Articles
APLIKASI THEORY OF UNPLEASANT SYMPTOMS (TOUS) PADA ANAK YANG MENGALAMI MUAL AKIBAT KEMOTERAPI DI RUANG RAWAT NON INFEKSI RSCM JAKARTA
Andin Sefrina;
Nani Nurhaeni;
Happy Hayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.951 KB)
Anak yang sedang menjalani kemoterapi sering mengalami gangguan rasa nyaman mual sebagai efek samping pemberian obat kemoterapi. Mual yang dialami oleh anak dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan dasarnya terutama kebutuhan nutrisi dan cairan. Oleh karena itu, asuhankeperawatan serta manajemen gejala mual yang tepat sangat dibutuhkan agar tidak terjadi gangguan yang lebih parah pada anak. Karya Ilmiah ini disusun dengan tujuan untuk menggambarkan aplikasi Theory of Unpleasant Symptoms (TOUS) pada anak yang mengalami mual akibat kemoterapi serta menganalisis keefektifannya. TOUS memiliki tiga komponen yaitu gejala, faktor yang mempengaruhi dan penampilan akhir klien. Ketiga komponen tersebut saling berhubungan serta dapat diintegrasikan dalam asuhan keperawatan anak. Proses aplikasi teoridimulai dengan analisis teori, penyusunan format asuhan keperawatan dari pengkajian hingga evaluasi, pelaksanaan aplikasi teori pada tiga orang klien dan melakukan analisis keefektifan penggunaan teori. Hasil pelaksanaan aplikasi teori yaitu TOUS dapat diaplikasikan pada asuhankeperawatan anak yang mengalami mual akibat kemoterapi karena melalui manajemen gejala berbasis TOUS, kebutuhan rasa nyaman anak akan terpenuhi meski mual masih masih muncul selama kemoterapi berlangsung. Aplikasi TOUS pada asuhan keperawatan anak hendaknyamemperhatikan aspek tumbuh kembang dan psikologis anak. Kedua aspek tersebut terbukti dapat mempengaruhi bentuk manajemen gejala mual dan dapat mempengaruhi pelaksanaan asuhan keperawatan secara umum.Keywords: Theory of Unpleasant Symptoms, aplikasi TOUS, mual pada anak dengan kemoterapi
APLIKASI THEORY OF UNPLEASANT SYMPTOMS (TOUS) PADA ANAK YANG MENGALAMI NYERI DI RUANG RAWAT NON INFEKSI RSCM JAKARTA
Andin Sefrina;
Nani Nurhaeni;
Happy Hayati
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 1, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.042 KB)
Objective: to illustrate the application of the Theory of Unpleasant Symptoms (TOUS) in children who experience nausea caused by chemotherapy and analyze their effectiveness. TOUS has three components: symptoms, factors affecting the client and the final appearance. Methods: The application process begins with an analysis of the theory, preparation of nursing care format of assessment and evaluation, implementation of the application of theory to the three clients and analyzing the effectiveness of the use of theory. Results: Results of the implementation of applications, namely TOUS theory can be applied to the nursing care of children who have cancer pain and pain related to diagnostic procedures for the management of symptoms through TOUS based, needs a sense of comfort the child will be met despite the pain they still appear for hospitalized children. Conclusion: Application TOUS on nursing care to children should pay attention to the psychological aspects of growth and development and child. Both aspects are proven to affect the shape of pain and symptom management may affect the implementation of nursing care in general.
CAMILAN SEHAT “BANOFEE PIE GLUTEN FREE “ SEBAGAI INOVASI FUSION FOOD DI DESA MAOS LOR
Titin Kartiyani;
Dewi Prasetyani;
Andin Sefrina;
Titi Alfiani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.062 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v3i1.1642
Desa Maos Lor menjadi salah satu Desa Inovasi di Kabupaten Cilacap yang memiliki komoditas pertanian berupa tanaman pisang khususnya jenis pisang raja bandung, pisang kepok dan pisang ambon. Pisang tersebut dapat dijadikan tepung pisang yang dapat digunakan sebagai subtitusi (pengganti) atau bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam produk makanan, salah satunya inovasi produk bakery yaitu Banoffee pie (pie berbahan dasar tepung pisang dengan pugasan toffe cream, saus karamel dan potongan buah pisang segar). Produk ini dapat menjadi salah satu produk Industri Rumah Tangga (IRT) yang memiliki peluang usaha kekinian yang potensial pada saat ini. Berdasarkan hal tersebut, maka tim pengabdian masyarakat kerjasama antara Stikes Al-Irsyad Al-Islamiyah dan Stikes Serulingmas Cilacap, mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan produk Banoffe Pie sekaligus juga melakukan pendampingan dalam penetapan strategi pemasaran produk tersebut. Tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat Desa Maos Lor dapat menjadikan penjualan produk Bannoffe Pie sebagai penghasilan tambahan yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa. Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan berupa pemberian materi tentang strategi pemasaran produk dan manfaat buah pisang, pelatihan pembuatan produk dan pengemasannya, praktik mandiri dan ujicoba pemasaran produk kepada calon konsumen. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2021 yang diikuti oleh ibu-ibu kader dan anggota BUMDES Maos Lor. Hasil evaluasi kegiatan berupa para ibu kader dan anggota BUMDES telah dapat mempraktikkan pembuatan produk secara mandiri, melakukan pengemasan produk yang efisien dan layak jual, serta telah melakukan ujicoba pasar kepada calon konsumen. Rekomendasi atau tindak lanjut kegiatan ini yaitu tim pengabdian diharapkan terus melakukan pendampingan agar tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa melalui usaha IRT ini tercapai.
