This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Salmubi Salmubi
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Peran Pustakawan Indonesia: Persiapan Menghadapi Era Perpustakaan Digital Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.828

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia membuat setiap orang dapat mengakses informasi dengan cepat. Perkembangan teknologi tersebut menghilangkan barrier (penghalang) ruang dan waktu bagi setiap orang yang ingin mengakses informasi. Tentu saja hal ini mempengaruhi dunia perpustakaan di negara manapun, termasuk Indonesia. Dunia perpustakaan di Indonesia baru memasuki tahap awal implementasi TIK di perpustakaan (dalam skala besar), namun sebagian perpustakaan di Indonesia telah memanfaatkan TIK secara integral dan komprehensif. Beberapa perpustakaan mulai melanggan jurnal elektronik, buku elektronik dan sebagian sudah mulai merancang digital library. Perkembangan ini berdampak pada layanan informasi kepada pemustaka dan tentu saja berarti mengubah peran pustakawan sekaligus ekspektasi pemustaka terhadap pustakawan. Artikel ini membahas mengenai peran yang seharusnya dilakukan oleh pustakawan di era digital dengan menyelesaikan masalah klasik yang selalu dihadapi yaitu tidak adanya dukungan pimpinan, keterbatasan anggaran dan kelembagaan. Pustakawan harus menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat untuk menyelesaikan permasalahannya dan menghadapi era digital. Di era digital pustakawan bukan hanya sebagai penyedia informasi namun juga penyedia akses terhadap informasi, berperan dalam pemberdayaan pemustakanya dan berperan sebagai problem solver (dengan informasi dan akses informasi yang dimiliki) untuk menyelesaikan masalah pemustaka. Pustakawan Indonesia harus lebih cerdas, arif, fleksibel, dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Pustakawan harus mampu menggunakan berbagai pendekatan agar persoalan yang ada dapat teratasi sekaligus merespon ekspektasi masyarakat pemustaka.
Program Literasi Informasi: Sebuah Upaya Pemberdayaan Pemakai Perpustakaan dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.984

Abstract

Perpustakaan merupakan bagian vital dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebab perpustakaan menyediakan berbagai jenis layanan informasi kepada pelajar, mahasiswa dan guru atau tenaga pengajar di semua jenjang pendidikan. bagaimana cara yang dapat kita lakukan sehingga dapat mengetahui informasi apa saja yang telah tersedia? Kapan kita menggunakan informasi itu? Dan bagaimana kita bisa mendapatkan jenis-jenis informasi tertentu?Program literasi informasi yang telah dipraktikan di banyak negara telah membantu dalam pengingkatan pengetahuan dan keterampilan user perpustakaan, terutama dalam aspek peroleh dan pemanfaatan informasi agar lebih berdaya guna. Program literasi informasi sangat relevan dengan pembelajaran berbasis sumber yang membebaskan ketergantungan perolehan informasi peserta didik yang hanya bersumber dari guru atau pengajar. Program ini menjadi program yang dapat menjawab tantangan dan dinamika kehidupan di era informasi. Perpustakaan Nasional RI diharapkan untuk mengambil peran lebih besar dalam Menyusun agenda tentang program literasi informasi sehingga dapat diimplementasikan di setiap jenjang pendidikan.