ruled at that time to result provocatively against them.  The study aims to see imagery of character to insinuate criticism towards the colonial in both novels. The theory was that studies of literary comparisons as analysis tools. The method used is a descriptive analysis. The research has shown that Student Hidjo and Salah Asuhan criticized colonists, a criticism of the cultural differences between the west and the east, a criticism of the treatment by the colonists, and a criticism of colonial behavior. The delivery of criticism in the Student Hidjo novel is explicitly or outright because the readers can easily understand it. While in Salah Asuhan's novel, the delivery of criticism of the colonial nation is conveyed impliedly.  Balai Pustaka first published it to investigate the sensors that apply in the Balai Pustaka at the time. Keywords: Wild literature, colonial criticism, comparisons, sociology of literaturePerkembangan kesusastraan Indonesia pada periode awal ditandai dengan produksi bacaan kaum pergerakan yang sering disebut oleh bangsa kolonial sebagai bacaan liar. Bacaan liar diartikan oleh kaum kolonial sebagai bacaan yang memuat gagasan politik yang mengkritisi pemerintahan yang berkuasa saat itu sehingga hal itu dapat mengakibatkan tindakan provokasi untuk melawan mereka. Penelitian ini bertujuan melihat pencitraan tokoh dalam upaya menyampaikan kritik terhadap bangsa kolonial dalam kedua novel. Teori yang digunakan yaitu kajian sastra bandingan dan sosiologi sastra sebagai alat analisis. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Student Hidjo dan Salah Asuhan terdapat kritik yang ditunjukkan kepada bangsa kolonial, seperti kritik untuk memperoleh pendidikan yang sederajat dengan para elite bangsawan, kritik mengenai perbedaan kebudayaan antara bangsa Barat dan Timur, kritik mengenai perlakuan yang dilakukan oleh bangsa kolonial, dan kritik perilaku yang dimiliki bangsa kolonial. Penyampaian kritik pada novel Student Hidjo disampaikan dengan tersurat atau secara terang-terangan karena dengan mudah dipahami oleh para pembacanya. Sementara dalam novel Salah Asuhan, penyampaian kritik terhadap bangsa kolonial disampaikan secara tersirat. Hal tersebut dikarenakan novel itu diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka sehingga menyiasati sensor-sensor yang berlaku dalam Balai Pustaka pada saat itu.Kata kunci: bacaan liar, kritik kolonial, sastra bandingan, sosiologi sastra