Abdul Hamid Budiman
Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA BIAYA PEMBANGKITAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI SKALA KECIL Akim Windaru; Abdul Hamid Budiman
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i2.4264

Abstract

Potensi panas bumi di Indonesia sangat besar. Namun demikian pengembangan panas bumi diIndonesia masih rendah. Salah satu kendala yang banyak dihadapi dalam pengembangan energipanas bumi saat ini adalah letaknya yang terisolir jauh dari beban, sehingga menyebabkan tingkatkeekonomianya kurang menarik. Tulisan ini menjelaskan biaya pembangkitan dari Pembangkit ListrikTenaga Panas Bumi (PLTP) skala kecil menggunakan tiga skenario yaitu Business as Usual (BAU),Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan Clean Development Mechanism (CDM). Hasil studimenunjukkan biaya pembangkitan rata-rata untuk PLTP skala kecil adalah 15,5 cent $/kWh untukskenario BAU, 14,36 cent $/kWh untuk skenario TKDN, 14,65 cent $/kWh untuk skenario CDM dan13,51 cent $/kWh untuk skenario gabungan. Dibanding dengan Pembangkit Listrik Tenaga Disel(PLTD), PLTP skala kecil masih lebih kompetitif, dimana biaya pembangkitan PLTD skala kecil adalah17,20 cent $/kWh.Kata Kunci : PLTP skala kecil, biaya pembangkitan, BAU, TKDN, CDM
APLIKASI FUEL CELL SEBAGAI BACKUP POWER PADA SEKTOR TELEKOMUNIKASI Abdul Hamid Budiman
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i2.4266

Abstract

Penggunaan telekomunikasi yang semakin meningkat, mendorong perlunya peningkatan layanandalam menunjang kualitas koneksi dan sinyal telekomunikasi. Selama ini provider telekomunikasimenggunakan listrik PLN sebagai sumber utama daya listriknya. Namun di beberapa lokasi, masihterkendala suplai listriknya sehingga dibutuhkan sumber energi cadangan. Diesel generator banyakdigunakan sebagai backup power dalam pengoperasian base transceiver station (BTS). Hal ini akanmeningkatkan konsumsi diesel dalam penggunaan bahan bakar minyak berupa solar dan dilain pihakdapat merusak lingkungan karena gas buang yang dihasilkan. Untuk itu diperlukan sumber energialternatif pengganti diesel generator sebagai backup power. Fuel cell sebagai perangkat penghasillistrik yang ramah lingkungan dapat digunakan sebagai sumber energi. Dengan kelebihan yangdimilikinya, yaitu efisiensi yang tinggi, handal, mudah dan cepat pengoperasiannya serta tidak bisingmenjadikan fuel cell pilihan yang menjanjikan sebagai backup power pada sektor telekomunikasiKata Kunci : fuel cell, telekomunikasi, base transceiver station, backup power, energi alternatif, ramahlingkungan
DISAIN SISTEM KONTROL DAN OPERASI UNTUK PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL Anton Rahmawan; Abdul Hamid Budiman; Kurniawan Kurniawan; Ferri Hermawan
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i2.4279

Abstract

Fuel cell atau sel bahan bakar adalah alat atau divais konversi energi elektrokimia yang akanmengubah hidrogen dan oksigen menjadi air, dimana secara bersamaan menghasilkan energi listriksecara kontinyu dan panas sebagai buangan dalam prosesnya. Proton Exchange Membrane FuelCell (PEMFC) beroperasi dengan elektrolit polimer yang bentuknya tipis dan bersifat permeable.Dengan dilakukannya desain sistem kontrol ini diharapkan operasional fuel cell dapat sesuai dengandesain parameter proses yang telah ditentukan. Selain sistem kontrol untuk pengoperasian fuel celljuga dilakukan desain sistem proteksi atau keamanan fuel cell pada saat pengoperasiannya. Mengacupada diagram blok/arsitektur sistem kontrol dan operasi fuel cell yang sudah dibuat, selanjutnya akandibuat desain detil sebagai acuan untuk pembuatan prototipe sistem kontrol dan proteksi untukkeperluan operasional serta pengujian fuel cell. Pembuatan SOP (standard operation procedure)sangat membantu dalam pengoperasian dan menghindari kesalahan operasi yang dapatmengakibatkan kerusakan serta bahaya yang ditimbulkan.Kata Kunci: PEMFC, sistem kontrol, proteksi, diagram arsitektur, prototipe, SOP