Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MADRE SEBAGAI SIMBOL PEMAKNAAN ULANG ARTI RUMAH DAN KELUARGA DALAM CERPEN MADRE KARYA DEWI LESTARI Wahyuni Wumu
TELAGA BAHASA Vol 6, No 1 (2018): TELAGA BAHASA VOL.6 NO.1 TAHUN 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v6i1.24

Abstract

Dalam berbagai bentuk karya sastra banyak ditemukan simbol-simbol atau tanda yang digunakan penciptanya untuk memberi arti yang lebih mendalam terhadap apapun itu yang menjadi objek karya sastra tersebut. Simbol dan tanda ini memiliki makna yang mewakili berbagai perasaan dan harapan manusia terhadap kehidupan. Hal inilah yang ingin dikemukakan dalam artikel ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sehingga datanya berbentuk deskriptif yang berupa kata-kata tertulis (bahasa tulis). Cerpen Madre menceritakan sebentuk adonan roti yang berperan penting dalam kehidupan manusia yang terlibat dengannya, melampaui bentuknya sendiri yang hanya berupa adonan roti. Dewi Lestari dengan apik menghadirkan madre sebagai representasi berbagai harapan tentang arti rumah, keluarga, dan cinta bagi karakter-karakter dalam cerpennya.Kata kunci: simbol, tanda, Madre
TOKOH ADELINE YEH MAH DALAM NOVEL FALLING LEAVES: PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Wahyuni Wumu
TELAGA BAHASA Vol 5, No 1 (2017): TELAGA BAHASA VOL.5 NO.1 TAHUN 2017
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v5i1.127

Abstract

This paper aimed to examine the personality of Adeline's character, hispsychological conflict and her attitude in dealing with various conflicts inher life in the memoir of Falling Leaves based on Sigmund Freud'spsychoanalytic personality theory. This paper used the approach of literarypsychology. From the analysis, it was found that Adeline's figure wasalways trying to please her parents, a smart, principled, prestigious andresilient person even she must through hard time, such as the necessity ofsimple life even though she was rich, and concerned with bad experiences inher life because of the presence of her step mother and stepsisters,evethough she came from a wealthy family.
KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA GURU SD DI KABUPATEN GORONTALO Wahyuni Wumu
TELAGA BAHASA Vol 7, No 1 (2019): TELAGA BAHASA VOL.7 NO.1 TAHUN 2019
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36843/tb.v7i1.71

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan bahasa Indonesia para pendidik di tingkat SD yang ada di Kabupaten Gorontalo. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan angket berisi 50 butir soal mencakup 5 aspek kebahasaan yaitu aspek ejaan, bentuk dan pilihan kata, pengembangan kosakata dan istilah, kalimat, serta paragraf dan wacana. Kajian ini menemukan tingkat kemahiran bahasa Indonesia pendidik di Kabupaten Gorontalo masih rendah, yang ditunjukkan oleh nilai persentase pada tiap-tiap aspek yang rendah. Pada aspek ejaan didapatkan nilai persentase 48,79. Pada aspek bentuk dan pilihan kata didapatkan nilai persentas sebesar 17.069. Aspek kosakata dan istilah menunjukkan nilai persentase 43,966. Nilai persentase pada aspek kalimat menunjukkan angka 23,793, sementara aspek paragraf dan wacana menunjukkan nilai persentase 34,828.Kata kunci: kemahiran, ejaan, bentuk dan pilihan kata, pengambangan kosakata dan istilah, kalimat, paragraf dan wacana.