Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi kebutuhan air bersih di permukiman Kecamatan Ternate Utara, dan sebagian masyarakat tetap mengandalkan air tanah dari akuifer dangkal melalui sumur gali atau pun air tanah dari akuifer dalam. Kebutuhan air tanah yang terus berlangsung dan semakin meningkat dari waktu ke waktu dapat berdampak terhadap penyusupan air laut pada akuifer tersebut di sekitar pantai Kecamatan Ternate Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sample, sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil objek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri-ciri yang spesifik. Pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan sampel diantaranya adalah sampel berada di dataran dengan kemiringan lereng 2-3%, dekat saluran atau sungai dan lebih diutamakan diambil pada daerah pemukiman.Bahan pendukung dalam pelaksanaan penelitian ini, antara lain: Citra Landsat 8 OLI/TIRS liputan Kota Ternate tahun 2014; Peta Administrasi Kecamatan Ternate Utara; dan Peta Geologi Kota Ternate. Peralatan penelitian yang digunakan antara lain peralatan laboratorium dan peralatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan sebaran tingkat intrusi air laut di lahan permukiman yang diklasifikasikan dalam empat kategori yaitu tawar, agak payau, payau, dan asin. Interpretasi dari peta ke dalaman muka air tanah, menunjukkan beberapa kelurahan merupakan daerah lepasan air tanah antara lain; Kelurahan Dufa dufa, Kelurahan Sangaji, Kelurahan Sangaji Utara, Kelurahan Kasturian, Kelurahan Salero, dan Kelurahan Soasio. Di kelurahan yang merupakan daerah lepasan (discharge area) air tanah ini umumnya memiliki kedalaman muka air tanah kurang dari 4 (empat) meter dan berdekatan langsung dengan garis pantai. Sementara penyusupan air laut telah berlangsung di permukiman dengan kepadatan penduduk yang tinggi serta berbatasan langsung dengan garis pantai pada lima kelurahan, yaitu Kelurahan Dufa dufa, Sangaji, Sangaji Utara, Kasturian dan Salero dan umumnya memiliki kedalaman muka air tanah kurang dari empat meter. Luas area permukiman yang mengalami intrusi air laut telah melampaui sekitar 95 % dari luas lahan permukimannya pada enam kelurahan di Kecamatan Ternate Utara, dengan salinitas berkat egori payau tertinggi yaitu Kelurahan Dufa dufa, Kelurahan Sangaji, selanjutnya Kelurahan Sangaji Utara, Kasturian serta Kelurahan Salero.