Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FACTORS of PRODUCTION RICE CORPORATE FARMING MODEL in CENTRAL JAVA Dwi Haryati Ningsih; Muhammad Joni Iskandar; Elwani Hidayati
Journal of Agri Rinjani: Social Agricultural Economics - Faculty of Agriculture, UGR Vol. 2 No. 1 (2022): Vol 2 No 1
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.464 KB) | DOI: 10.53952/jar.v2i1.87

Abstract

The agricultural sector is still faced with various problems. Starting from the increasingly narrow land, decreased land productivity due to the use of inappropriate production factors, erratic and unpredictable climatic conditions to the issue of unique prices that fluctuate at any time. These obstacles and constraints will ultimately affect the income of farmers. The distribution of income is obtained from the production and productivity of rice farming during the growing season. Increased production can be done through the agricultural model of corporate farming. This study aims to estimate the factors that influence rice production with the corporate farming model. The research location was determined purposively in Sukoharjo Regency. Sampling by census was 51 corporate farmers. Estimated data to produce factors of production using the Cobb-Douglass production function model. The results showed that the factors that significantly affected the increase in rice production using the corporate farming model were land area and urea fertilizer. Meanwhile, the production factors of SP-36 fertilizer, NPK fertilizer, pesticides and labor did not have an effect on the increase in rice production so that these production factors could be an opportunity to improve production and productivity.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DENGAN DEKOMPOSER MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) di DESA GAPUK KECAMATAN SURALAGA Muhammad Joni Iskandar; Dwi Haryati Ningsih; Rini Endang Prasetyowati; Rizal Ahmadi
Journal of Agri Rinjani: Social Agricultural Economics - Faculty of Agriculture, UGR Vol. 2 No. 1 (2022): Vol 2 No 1
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.261 KB) | DOI: 10.53952/jar.v2i1.88

Abstract

The need for organic fertilizers is always increasing in the development of food crops in Indonesia, especially in the East Lombok Regency. The increase in fertilizer demand was driven by the scarcity of fertilizers and the lack of subsidized fertilizers in various regions. In processing livestock manure such as cow manure, it is still very minimal because farmers in the area have not processed it optimally. This is because cow dung is considered to cause an unpleasant odor, is dirty and can cause many diseases, causing the desire to throw it away. Whereas cow dung can be utilized optimally as the main ingredient for making compost. Efforts to add compost activator can be done by adding MA-11 or better known as microbacter alfaafa-11 as the main decomposer. The purpose of this community service (PKM) is for farmer groups in Gapuk Village by utilizing cow dung so that its management can be processed optimally so that in the long term it is expected to be able to produce at affordable prices and environmentally friendly. This activity uses the following methods: a) counseling and face-to-face on the importance of processing cow dung into organic fertilizer, b) knowledge training on how to make organic fertilizer with cow dung and MA-11 decomposer, and c) demonstration of making organic fertilizer.
EFISIENSI PEMASARAN BLACK GARLIC (Allium sativum L.) SEMBALUN LOMBOK TIMUR Rendi; Rini Endang Prasetyowati; Dwi Haryati Ningsih
Journal of Agri Rinjani: Social Agricultural Economics - Faculty of Agriculture, UGR Vol. 3 No. 1 (2023): Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jar.v3i1.168

