Dwiyana Hapsary
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Tari Batin Menggunakan Metode Demonstrasi Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Batu Brak Lampung Barat Ari Widodo; Dwiyana Hapsary; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.002 KB)

Abstract

This study aims to describe the process and results of learning Batin dance using the method of demonstration in extracurricular activities at senior high school 1 Batu Brak, West Lampung. This study uses qualitative descriptive methods. the theory used in the research is behavioristic theory. Sources of data in the study were artists and students who took part in extracurricular dance activities at Batu Brak 1 Public High School, totaling 11 students. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. the learning activities of the artists provide material for the variety of movements in students, the variety of movements that are taught, namely lapah, kenui melayang, and sembah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari Batin menggunakan metode demonstrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Batu Brak, Lampung Barat. Penelitian ini mengunakan metode deskriftif kualitatif. teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori behavioristik. Sumber data dalam penelitian adalah guru dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari di SMA Negeri 1 Batu Brak, yang berjumlah 11 siswa. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. kegiatan pelaksanaan pembelajaran guru memberikan materi ragam gerak pada siswa, ragam gerak yang di ajarkan yaitu lapah, kenui melayang, dan sembah.  Kata Kunci: Pembelajaran, Tari Batin, Metode Demonstrasi
Pembelajaran Ragam Gerak Tari Sigeh Penguten pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Blambangan Umpu Indria Agustina; Agung Kurniawan; Dwiyana Hapsary
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.294 KB)

Abstract

This research is talking about learning process of movement variant in sigeh penguten dance. This research used theory of behavioristic to understand correlation between this theory to the research. This research is descriptive qualitative, which describe process of learning about variant movement of the dance. This research using method of data collective such as observation, interview, documentation and observation of students directly. And analyzing data by doing reduction, presentation, and conclusion. The learning  process of the sigeh penguten traditional dance could we see at standard of it, such as the posture of body, posture and movement of feet, posture of leg, posture of hand,  neck movement and the way of eyes move during dancing. The result of this research showing that process of this learning was not maximum yet, because of less of knowledge about the rule of this traditional dance then the students didn’t improve in movement or the knowledge of the dance.Penelitian ini merupakan proses pembelajaran mengenai materi ajar  ragam gerak tari sigeh penguten. Penelitian ini menggunakan teori behavioristik, teori ini digunakan untuk mengetahui bagaimanakah kaitan teori tersebut terhadap penelitian. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran mengenai materi ajar ragam gerak tari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengamatan terhadap peserta didik. Analisis data dengan melakukan reduksi, penyajian, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran mengenai materi ajar ragam gerak tari sigeh penguten ini dilihat dari patokkan baku dalam tari yaitu: sikap badan, sikap dan gerak kaki, posisi tungkai, sikap tangan, gerak leher, pandangan mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran belum berjalan maksimal, karena kurangnya pengetahuan mengenai patokan yang ada sehingga peserta didik kurang berkembang baik dalam bergerak maupun pengetahuan mengenai tari.Kata kunci: pembelajaran, proses, tari sigeh penguten.