Rosidi Rosidi
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Pendidikan Anak Prasekolah Dalam Perspektif Ibn Qayyim Al-Jawziyyah Rosidi Rosidi
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2019): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v6i1.869

Abstract

Peran edukatif keluarga (orang tua) telah melemah dikarenakan melilitnya persolanaan ekonomi, derasnya pengaruh budaya dan kerasnya perubahan sosial politik yang menggeser tata nilai, watak dan perilaku dalam pola hidup yang tidak berpihak pada kenyamanan anak-anak. Tulisan ini akan mengulas tentang konsep ajaran Islam terhadap pentingya pendidikan anak usia dini dan usia prasekolah melalui pemikiran seorang tokoh muslim Ibn Qayyim Al-Jauziyah. Ibn Qayyim Al-Jawziyyah merupakan sosok yang memiliki kematangan berfikir dan berkarya, karena ia berguru dan bergaul dengan komunitas yang memiliki etose keilmuan yang sangat tinggi dan diketahui kecemerlangan pikirannya. Pemikiran Ibn Qayyim tentang pendidikan anak usia prasekolah diarahkan pada upaya menyelamatkan fitrah dan potensi dasar yang dimiliki anak.; Pertama, aspek mental-spiritual (al-Tarbiyyah al-Imaniyah), Kedua, aspek moral (al-Tarbiyah Khuluqiyah) Ketiga, aspek fisik (Tarbiyah Jismiyah) Keempat, Aspek sosial (al-Tarbiyah al-Ijtimaiyyah) diperlukan dalam menata lingkungan yang kondusif untuk mendukung perkembangan anak ke arah yang baik. Kelima, aspek Intelektual. The educative role of the family (parents) has weakened because of the twisting of economic polity, the swift influence of culture and the harshness of socio-political changes that shift values, character, and behavior in lifestyles are not in favor of the comfort of children. This paper will review the concept of Islamic teachings on the importance of early childhood education and preschool age through the thought of a Muslim leader Ibn Qayyim Al-Jauziyah. Ibn Qayyim Al-Jawziyyah is a person who has the maturity to think and work because he studied and mingled with communities that have a very high scientific ethos and are known for the brilliance of his mind. Ibn Qayyim's thoughts about the education of preschool children are directed at efforts to save the nature and basic potential possessed by children; First, mental-spiritual aspects (al-Tarbiyyah al-Imaniyah), Second, moral aspects (al-Tarbiyah Khuluqiyah) Third, physical aspects (Tarbiyah Jismiyah) Fourth, social aspects (al-Tarbiyah al-Ijtimaiyyah) are needed in managing the environment conducive to supporting the child's development in a right direction. Fifth, Intellectual aspects.
Aplikasi Metode Tasmi' Dan Muraja'ah Dalam Program Tahfidzul Quran Pada Santriwati di Ma'had Tahfidz Hidayatul Qur'an Desa Puding Besar Wiwik Hendrawati; Rosidi Rosidi; Sumar Sumar
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 1 No. 1 (2020): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/lenternal.v1i1.1272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tasmi’ dan muraja’ah dalam program tahfidzul Qur’an pada santriwati di Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Desa Puding Besar dan untuk mengetahui keberhasilan program tahfidzul qur’an dengan menggunakan metode tasmi’ dan muraja’ah pada santriwati di Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Desa Puding Besar. Metode penelitian ialah kualitatif deskriptif, sedangkan sumber data yang digunakan ada dua sumber yaitu, data primer dan sekunder. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penerapan metode tasmi’ di Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Desa Puding Besar berhasil diterapkan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya santriwati yang hafal dan mencapai target yang ditentukan, bahkan ada yang melebihi pencapaian target. Begitu pula dengan metode muraja’ah santriwati mampu mentasmi’kan kembali hafalan muraja’ah baik kepada ustadzah pembimbing atau ustadzah penguji ujian tahfidz. Hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh santriwati dengan kategori penilaian mumtaz (kesalahan 0-1), jayyid jiddan (kesalahan 2-4), jayyid (kesalahan 5-7), maqbul (kesalahan 8-10), rasib (kesalahan lebih dari sepeluh), dari kelima penilaian tersebut kebanyakan santriwati mendapatkan nilai jayyid jiddan, jayyid, dan mumtaz. This study aims to determine the application of the tasmi 'and muraja'ah methods in the tahfidzul Qur'an program for female students in Ma'had Tahfidz Hidayatul Qur'an Puding Besar Village and to determine the success of the tahfidzul qur'an program using the tasmi' and muraja 'methods ah to the students at Ma'had Tahfidz Hidayatul Qur'an, Puding Besar Village. The approach used in this research is descriptive qualitative, while the sources of data used are two sources, namely, primary and secondary data. Data collection techniques in research carried out through observation, interviews, and documentation. The application of the tasmi method in Ma'had Tahfidz Hidayatul Qur’an of Puding Besar Village was successfully implemented. This can be seen from the number of female students who memorized and reached the specified target, some even exceeded the target achievement. Similarly, the method of muraja'ah santriwati was able to eradicate the memorization of muraja'ah both to the cleric or the cleric examiner tahfidz. This is evident from the results obtained by female students in the category of mumtaz (error 0-1), jayyid jiddan (error 2-4), jayyid (error 5-7), maqbul (error 8-10), rasib (error more than ten) ), from the five assessments, most students received jayyid jiddan, jayyid, and mumtaz.
Peran Guru Pedidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Peserta Didik Membaca Alquran Di SMA Negeri 1 Merawang Kabupaten Bangka Yudi Iskandar; Rosidi Rosidi; Misbahul Munir
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 1 No. 1 (2020): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/lenternal.v1i1.1276

Abstract

Peran Guru Agama Islam merupakan hal yang terpenting dalam melakukan tindakan yang nyata seorang guru untuk melakukan perbaikan dalam suatu kejadian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Merawang Kabupaten Bangka dalam mengatasi kesulitan peserta didik membaca Alquran di SMA Negeri 1 Merawang Kabupaten Bangka. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah jenis penelitian kualitatif. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran guru pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Merawang dalam mengatasi kesulitan peserta didik dalam membaca Alquran sangat beragam dan bervariasi diantaranya membuat suatu ekskul (ekstra kurikuler) rohis, mengadakan one day one juz. Dalam ekskul (ekstra kurikuler) rohis ada tiga pengajaran dalam mengatasi kesulitan membaca Alquran bagi peserta didik, yang pertama peserta didik diarahkan untuk belajar hukum bacaan atau ilmu tajwid, yang kedua peserta didik diajarkan tilawah Alquran, yang ketiga peserta didik diajarkan tahfidz Alquran. Dengan ini guru Pendidikan Agama Islam dapat mengatasi kesulitan peserta didik dalam membaca Alquran