“Ngobrol Emak Tentang Anak” Konseling Daring Gratis Tentang Kesehatan Anak Pada Ibu di Wilayah Kabupaten Cilacap
Andin Sefrina, Ns., M.Kep., Sp.Kep.An.
JPS : Jurnal Pengabdian Serulingmas Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : JPS : Jurnal Pengabdian Serulingmas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.393 KB)
The ongoing COVID-19 pandemic is forcing us to minimize outdoor activities. Therefore, the situation becomes challenging when the mothers must nurse children with various health problems at home without access to a health facility. Based on a preliminary study, sometimes mothers do not have sufficient knowledge about children’s care, so they often develop anxiety if children’s development become unoptimized, especially because the children couldn’t learn at school and play outside. Those phenomena point out that there are issues experienced by the mothers related to children’s nursery at home. The proposer did community service in the form of Free Online Counseling with the title “Ngobrol Emak Tentang Anak” as one of the solutions to the problems. The aim of these programs is child’s growth and development optimization, children’s health safety during the COVID-19 pandemic, and adding mother’s knowledge and skills to children’s nurseries at home. The program is followed by 11 clients (the mothers) using WhatsApp chat media. Various client’s problems in this program include child’s nutrition, constipation, tantrum, sibling rivalry, and smartphone addiction. The conclusions from the results of this program are the client’s knowledge and problem-solving skills were enhanced to overcome various child’s health problems during the COVID-19 pandemic. Those things have a positive impact on a child’s health level and the child’s health optimization during the COVID-19 pandemic.
Penerapan Terapi Boneka Tangan Untuk Menurunkan Ansietas Akibat Efek Hospitalisasi Pada Anak Kejang Demam
Kurni Zulfiani Aulia;
Andin Sefrina;
Intan Diah Pramithasari
Serulingmas Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.262 KB)
Kejang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kondisi tubuh berupa kejang berulang, epilepsi, hemiparese, dan gangguan perkembangan yang mengharuskan anak dirawat di rumah sakit. Kondisi tersebut menimbulkan efek hospitalisasi pada anak sehingga menyebabkan kecemasan, trauma, dan frustasi. kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Terapi bermain boneka tangan merupakan salah satu teknik dengan memainkan boneka tangan untuk membantu menurunkan ketegangan emosional yang dirasakan pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada 1 orang responden dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dianalisis menggunakan pre-test dan post-test pada setiap tindakan terapi bermain. Terapi bermain boneka tangan terbukti efektif untuk menurunkan ansietas karena efek hospitalisasi pada anak usia toddler dengan kejang demam. Tenaga kesehatan hendaknya dapat mengembangkan aplikasi atraumatic care selama perawatan serta pemeriksaan psikologik untuk meminimalkan adanya dampak hospitalisasi yang dapat berimbas pada fisik maupun psikis anak dan mengembangkan terapi bermain agar kecemasan dan stress anak selama perawatan dapat teratasi. Kata Kunci: Kejang Demam, Ansietas, Terapi Bermain Boneka Tangan
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA BUKLET DAN CATATAN HARIAN MAKAN TERHADAP POLA MAKAN ANAK
Andin Sefrina;
Norif Didik Nur Imanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14473
Pemenuhan dan pengaturan makan anak yang buruk oleh orang tua cenderung mengakibatkan pola makan yang buruk pada anak yang bisa terjadi di masa mendatang. Oleh karena itu, perlu tindakan atau intervensi tertentu untuk memperbaiki pola makan anak, mencegah terjadinya malnutrisi, stunting atau gangguan tumbuh kembang anak di masa mendatang. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kesehatan tentang gizi anak dan pencatatan pola makan anak untuk perbaikan pola makan anak. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan media buklet dan catatan harian makan terhadap perubahan pola makan anak. Desain penelitian berupa rancangan pra-eksperimen pretest – posttest single group dengan metode sampling purposive. Instrumen penelitian berupa kuisioner, lembar rekap, buklet edukasi dan buklet pencatatan harian makan. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan bivariat (Wilcoxon Signed Rank). Hasil penelitian meliputi karakteristik responden pada penelitian ini diantaranya usia responden terbanyak yaitu 31-34 tahun dan 35-38 tahun masing-masing sebanyak 26,3%, serta tingkat pendidikan terbanyak dari responden adalah tingkat pendidikan SMP/SLTP sebanyak 68,4%. Hasil analisis data bivariat perbedaan mean pola makan anak sebelum dan setelah intervensi menunjukkan data p value 0,317 atau p value > 0,05. Kesimpulannya pendidikan kesehatan menggunakan buklet dan catatan harian makan tidak efektif terhadap perubahan pola makan anak. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan anak dan penelitian tentang cara-cara untuk memperbaiki pola makan anak seperti terapi komplementer untuk meningkatkan nafsu makan anak.
