Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Terapi Boneka Tangan Untuk Menurunkan Ansietas Akibat Efek Hospitalisasi Pada Anak Kejang Demam Kurni Zulfiani Aulia; Andin Sefrina; Intan Diah Pramithasari
Serulingmas Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.262 KB)

Abstract

Kejang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kondisi tubuh berupa kejang berulang, epilepsi, hemiparese, dan gangguan perkembangan yang mengharuskan anak dirawat di rumah sakit. Kondisi tersebut menimbulkan efek hospitalisasi pada anak sehingga menyebabkan kecemasan, trauma, dan frustasi. kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Terapi bermain boneka tangan merupakan salah satu teknik dengan memainkan boneka tangan untuk membantu menurunkan ketegangan emosional yang dirasakan pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada 1 orang responden dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dianalisis menggunakan pre-test dan post-test pada setiap tindakan terapi bermain. Terapi bermain boneka tangan terbukti efektif untuk menurunkan ansietas karena efek hospitalisasi pada anak usia toddler dengan kejang demam. Tenaga kesehatan hendaknya dapat mengembangkan aplikasi atraumatic care selama perawatan serta pemeriksaan psikologik untuk meminimalkan adanya dampak hospitalisasi yang dapat berimbas pada fisik maupun psikis anak dan mengembangkan terapi bermain agar kecemasan dan stress anak selama perawatan dapat teratasi. Kata Kunci: Kejang Demam, Ansietas, Terapi Bermain Boneka Tangan
Karakteristik Keluarga dan Praktek Pengasuhan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Intan Diah Pramithasari; Andin Sefrina
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.512

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan balita karena malnutrisi jangka panjang. Balita yang mengalami stunting menjadi terlalu pendek untuk usianya, serta akan menjadikan mereka rentan terhadap penyakit. Kecamatan Sampang menjadi salah satu lokus stunting di Kabupaten Cilacap. Perlu adanya upaya sinergi untuk mengatasi stunting dengan mengetahui terlebih dahulu faktor yang berkaitan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik keluarga dan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting. Penelitian menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.  Pengambilan sampel ini dilakukan secara accidental pada 43 ibu balita yang melakukan kunjungan pemeriksaan kesehatan balita di Puskesmas Sampang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel jumlah anggota keluarga, tingkat pengetahuan ibu, riwayat pemberian ASI dan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sampang. Sementara itu, ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu (p-value 0,035) dan praktek pemberian makan (p-value 0,044) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sampang.
BERMAIN ORIGAMI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK DHF DI RUMAH SAKIT Karomatun Nisa; Andin Sefrina; Siti Rochana; Iva Puspaneli Setiyaningrum
Jurnal Riset Teknologi Kesehatan Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Riset Teknologi Kesehatan (RITEKES) Volume 2, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/ritekes.v2i1.149

Abstract

Masih tingginya angka kejadian DHF khususnya pada anak prasekolah akan berdampak pada tingginya insiden anak dirawat di rumah sakit akibat gejala yang muncul pada DHF. Proses perawatan anak di rumah sakit atau hospitalisasi seringkali menjadi stresor tersendiri bagi anak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stresor anak selama hospitalisasi yaitu bermain, salah satunya origami. Desain penelitian ini merupakan desain kualitatif pendekatan studi kasus, pada satu responden anak prasekolah yang dirawat karena DHF, bermain origami dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada penurunan tingkat kecemasan skala FIS 4 (cemas sedang) saat sebelum bermain menjadi skala FIS 1 (sangat tidak cemas) saat setelah bermain. Faktor yang berperan dalam penurunan kecemasan diantaranya pendampingan orang tua dan kebebasan anak dalam memilih kertas dan bentuk origami kesukaan. Bermain origami dapat menjadi alternatif tindakan untuk mengurangi kecemasan anak selama hospitalisasi. Penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan diantaranya untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penurunan kecemasan anak selama aktivitas bermain.