This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Edy Pranoto
Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kritik Terhadap Kemajuan Perpustakaan Perguruan Tinggi Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.869

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi yang tidak menyesuaikan dengan perkembangan zaman tersebut sudah pasti akan terpuruk. Semua kemajuan lahir dari kritik. Pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus mempunyai kemampuan untuk menerima dan mengolah kritik yang diontarkan kepadanya. Tulisan ini pada hakikatnya menyampaikan gagasan tentang peran kritik terhadap kemajuan perpustakaan perguruan tinggi. Namun perlu dipahami bahwa kritik hanya dapat dilontarkan kepada manusia yang mempunyai tanggung jawab dan segala sesuatu yang tergantung kepadanya, jadi bukan ditujukan kepada benda meskipun benda itu merupakan kenyataan yang ada. Dalam menjalankan kepemimpinnya, pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus memahami dan menerapkan fungsi-fungsi manajemen sebagaimana mestinya. Disamping itu, harus disadari bahwa dalam kepemimpinan apapun tentu tidak lepas dari kritik. Pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus mempunyai sikap terbuka terhadap kritik, karena semua kemajuan lahir dari kritik.
Good Governance: Perannya Dalam Membangun Public Trust Dalam Kepemimpinan Perpustakaan Perguruan Tinggi Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 15, No 3 (2008): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v15i3.947

Abstract

Good governance adalah wujud pemerintahan yang dilakukan oleh pimpinan, sedangkan public trust dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai sikap yang ditunjukkan bawahan terhadap pimpinannya kendatipun public trust merupakan istilah yang sebenarnya digunakan untuk masyarakat luas. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana hubungan sebab-akibat tersebut dalam kepemimpinan perpustakaan perguruan tinggi. Dengan harapan bahwa pimpinan perpustakaan perguruan tinggi dapat menata dan mengevaluasi dirinya, agar public trust tercipta dalam kepemimpinannya sehingga memperlancar pelaksanaan program yang dicanangkan sesuai visi dan misi yang diembannya. Pimpinan perpustakaan perguruan tinggi harus berupaya menciptakan good governance dalam kepemimpinannya dengan melakukan tindakan yang serba transparan dan memberikan kesempatan bagi siapapun untuk melakukan pengawasan. Dengan demikian  public trust akan tebangun dengan sendirinya, yang ditandai dengan kesetiaan, kepercayaan, dan dukungan semua bawahan secara sukarela. Sosialisasi baik mengenai semua program yang dicanangkan maupun kondisi keuangan perpustakaan sangat penting artinya. Selama ia berpikir bahwa transparan dan akuntabilitas akan mengurangi rejekinya, maka tak ada maknanyalah kepemimpinan dirinya di mata anak buahnya.
Manajemen Pembinaan Perpustakaan Rumah Pintar Di Kecamatan Semarang Barat Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.715 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (a) perencanaan (planning),  (b) pengorganisasian (organizing), (c) penggerakan (actuating), dan (d) pengawasan (controlling) pada manajemen pembinaan Perpustakaan Rumah Pintar di Kecamatan Semarang Barat. Lokasi penelitian ini adalah Kecamatan semarang Barat, yang meliputi: Kelurahan Bongsari, Kelurahan Bojong Salaman, Kelurahan Kembangarum, Kelurahan Gisik Drono, dan Kelurahan Krobokan. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara disertai dengan record. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut fungsi manajemen: 1) Perencanaan (planning) belum dapat direalisasikan sepenuhnya; 2) Pengorganisasian (organizing) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Hanya Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Krobokan yang menyatakan bahwa pengorganisasian perpustakaan dapat berjalan dengan (Pustakawan Madya di Perpustakaan Universitas Negeri Semarang (UNNES))lancar dikarenakan pengelola tetapnya sudah ada; 3) Penggerakan (actuating) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Meskipun demikian, dua kelurahan dapat menjalankan aktivitas perpustakaan. Hanya satu kelurahan yang menyatakan bahwa penggerakan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dikarenakan pengelola tetapnya sudah ada; 4) Pengawasan (controlling) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Hanya Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Krobokan yang menyatakan bahwa pengawasan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dan terprogram setiap tiga bulan sekali melalui pertemuan pihak kelurahan, pengelola Rumah Pintar dan pengelola Perpustakaan Rumah Pintar, serta tutor.
Menulis Artikel Ilmiah untuk Majalah Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.685 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i1.899

Abstract

Menulis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh pustakawan sebagai tenaga profesional mulai dari jenjang jabatan yang paling rendah sekalipun. Artikel ilmiah berbeda dengan artikel populer sebagaimana tedapat di surat kabar atau majalah populer. Perbedaan tersebut terletak pada gaya dan sistematika penulisannya. Pada hakikatnya proses menulis artikel ilmiah maupun artikel non ilmiah adalah sama, yakni melalui tahapan. Pustakawan yang sedang belajar menulis perlu mengenali tahapan menulis tersebut, yakni: 1) menangkap gagasan, 2) membuat sketsa tulisan, 3) mencari literatur, 4) Pengembangan gagasan: membuat uraian dan mengedit. Artikel ilmiah di majalah tidak akan menarik bila tidak disajikan dengan bahasa populer. Tulisan semacam ini dikenal dengan tulisan ilmiah populer. Sistematika artikel ilmiah populer pada umumnya adalah:     1) judul, 2) nama penulis di bawah judul, 3) abstrak (sari), 4) kata kunci di bawah abstrak, 5) isi: pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar pustaka (rujukan). Di samping itu, penulis juga harus mengetahui, memahami, dan memegang teguh etika menulis agar tidak terjerumus kedalam plagiarisme.