This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Purwono Purwono
Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepustakawanan: Pemahaman Seorang Praktisi dalam Menjalani Kariernya Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 19, No 3 (2012): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara sempit kepustakawanan sering hanya dihubungkan dengan kegiatan teknis yang dilakukan pustakawan. Ini adalah pandangan yang salah. Kepustakawanan memang berintikan sebuah profesi, yaitu pustakawan. Profesi ini memegang teguh nilai-nilai tentang kualitas, kehormatan, dan kebersamaan. Berbicara tentang kepustakawanan tidak terlepas dari istilah perpustakaan dan pustakawan. Perpustakaan memungkinkan peradaban itu tetap berlangsung, baik dengan mempertahankan peran buku, maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi terbaru. Pengelola institusi ini disebut pustakawan, dan keseluruhan kegiatan pengelolaan itu disebut kepustakawanan. Sejarah perkembangan perpustakaan sebenarnya tergantung dengan keadaan sosial, ekonomi serta masyarakat di suatu negara. Semua ini dialami perpustakaanperpustakaan di dunia termasuk Indonesia yang benar-benar sangat tergantung pada keadaan sosial, politik, dan ekonomi dari masa ke masa.
Pelestarian Jangka Panjang Dan Aksesibilitas Isi Informasi Dengan Teknologi Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.378 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v17i1&2.870

Abstract

Pemilihan program komputer untuk kegiatan di perpustakaan pada kenyataannya, bukan masalah sederhana, terutama jika program komputer tersebut akan digunakan untuk pengolahan data koleksi perpustakaan. Perubahan kebijakan, perluasan layanan, dan munculnya kerjasama antar perpustakaan, merupakan beberapa pemicu masalah dalam pemakaian program komputer di perpustakaan. Pilihan untuk mengganti program komputer agar sesuai dengan perkembangan kegiatan perpustakaan bukan hal yang mudah. Kegagalan migrasi data merupakan masalah besar yang sering kali muncul, terutama jika perpustakaan harus mengisi ulang seluruh data koleksi yang dimilikinya. Oleh karena itu perlu kecermatan dalam pemilihan teknologi yang tepat untuk kegiatan preservasi.
Kepustakawanan : Kemarin Dan Esok Adalah Hari Ini Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1571.642 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.863

Abstract

Dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menpan Nomor 18 Tahun 1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Pustakawan (yang hingga saat ini telah beberapakali disempurnakan), menandakan bahwa pemerintah telah mengakui jika pekerjaan seorang pustakawan sebagai Jabatan Fungsional. Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah perguruan tinggi di Indonesia yang pertama kali menerapkan peraturan jabatan fungsional pustakawan. Saya adalah  ”Pustakawan Glundung Pringis” karena ketika saya diangkat pertama kali sebagai Pejabat Fungsional Pustakawan melalui inpassing bukan pengangkatan pertama berdasar kualifikasi yang disyaratkan, karena sebagaimana diketahui bersama, syarat untuk pengangkatan Jabatan Fungsional Pustakawan harus memiliki pendidikan minimal D2/D3 di bidang Perpustakaan. Saya diangkat sebagai pejabatan fungsional pustakawan berdasar SK.  Mendikbud  No. 95/C/1990, dengan posisi:  Jabatan Fungsional  Pustakawan: Pustakawan Pratama. TMT: 31 Januari 1988. Sejak itulah saya meniti karir di bidang kepustakawanan melalui dua  zaman yaitu Era Kepustakawanan Konvensional yang serba manual atau hastawi dan Era Kepustakawanan dengan penerapan Teknologi Informasi yang padat teknologi. Di dalam meniti karir di UGM saya berpegang pada ”Ngelmu Beja”. Ngelmu beja itu adalah ngelmu atau ilmu untuk  ”hanggayuh kamulyan” bukan sekedar ” kemul-liyan”.