Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN LAPORAN KEUANGAN BAGI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI DITINJAU DARI PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN KETEKUNAN DI STIE DHARMAPUTRA SEMARANG Sudarman -
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 17, No 28 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.567 KB)

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat pemahaman laporan keuangan bagi mahasiswa jurusan akuntansi ditinjau dari pendidikan dan pelatihan di STIE Dharmaputra Semarang.Penelitian ini mengambil sampel sejumlah 60 mahasiswa (75% populasi) dengan menggunakan alanilis regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman laporan keuangan (p=0,03< α = 0,05),  Pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman laporan keuangan (p = 0,000 <  α  = 0,05),  Ketekunan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman laporan keuangan (p = 0,502 > α = 0,05). Untuk penelitian selanjutnya dianjurkan memperluas jumlah sampel dan variabel.
ANALISIS PENGARUH EARNING MANAGEMENT TERHADAP RISIKO INVESTASI DAN REAKSI PASAR Sudarman -
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 18, No 31 (2011)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.726 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh earning manajement terhadap reaksi pasar  dan risiko investasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linier sedarhana. Hasil analisis yang dilakukan menyatakan bahwa Manajemen laba berpengaruh positif terhadap reaksi pasar. Manajemen laba dengan increase method berimplikasi pada meningkatnya kinerja laba diluar ekspektasi investor, sehingga berdampak pada apresiasi investor terhadap pencapaian kinerja perusahaan. Manajemen laba tidak berpengaruh terhadap risiko investasi. Besar kecilnya manajemen laba tidak berdampak pada risiko pasar. Nilai koefisien pengaruh manajemen laba terhadap reaksi pasar adalah sebesar 14,7% variasi reaksi pasar dipengaruhi oleh manajemen laba, sedangkan sisanya sebesar 85,3% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model, seperti dividend an ketepatan waktu laporan keuangan.Nilai koefisien pengaruh manajemen laba terhadap risiko pasar adalah sebesar 0%  yang menunjukkan bahwa manajemen laba tidak dapat menjelaskan risiko pasar. Kata Kunci : Manajemen laba,reaksi pasar, risiko investasi
PELUANG DAN TANTANGAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK DI INDONESIA DARI MASA KE MASA Sudarman -
DHARMA EKONOMI Vol 19, No 36 (2012)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.209 KB)

Abstract

Akuntan publik diperlukan untuk mengurangi information asymmetry antara principal (pemilik) dengan agen (manager profesional) serta debitur. Agen memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan prinsipal atau kreditur  yang berakibat agen bertindak menguntungkan dirinya sendiri yang bukan merupakan bagian dari keinginan principal. Banyak peluang profesi akuntan publik kedepan karena hanya satu-satunya profesi diberi kewenangan oleh Depatemen Keuangan Republik Indonesia untuk memberikan jasa audit, diberlakukannya Undang-Undang Perseroan Terbatas,  sector perbankan yang mewajibkan bagi nasabahnya yang memperoleh fasilitas kredit dalam jumlah tertentu dan banyaknya fasilitas yang diberikan kepada Profesi Akuntan Publik untuk memberikan jasa profesinya. Yang tidak kalah pentingnya bahwa profesi Akuntan Publik di Indonesia jumlahnya sangat tidak sebanding dengan jumlah pengguna jasa profesi akuntan publik. Sedangkan tantangan berat yang mennghadang profesi ini meliputi perkembangan Profesi Akuntan Publik di Indonesia dibandingkan dengan Negara-negara ASEAN lainnya tergolong lambat, hal ini akan menjadi tantangan berat dengan masuknya Akuntan Publik Asing ke Indonesia sehingga persaingan akan semakin berat, dilain pihak sulitnya calon-calon professional muda untuk mendapatkan sertifikat PPAk, CPA dibandingkan dengan Megara-negara maju.Kata kunci : Akuntan Publik, Peluang, Tantangan, Peran Aktif Akademisi 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2013 (PP-46/2013) DAN PERMASALAHANNYA Sudarman -
DHARMA EKONOMI Vol 20, No 38 (2013)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.739 KB)

Abstract

Pajak Penghasilan (PPh) menurut PP 46 adalah bersifat final dengan tarif 1 persen untuk pendapatan yang tidak melebihi Rp 4.800.000.000,- setahun yang sudah diberlakukan sejak 1 Juli 2013 dan harus sudah mulai pembayarannya  paling lambat 15 Agustus 2013. PP 46 ini telah diundangkan pada tanggal 13 Juni 2013 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan ditindaklanjuti oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 107/PMK.011/2013 yang ditetapkan pada tanggal 30 Juli 2013 dan baru diundangkan pada tanggal 6 Agustus 2013 serta ditindak lanjuti oleh Direktur Jendral Pajak dengan mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jendral Pajak Nomor : SE-42/PJ/2013 pada tanggal 2 September 2013.Diundangkan dan pemberlakuan PP 46/2013 ini ternyata banyak masalah yang timbul sebagai akibat dari kurangnya kesiapan pemerintah,  diantaranya adalah penerbitan PMK yang terlambat serta penerbitan Surat Edaran Dirjen Pajak yang juga baru diterbitkan pada tanggal 2 September 2013 sementara itu petugas Pajak terutama Accounts Representative (AR) yang nota bene sebagai bagian dari palang pintu Dirjen Pajak juga belum siap karena terlambatan sosialisasinya yang mengakibatkan keresanan Wajib Pajak.Kata kunci: APBN, PP 46/2013, Petugas Pajak, Wajib Pajak.