Improving maternal knowledge and children's eating pattern by a combination of a booklet and food journaling
Andin Sefrina;
Norif Didik Nur Imanah
Journal of Holistic Nursing Science Vol 10 No 1 (2023): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/nursing.v0i0.8112
Health education is a promising intervention to improve the mother's nutrition knowledge. However, a study focusing on using booklets and food journaling is limited in the literature. This study aims to assess the effectiveness of health education using a booklet and food journaling on the daily nutrition pattern of children. The study design is a pre-experiment pretest-posttest single group design using 19 participants who met the criteria. The participants received intervention one session of health education using a booklet and 14 days of food journaling activity for the children eating patterns. Data analysis used univariate analysis, and Wilcoxon signed rank. The study showed significant differences in maternal knowledge before and after intervention (p<0.05). However, there are no significant differences in children eating patterns (p>0.05). The findings suggest that health education using a booklet and food journaling book effectively increases maternal knowledge but does not change children's eating patterns. Keywords: Health education; food journaling; booklet; eating pattern in children; nutritional status
Edukasi Nutrisi dan Pola Makan Anak Guna Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Desa Wlahar, Kecamatan Adipala, Cilacap
Sefrina, Andin;
Imanah, Norif Didik Nur
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31294/jabdimas.v7i1.15133
Masalah kekurangan nutrisi pada anak masih menjadi fokus perhatian saat ini di Indonesia. Angka kejadian stunting di Kabupaten Cilacap masih mencapai 30% berdasarkan data RISKESDAS 2018. Anak dengan stunting dan masalah nutrisi juga masih terjadi di Desa Wlahar. Hal tersebut terjadi karena minimnya pengetahuan ibu Balita tentang nutrisi anak dan tidak adekuatnya praktik pemberian makan anak. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat perlu melakukan pengabdian masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait nutrisi dan pola makan anak. Kegiatan ini juga merupakan hilirisasi hasil penelitian sebelumnya. Kegiatan edukasi kesehatan diikuti oleh 20 ibu balita yang memiliki anak dengan masalah nutrisi dan masalah makan. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media booklet. Sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan, Ibu yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 10%, tingkat pengetahuan sedang sebanyak 60% dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 30%. Setelah pelaksanaan edukasi kesehatan, Ibu yang memiliki tingkat pengetahuan sedang menjadi 55% dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi bertambah menjadi 45%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita. Edukasi kesehatan selanjutnya yang dapat diberikan pada ibu balita dapat berupa edukasi untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi oleh para ibu balita saat pemberian dan pengaturan pola makan anak.
EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MENGATASI MASALAH KESEHATAN
Setyaningrum, Iva Puspaneli;
Sefrina, Andin;
Lestari, Ayu;
Idhawati, Idhawati
Serulingmas Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program Indonesia Sehat merupakan program utama Pembangunan Kesehatan, terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Salah satu upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas adalah program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) dilaksanakan oleh puskesmas, dengan mengintegrasikan upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambungan. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, yang merupakan entry point dalam upaya mencapai kesehatan masyarakat secara optimal. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa 51% keluarga mampu melaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga, sedangkan 49% keluarga tidak mampu melaksanakan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Pada anggota keluarga yang sakit tersebut tentunya penyakit akan terus berlanjut dan semakin berat, bahkan akan timbul komplikasi yang memperburuk kondisi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian asuhan keperawatan keluarga terhadap kemandirian keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan pada keluarga di wilayah kerja Puskesmas Adipala I. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-experimental, penelitian kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling. Desain quasi experiment one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian asuhan keperawatan keluarga terhadap peningkatan tingkat kemandirian keluarga. Faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian keluarga setelah mendapatkan asuahan keperawatan keluarga, diantaranya internal dan eksternal keluarga.
Karakteristik Keluarga dan Praktek Pengasuhan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting
Intan Diah Pramithasari;
Andin Sefrina
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33757/jik.v6i1.512
Stunting merupakan salah satu masalah yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan balita karena malnutrisi jangka panjang. Balita yang mengalami stunting menjadi terlalu pendek untuk usianya, serta akan menjadikan mereka rentan terhadap penyakit. Kecamatan Sampang menjadi salah satu lokus stunting di Kabupaten Cilacap. Perlu adanya upaya sinergi untuk mengatasi stunting dengan mengetahui terlebih dahulu faktor yang berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik keluarga dan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting. Penelitian menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel ini dilakukan secara accidental pada 43 ibu balita yang melakukan kunjungan pemeriksaan kesehatan balita di Puskesmas Sampang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel jumlah anggota keluarga, tingkat pengetahuan ibu, riwayat pemberian ASI dan pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sampang. Sementara itu, ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu (p-value 0,035) dan praktek pemberian makan (p-value 0,044) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sampang.