Galang Prayoga
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEGAL NO. 2 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PARKIR DITEPI JALAN UMUM STUDI KASUS KABUPATEN TEGAL Galang Prayoga
Journal of Politic and Government Studies Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstraksiKabupaten Tegal merupakan kabupaten yang berbasis perdagangan dan jasa. Soal pelayananmenjadi sebuah konsekuensi logis yang mesti diterapkan dalam berbagai aspek kehidupanbaik aspek pemerintahan maupun kemayarakatan. Pelayanan publik yang optimal menjadisalah satu persyaratan penting untuk mewujudkan hal tersebut.Ukuran keberhasilanpelayanan publik ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayana. Topik PelaksanaanPeraturan Daerah Kabupaten Tegal No.2 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Parkir DiTepi Jalan Umum Studi Kasus Kabupaten Tegal menarik perhatian peneliti untuk membahasmasalah Peraturan Daerah ini. Permasalah dalam penelitian ini adalah BagaimanaPelaksanaan Peraturan daearah Kabupaten Tegal No 2 Tahun 2012 Tentang PenyelenggaraanParkir Di Tepi Jalan Umum yang berada di Kabupaten Tegal. Dalam penelitian ini, tipepenelitian yang digunakan adalah tipe penelitian yang bersifat deskriptif-analisis, yaitu modelpenelitian yang bertujuan memaparkan dan menggambarkan suatu masalah yang ditelitidalam bentuk uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam pengelolaannyaPemerintah Kabupaten Tegal mewajibkan penarikan retribusi parkir ditepi jalan umum bagisetiap masyarakat pengguna jasa parkir ditepi jalan umum ini melalui Peraturan DaerahKabupaten Tegal No. 2 Tahun 2012 tentang retribusi daerah. Dari hasil penarikan retribusitersebut dapat dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung denganpenyelenggaraan pelayanan retribusi parkir di tepi jalan umum. retribusi dipungut denganmenggunakan SKRD atau dokumen laen yang dipersamakan. Dokumen yang dipersamakansebagaimana dimaksud dapat berupa kartu, kupon, dan kartu langganan.Kata kunci: Perda, Parkir
Representation of Women in Sufism Literature: A Comparative Study of the Thought of Rabī'ah al-'Adawiyah and Sa'diyya Shaikh Prayoga, Galang; Fernando, Ginanjar; Sardana, Ahmad; Mujiburrahman, Mujiburrahman; Nagari, Raja Mahendra
Arba: Jurnal Studi Keislaman Vol. 2 No. 1 (2026): The Thoughts of Muslim Feminist Figures
Publisher : Yayasan Albahriah Jamiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64691/rx1fhc41

Abstract

The study of Sufism in the Islamic tradition is often dominated by an androcentric perspective that places women’s spiritual experiences as peripheral and subordinate, thus obscuring women’s position as autonomous religious subjects. The lack of comparative studies across periods that dialogue classical female Sufi figures with contemporary feminist Sufi thinkers indicates a significant research gap in the study of Sufism and gender. This study aims to comparatively analyze the representation of women in Sufism through the figure of Rabīʻah al-ʻAdawiyah and the Sufi-feminist thought of Sa’diyya Shaikh, and formulate its theoretical implications for the development of a gender-just Sufi epistemology. The study employs qualitative methods with a comparative-hermeneutical approach, utilizing textual analysis of primary and secondary sources, including classical Sufi hagiography, Sufi works, and contemporary writings by Sa’diyya Shaikh, within a critical and feminist hermeneutic framework. The results of the study show that Rabīʻah al-ʻAdawiyah represents women as independent spiritual subjects through the concept of maḥabbah Ilāhiyyah, which rejects transactional relations between humans and God and transcends gender categories and social hierarchies. Meanwhile, Sa’diyya Shaikh reconstructs Sufism as a space of liberating ethics through the hermeneutics of spiritual justice, by emphasizing the egalitarian relationship between God and humans as the basis for gender equality. A comparative analysis reveals the continuity of spiritual values, as well as differences in epistemic strategies, in responding to patriarchal structures across various historical contexts. This study concludes that the synthesis of both thoughts offers an inclusive Sufism paradigm that emphasizes women’s contributions in the formation of Islamic spiritual epistemology and broadens the horizon of contemporary Sufism studies that are gender-just.