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor unggulan ekonomi sampai saat ini. Hal ini dibuktikan dengan kekuatan didalam menghadapi goncangan ekonomi yang kurang menguntungkan. Namun sektor pertanian masih memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi ini harus dan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan strategi-strategi baru yang lebih tepat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui margin pemasaran, bagian petani dan efisiensi pemasaran bawang putih hitam di Sembalun. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Sampel penelitian ditentukan secara sensus sebanyak 8 orang yang berprofesi sebagai produsen sekaligus stakeholder black garlic. Metode dasar estimasi saluran pemasaran bawang putih hitammenggunakan analisis deskriptif. Margin marketing diukur dengan menggunakan harga tingkat produsen dikurangi harga ditingkat konsumen. Sementara diestimasi saham petani menggunakan rumus satu dikurang dengan rasio margin dengan harga yang ditinggkat produsen. Efisiensi pemasaran diestimasi dengan konsep perbandingan total biaya pemasaran dengan nilai produk yang dipasarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marjin pemasaran black garlicmulai dari produsen ke konsumen akhir, produsen ke konsumen (online), produsen ke konversi baru ke konsumen akhir. Margin pemasaran paling besar pada saluran pemasaran I dan saluran pemasaran paling kecil II. Famer share yang diterima petani paling tinggi pada saluran pemasaran I dan saluran pemasaran II. Efisiensi pemasaran masing-masing saluran menunjukkan saluran pemasaran I yang paling efisien.
Distribusi Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Oriza sativa L) di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Dwi Haryati Ningsih; Muhammad Anwar
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i5.855

Abstract

Agriculture is the basis for industrial development and is a pilot project for a country's economic development strategy. Even though its role is small, it impacts community welfare, especially providing food. This research aims to determine the costs and distribution of income from rice farming. The study was conducted in Aikmel District, East Lombok Regency, from August to October 2022. The number of respondents was 44, distributed to each village using proportional sampling to 9 villages, which were considered representative based on the most significant number of farmers and area of rice fields, namely Toya Village with six people, East Aikmel 6 people, East Kalijage 5 people, Kembang Kerang 5 people, Kalijage 5 people, Aikmel West 4 people, Aikmel North 4 people, Kembang Kerang Daye 4 people, and Keroya 4 people. The selection of respondents in each village was done using purposive sampling. Data analysis uses cash flow analysis and Gini ratio analysis. The research results showed that production costs amounted to IDR15,004,910 per area of cultivated land or IDR18,540,185 per hectare, the income value (Net Return) received was IDR13,303,772 per area of developed land or IDR 16,438,248 per hectare. The level of income distribution for rice farming in Aikmel District is that most people earn between 5-9.9 million, totaling 22 people or (50.00%), and based on the Gini coefficient of 0.246, it can be said that income inequality is at a low level.
Pelatihan Manajemen Administrasi Pembukuan Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Desa Sukadana Rini Endang Prasetyowati; Dwi Haryati Ningsih; Rizal Ahmadi; Muhamad Sarlan; Muhammad Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.h75cvk19

Abstract

Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi produktif di kalangan masyarakat, Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian hadir sebagai organisasi sosial yang secara khusus berfokus pada sektor peternakan. Salah satu bentuk usaha yang telah dikelola secara optimal oleh kelompok ini adalah dalam bidang produksi sapi. Pengabdian ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota KTT Berlian dalam mengelola aspek manajerial administrasi serta pembukuan kelompok, khususnya dalam pencatatan keuangan pada kegiatan penggemukan sapi. Pendekatan program ini dilaksanakan melalui metode pelatihan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola administratif dan keuangan kelompok. Proses pelaksanaan kegiatan terbagi dalam beberapa tahap, dimulai dari (1) fase persiapan yang mencakup koordinasi pelaksanaan program selama kurun waktu tiga bulan melalui serangkaian survei, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan tim pelaksana, mahasiswa, dan anggota KTT Berlian. Pada fase ini, berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pendampingan program dipersiapkan secara matang. Kemudian berlanjut pada (2) fase implementasi yang dilangsungkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pihak tim pengusul, mahasiswa, dan KTT Berlian. Tahap ini meliputi penyelenggaraan pelatihan manajemen administrasi dan keuangan. Selama pelaksanaan program, perkembangan kegiatan dipantau secara berkelanjutan dan disertai dengan sesi evaluasi serta diskusi mengenai efektivitas program. Evaluasi ini dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman anggota KTT Berlian, khususnya dalam menyusun sistem administrasi kegiatan dan laporan keuangan kelompok. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan manajemen administratif dan keuangan mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan serta efisiensi operasional kelompok. Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada penerapan model pelatihan yang berbasis pada prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan pendekatan melalui kelompok sosial sebagai sarana penguatan sistem administrasi dan akuntabilitas keuangan organisasi