This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
R. Deffi Kurniawati
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Penggunaan Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional Studi Kasus di Bidang Pengolahan Bahan Pustaka Mariana Ginting; R. Deffi Kurniawati; Triani Rachmawati
Media Pustakawan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v23i1.840

Abstract

Informasi koleksi perpustakaan yang ada di sebuah perpustakaan dapat dicari melalui katalog pengarang, subjek, atau judul. Penggunaan tajuk subjek pada katalog sangat penting untuk membantu pencarian suatu topik atau disiplin ilmu tertentu yang dimiliki perpustakaan. Salah satu daftar tajuk subjek yang digunakan dalam menentukan subjek suatu koleksi perpustakaan adalah Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional. Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional terdiri dari dua bentuk, yang bernotasi, yaitu Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional edisi revisi yang terbit pada tahun 2002, dan yang tanpa notasi, yaitu Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional yang terbit tahun 2011 yang merupakan akumulasi dari daftar tajuk subjek sebelumnya beserta suplemennya. Terbitnya  Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional yang tanpa notasi menimbulkan tanggapan yang beraneka ragam, salah satunya adalah permintaan untuk kembali mencantumkan notasi pada daftar tajuk subjek, karena dapat memudahkan dalam menentukan nomor klas. Hal tersebut yang melatarbelakangi dibuatnya kajian “Penggunaan Pedoman Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional” untuk mengetahui seberapa banyak pustakawan yang menginginkan daftar tajuk subjek yang bernotasi dan seberapa banyak pustakawan yang menginginkan daftar tajuk subjek tanpa notasi. Hasil kajian ini diharapkan bermanfaat dalam (1) pengambilan kebijakan untuk merevisi daftar tajuk subjek dan (2) mengkaji kembali penerbitan daftar tajuk subjek. Sampel dalam kajian ini adalah pustakawan di Bidang Pengolahan Bahan Pustaka dan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode angket. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa sebagian besar responden (57.14%) sangat sering menggunakan Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional bernotasi dan  (39.8%) sering menggunakan Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional. Saran pengguna untuk kedepannya Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional dilengkapi dengan notasi (42.86 %) dan juga sebanyak (39.28 %) responden menyarankan bahwa Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional dengan suplemen dan bernotasi.
Fakta dan Pencitraan Pustakawan dalam Sertifikasi R. Deffi Kurniawati; Wuri Setya Intarti
Media Pustakawan Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3861.921 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v21i3 & 4.802

Abstract

Perpustakaan yang baik adalah saat perpustakaan banyak dikunjungi dan diminati pemustaka. Banyaknya pemustaka berkunjung ke perpustakaan tidak luput dari layanan yang menyenangkan dan memuaskan, di samping tentunya sarana dan prasarana yang mendukung. Hal ini juga tidak luput dari peran pustakawan. Pustakawan yang baik dan profesional merupakan kunci dari keberhasilan perpustakaan maju dan berkembang. Pustakawan dituntut untuk berkreasi dan berkarya dalam memajukan perpustakaan, guna memikat pemustaka. Citra pustakawan merupakan kunci bagaimana seseorang dapat dihargai dan dihormati profesinya. Keterampilan dan keahlian pustakawan dapat dilihat dari bagaimana pustakawan bekerja. Fakta di lapangan sangat menentukan pustakawan untuk bersaing di era globalisasi pada saat ini. Salah satu dampak hasil yang diperoleh dari pencitraan pustakawan dapat dilihat bagaimana perpustakaan terus berkembang dan bersaing dengan sarana informasi lain, seperti internet dan search engine lainnya, yang bisa memfasilitasi informasi serta memuaskan pemustaka.