Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PAJAK DAERAH, RETRIBUSI DAERAH, DAN PENGELOLAAN ASET DAERAH TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Al Putri Oktavia; Ikhwan Wadi
Jurnal Aplikasi Perpajakan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Aplikasi Perpajakan
Publisher : Jurnal Aplikasi Perpajakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jap.v7i1.532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan pengelolaan aset daerah terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda terhadap 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah, retribusi daerah, dan pengelolaan aset daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Pengelolaan aset daerah menjadi variabel yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan pentingnya optimalisasi sumber pendapatan dan pengelolaan aset untuk meningkatkan kinerja keuangan daerah secara efektif, transparan, dan akuntabel.
PELATIHAN JADAM MICROBA SOLUTION DI POKTAN SENGENIT MENUJU PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN Muhammad Anwar; Muhammad Joni Iskandar; Ikhwan Wadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26457

Abstract

Abstrak: Sebagian besar tanah pertanian tropis mengalami penurunan kesuburan tanah, keasaman, salinasi, degradasi lahan dan hilangnya produktivitas serta ketidakseimbangan unsur hara. Menjaga bahan organik tanah menjadi penting untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian. Tujuan pengabdian yaitu pelatihan pembuatan pembenah tanah metode Jadam Microba Solution (JMS) berbahan sumberdaya lokal. Metode pelaksanaan dengan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan ceramah dan praktikum langsung dengan jumlah peserta 28 orang anggota kelonpok tani. Kesimpulan dari pengabdian, Pelatihan pembuatan jadam microba solution ini mendapat respon positif atau menerima sebesar 96,18%, mitra dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan capaian masing-masing 100% dan 76,92%. Sebagai tindak lanjut akan dilaksanakan peran serta atau partisipasi anggota poktan terus ditingkatkan pada setiap kegiatan, akan jadwalkan praktek aplikasi JMS, pelatihan pembuatan JMS dengan umbi-umbian yang ada di sekitarnya.Abstract: Most tropical agricultural land experiences decreased soil fertility, acidity, salination, land degradation and loss of productivity and nutrient adequacy. Maintaining soil organic matter is important to maintain agricultural land productivity. The aim of the service is training in making soil amendments using the Jadam Microba Solution (JMS) method using local resources. The implementation method is Participatory Rural Appraisal (PRA) with a lecture and direct practicum approach with 28 participants, members of farmer groups. The conclusion of this service is that the training on making jadam microbial solution received a positive response or acceptance of 96.18%, partners were able to increase their knowledge and skills with achievements of 100% and 76.92% respectively. As a follow-up, the role and participation of Poktan members will continue to be increased in each activity, JMS application practice will be scheduled, training on making JMS with tubers in the surrounding area. 
The Effect of the Amount of BLT Funds and Distribution Mechanisms on Spending Priorities and Increasing Household Financial Resilience Wawan Muliawan; Ikhwan Wadi
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 9 No 2 (2026): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v9i2.9607

Abstract

Direct Cash Assistance (BLT) is a government program aimed at helping households meet basic needs and improve financial resilience, especially for low-income communities. This study aims to analyze the effect of the amount of Direct Cash Assistance (BLT) funds and its distribution mechanism on spending priorities and household financial resilience in Bagik Papan Village. The research method used is a quantitative method with a survey approach. Data were obtained by distributing questionnaires to households receiving Direct Cash Assistance (BLT) in Bagik Papan Village. The data analysis technique used multiple linear regression analysis to determine the effect of independent variables on the dependent variable. The results show that the amount of BLT funds has a significant effect on spending priorities and household financial resilience. In addition, the BLT distribution mechanism also has a significant effect on household priorities and financial resilience. Thus, it can be concluded that the amount of funds and the distribution mechanism of BLT have an important role in helping households manage expenses and improve finances. This study is expected to be a consideration for the government in increasing the effectiveness of BLT distribution policies.
Pengaruh Kearifan Lokal dan Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga dan Kemampuan Perencanaan Keuangan Rumah Tangga Lina Sofiana; Ikhwan Wadi
Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Vol. 4 No. 3 (2026): (JGIA) Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi (Agustus - Oktober 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgia.v4i3.674

Abstract

Kajian ini menguji dampak kearifan lokal dan literasi keuangan terhadap pengelolaan serta perencanaan keuangan rumah tangga di Desa Suela, Lombok Timur dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 70 responden yang ditentukan menggunakan purposive sampling, kemudian diolah dengan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal maupun literasi keuangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan dan perencanaan keuangan rumah tangga. Sebaliknya, pengelolaan keuangan rumah tangga terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan perencanaan keuangan rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan nilai kearifan lokal belum sepenuhnya terimplementasi dalam perilaku keuangan masyarakat pedesaan, sehingga diperlukan penguatan edukasi keuangan yang sesuai dengan konteks budaya setempat.
Educational and Financial Technology Innovations for Coffee Farmers' Financial Literacy: Inovasi Edukasi Dan Teknologi Finansial Untuk Literasi Keuangan Petani Kopi Ota Piani; Ikhwan Wadi
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 4 (2026): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i4.2259

Abstract

General Background Indonesia's agricultural sector, particularly coffee production, significantly supports the national economy and rural livelihoods. Specific Background Agricultural workers in Sapit Village experience seasonal income instability and predominantly rely on traditional, short-term monetary management alongside informal loans. Knowledge Gap While previous literature links economic knowledge, digital tools, and budgeting to economic well-being, the specific integration of these variables among rural agricultural communities remains underexplored. Aims This quantitative study investigates the relationship between economic education, digital technology, budgeting, and the fiscal comprehension of 46 agricultural workers. Results Utilizing PLS-SEM analysis, the findings reveal that educational interventions (p = 0.117), digital technology (p = 0.612), and budgeting (p = 0.233) do not significantly determine fiscal comprehension, explaining only 15.1% of the total variance. Novelty This research provides a contextual diagnostic showing that standard interventions fail when applied to rural communities with seasonal revenue patterns and limited digital infrastructure. Implications Stakeholders must pivot from sporadic socialization to continuous, integrated assistance and accessible formal services tailored to seasonal agricultural cycles. Highlights Educational interventions and digital tools do not significantly shape rural fiscal comprehension. Traditional short-term budgeting persists due to seasonal revenue cycles and limited infrastructure. Continuous stakeholder assistance remains necessary over sporadic socialization programs to build economic resilience. Keywords Financial Education; Financial Technology; Financial Planning; Financial Literacy; Coffee Farmers