supadmi supadmi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai Karakter Tari Ngejuk Ngakuk di SMA Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara supadmi supadmi; Riyan Hidayatullah; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.516 KB)

Abstract

The problem in this study is what kinds of the character value and how does the value appear in the learning process that aims to describe what the character values of ngejuk ngakuk dance and how these values appear in each learning. This study uses a descriptive qualitative type using some steps of method that are observation, interviews, and documentation of data sources for teachers and students. Data analysis includes reduction, presentation and conclusion. Based on the research that has been carried out, the character values that exist in the ngejuk ngakuk dance are the value of confidence, the value of responsibility, the value of concentration, and the value of dexterity. Character values that arise from students in the second and third meetings are the value of responsibility and dexterity value, the fourth and fifth meetings are the value of responsibility, concentration value, and dexterity value. The four values in the dance appear at the seventh and eighth meetings.Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja nilai karakter tari ngejuk ngakuk dan bagaimana munculnya nilai tersebut dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja nilai karakter tari ngejuk ngakuk dan bagaimana nilai tersebut mucul dalam setiap pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sumber data terhadap guru dan siswa. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, nilai karakter yang ada pada tari ngejuk ngakuk yaitu nilai percaya diri, nilai tanggung jawab, nilai konsentrasi, dan nilai kecekatan. Nilai karakter yang muncul dari peserta didik pada pertemuan kedua dan ketiga yakni nilai tanggung jawab dan nilai kecekatan, pertemuan keempat dan kelima yakni nilai tanggung jawab, nilai konsentrasi, dan nilai kecekatan. Keempat nilai yang ada di dalam tari muncul pada pertemuan keenam ketujuh dan kedelapan.Keywords: Extracurricular, Character Value, Ngejuk Ngakuk Dance.
Problematika Pembuktian Alat Bukti Elektronik dalam Perkara Pidana di Indonesia: Studi Kasus Indra Kenz Supadmi Supadmi; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuktian dalam hukum acara pidana merupakan aspek yang sangat penting karena menjadi dasar dalam menentukan kesalahan terdakwa terhadap suatu tindak pidana. Dalam sistem hukum Indonesia, pembuktian diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), khususnya Pasal 183 yang mensyaratkan bahwa hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa terdakwa bersalah. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, muncul berbagai bentuk kejahatan berbasis digital seperti penipuan online dan investasi ilegal, yang menuntut adanya adaptasi dalam sistem pembuktian. Dalam konteks ini, alat bukti tidak lagi terbatas pada bentuk konvensional, tetapi juga mencakup alat bukti elektronik seperti rekaman video, komunikasi digital, serta transaksi keuangan elektronik. Fenomena tersebut dapat dilihat dalam kasus Indra Kenz yang melibatkan dugaan penipuan melalui platform binary option. Dalam perkara ini, pembuktian tidak hanya didasarkan pada keterangan saksi, tetapi juga pada alat bukti elektronik berupa konten media sosial, data transaksi digital, dan komunikasi elektronik yang memiliki karakteristik kompleks. Permasalahan yang muncul dalam penggunaan alat bukti elektronik antara lain berkaitan dengan validitas, autentikasi, dan integritas data digital. Selain itu, keterbatasan pengaturan dalam KUHAP serta ketergantungan pada keterangan ahli dalam menafsirkan bukti elektronik turut menambah kompleksitas dalam proses pembuktian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembuktian dalam hukum acara pidana Indonesia serta mengkaji implementasinya dalam praktik peradilan, khususnya dalam perkara berbasis teknologi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pembuktian yang lebih adaptif, efektif, dan mampu menjawab tantangan kejahatan modern.
Peningkatan Motivasi dan Kemampuan Berbicara dalam Bahasa Jawa dengan Teknik Berantai pada Siswa Kelas IX B SMPN 2 Warureja Tahun Pelajaran 2017/2018: Array Supadmi Supadmi
Dialektika Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019): DIALEKTIKA: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58436/dfkip.v3i2.507

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa dalam pembelajaran materi bercerita dalam bahasa Jawa dengan teknik berantai pada siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Warureja Kabupaten Tegal semester genap tahun pelajaran 2017/2018, dan 2) mengetahui peningkatan kemampuan bercerita dalam bahasa Jawa dengan teknik berantai pada siswa kelas IX B SMP N 2 Warureja. Pada pembelajaran bahasa Jawa di kelas IX B SMP Negeri 2 Warureja kompetensi dasar bercerita didapati fakta tentang rendahnya prestasi siswa dalam kompetensi tersebut, dari jumlah siswa 28 yang tuntas dalam materi ini hanya 32 % atau 9 orang siswa, dan sisanya 68 % atau 19 orang siswa tidak tuntas dengan KKM 75. Indikatornya antara lain: 1) siswa merasa kurang motvasi untuk berbicara dalam bahasa Jawa, 2) siswa merasa kesulitan menggunakan kosa kata Bahasa Jawa baku, 3) siswa tidak memahami kosakata bahasa Jawa baku, dan 4) di tingkat sebelumnya siswa tidak mendapatkan materi bercerita secara baik karena guru juga tidak menguasai materi tersebut. Selain faktor – faktor diatas, diduga ada faktor lain yang menjadi penyebab rendahnya prestasi siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa, salah satunya karena metode dan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang tepat. Dengan menggunakan teknik berantai menunjukan hasil yang lebih baik. Dari data pengukuran tes pada siklus I tercatat 16 siswa atau 57,14% mendapat nilai ≥ KKM, 42,86% atau 12 siswa mendapat nilai di bawah KKM. Pada siklus II naik menjadi 21 siswa atau 75% mendapat nilai ≥ KKM dan 7 siswa atau 25% masih di bawah KKM. Dengan demikian terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari 57,14% menjadi 75% dengan kriteria keberhasilan adalah tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan teknik berantai dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan bercerita pada siswa kelas IX B SMP N 2 Warureja.