Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penentuan Rute Penyaluran Bantuan Bencana Guna Meminimalkan Biaya Distribusi Dengan Metode Saving Matriks Maulidiah Maulidiah; Jono Jono; Ilmardani Rince Ramli
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v1i1.57

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menentukan rute pendistribusian bantuan logistik untuk warga yang terdampak korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi dari pos koordinasi MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) ke pos-pos pelayanan dengan menggunakan metode Saving Matriks.Salah satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah Metode Saving Matriks. Metode ini merupakan metode penentuan rute terpendek dengan mengoptimalkan rute distribusi sehingga mampu menghemat jarak dan meminimalkan biaya trasportasi. Objek penelitian yaitu pos koordinasi dan pos-pos pelayanan MDMC. Variabel yang digunakan yaitu jarak, biaya, armada yang tersedia, kapasitas muatan tiap armada, permintaan bantuan dan rute awal.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil perbandingan rute yaitu rute awal dari data matriks awal dan Saving Matriks yang diolah hingga mendapatkan rute Saving Matriks, diperoleh persentase penghematan jarak, bahan bakar dan biaya distribusi sebesar 44,31 % dari jumlah pada rute awal . Selain itu, rute terbaru menggunakan Saving Matriks mampu mengurangi penggunaan armada atau sarana distribusi dan mengoptimalkan rute.
PENGGUNAAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DALAM REDESAIN KOMPOR BATIK ELEKTRIK “KOMBATRIK” Siti Lestariningsih; Jono Jono
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v1i1.58

Abstract

Penelitian dengan judul “ Penggunaan Metode Quality Function Deployement (QFD) dalam Redesain Kompor Batik Elektrik ”KOMBATRIK” untuk mengetahui karakteristik-karakteristik kebutuhan pengguna kompor batik elektrik yang perlu diperhatikan dalam membuat kompor batik elektrik baru yang berdasarkan House of Quality (HOQ ).Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis dan evaluasi kebutuhan pengrajin (voice of customer) terhadap kompor batik elektrik “KOMBATRIK” yang ada saat ini. Hasil penelitian bahwa Karakteristik Kombatrik yang diperlukan pengrajin meliputi bentuk kompor dan posisi tombol (On Of), sehingga desain Kombatrik baru dengan bentuk wajan ditambah pengait canting dan tinggi tombol (On Of) berada ditengah (6,8Cm).Harapannya setelah dilakukan penelitian dapat dibuat kombatrik baru agar keinginan pengguna dapat terpenuhi.
Aplikasi Goal Programming Pada Pemilihan Rute Obyek Wisata Di Yogyakarta Jono Jono; Masrul Indrayana; Dutho Suh Utomo
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i2.1164

Abstract

Ketika wisatawan ke suatu daerah wisata, maka besar kemungkinan wisatawan tersebut mengunjungain beberapa obyek wisata. Kunjungan pada beberapa lokasi tersebut menyebabkan memerlukan waktu dan biaya karena beberapa lokasi tersebut terkadang mempunyai jarak yang dapat berjauhan. Untuk itu diperlukan pemilihan rute yang optimal afar dapat menghemat waktu dan jarak tempuh. Selama ini terdapat beberapa metode optimasi yang dapat digunakan untuk masalah pemilihan rute, salah satu yang yaitu goal programming. Goal programing digunakan karena dapat mengakomodasi beberapa tujuan yang dalam kasus pemilihan rute ini adalah meminimalkan jarak dan waktu. Hasil solusi pemilihan rute dengan goal programming didapatkan perjalanan diawali dari Hotel di Kawasan Malioboro kemudian ke Kraton. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Candi Prambanan, setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Wisata Obelix. Setelah itu kemudian tujuan lokasi wisata terakhir ke Merapi dan kemudian kembali ke Hotel di Kawasan malioboro. Rute yang terpilih telah melakukan penghematan sebesar 4 menit untuk waktu tempuh dan 7 Km untuk jarak tempuh
Analisis Postur Kerja Pembuat Batu Bata Merah dengan Metode Nordic Body Map (NBM) Dan Quick Exporsure Checklist (QEC) (Studi Kasus: Sentra Batu Bata Dusun Banyakan III) Dian Asakalingga; Siti Lestariningsih; Jono Jono; Iva Mindhayani
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2099

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Banyakan III, sebuah sentra pembuatan batu bata di Kapanewon Piyungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan meminimalkan risiko muskuloskeletal (MSDs) yang dialami para pekerja akibat metode masih dengan cara manual material handling yang berisiko munculnya keluhan otot dan nyeri sendi, hal ini menyebabkan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini juga mengidentifikasi bagian tubuh pekerja yang sering dikeluhkan serta menentukan stasiun kerja dengan risiko ergonomi tertinggi dari tahapan pencampuran hingga pembakaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan usulan perbaikan postur kerja yang ergonomis untuk meminimalkan risiko muskuloskeletal. Tahap awal penelitian dilakukan evaluasi postur kerja melalui penggunaan metode Nordic Body Map (NBM) dan Quick Exposure Checklist (QEC) untuk mengetahui keluhan dengan skor tertinggi dibagian tubuh mana dan pada stasiun kerja apa. Metode NBM memberikan gambaran dari perspektif pekerja mengenai lokasi rasa nyeri dan pada stasiun mana, sedangkan QEC sebagai bahan pendukung untuk mengetahui stasiun kerja yang memiliki risiko tertinggi serta menjelaskan mengapa nyeri tersebut muncul dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko di lingkungan kerja. Hasil penelitian penggunaan metode NBM (Nordic Body Map) dan QEC (Quick Exposure Check) ditemukan bahwa area pencetakan batu bata merupakan stasiun kerja dengan risiko ergonomi yang tinggi dengan diperlukan tindakan ‘‘Tindakan Dalam Waktu Dekat’’. Hasil kedua metode menunjukkan saling berkesinambungan yang mengindikasikan bahwa keluhan dan potensi cedera paling dominan terjadi pada area pinggang. Usulan perbaikan dengan dibuatkan alat bantu berupa dingklik beroda untuk area pencetakan. Hasil dari implementasi penggunaan alat bantu pada area pencetakan menunjukan hasil adanya penurunan skor NBM dan QEC. Skor NBM mengalami penurunan dari 75.5 menjadi 66.5, sedangkan skor QEC dari 59% menjadi 50%.