Tommy Abrar
Biokimia, FMIPA, IPB University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Propolis Dengan Parameter Konsentrasi Glukosa, Kolesterol dan Trigliserida Pada Darah Tikus Akhmad Endang Zainal Hasan; Husnawati Husnawati; Tommy Abrar
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2231

Abstract

Propolis merupakan salah satu bahan alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat, antara lain sebagai antibakteri, hepatoprotektor, anestesi lokal, antikanker dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat toksisitas subkronis ekstrak etanol 70% propolis (EEP) pada tikus Sprague Dawley terhadap glukosa, kolesterol dan trigliserida darah selama 28 hari. Ekstrak propolis diberikan sebanyak 1 ml secara oral pada tikus jantan dan betina sebanyak 60 ekor dan 10 ekor sebagai kontrol. Ekstrak diberikan dalam dosis 0,3 mg/kg bobot badan (BB), 2,1 mg/kg BB, 14,7 mg/kg BB, 102,9 mg/kg BB, dan 720,3 mg/kg BB sebanyak 5 kali dalam seminggu selama 28 hari. Konsentrasi glukosa darah tikus jantan dan betina pada hari ke-28 adalah 79,85 – 97,49 mg/dL dan 61,88 – 90,26 mg/dL. Konsentrasi kolesterol darah tikus jantan dan betina pada hari ke-28 adalah 100,42 – 116,25 mg/dL dan 118,63 – 132,78 mg/dL. Konsentrasi trigliserida darah tikus jantan dan betina pada hari ke-28 adalah 128,64 – 142,37 mg/dL dan 110,95 – 128,58 mg/dL. Pemberian ekstrak etanol 70% propolis sampai dosis 720,3 mg/kg bb selama 28 hari tidak mengakibatkan abnormalitas terhadap nilai glukosa, kolesterol dan trigliserida darah tikus Sprague Dawley.  Semua parameter pada hari ke-28 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistika dibandingkan dengan kelompok normal.  Ekstrak etanol 70% propolis pada penelitian ini tidak menimbulkan pengaruh toksik pada konsentrasi glukosa, kholesterol dan trigliserida selama pengujian subkronis 28 hari.  Uji ANOVA pada hari ke-28 tidak menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan dengan kelompok normal.