Agung Eru Wibowo
Universitas Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Kombinasi Daun Beluntas (Pluchea Indica L. Less) dan Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Mindiya Fatmi; Agung Eru Wibowo; Deni Rahmat
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2170

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L. Less) dan rimpang jahe merah (Zinngiber officinalle Roscoe) merupakan tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri penyebab jerawat. Daun beluntas mengandung senyawa anti bakteri yang berasal dari alkaloid, flavonoid bebas jenis flavonol, steroid dan tanin. Ekstrak rimpang jahe merah mengandung flavonoid, minyak atsiri, polifenol, dan saponin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menguji kombinasi ekstrak daun beluntas dan rimpang jahe merah yang efektif sebagai anti jerawat yang diuji terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Daun beluntas dan rimpang jahe merah masing-masing diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak selanjutnya dikombinasi dan diuji terhadap bakteri P. acne dan S. epidermidis dengan perbandingan konsentrasi daun dan beluntas jahe merah 1,5:1,5 ; 0,75:1,5 dan 2,25:1,5. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan konsentrasi daun beluntas dan beluntas jahe merah pada perbandingan 2,25% : 1,5% memiliki aktivitas yang lebih baik pada Staphylococcus epidermidis sebesar 7,2 mm dan pada konsentrasi 0,75% : 1,5% efektif terhadap bakteri  bakteri Propionibacterium acne dengan diameter daya hambat sebesar 8,3 mm.
Penetapan Parameter Standarisasi Ekstrak Daun Pedada (Sonneratia Caseolaris L.)  Dan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L.) Meissi Kusuma Wardhani; Muhammad Hanafi; Agung Eru Wibowo
MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): MUARA KESEHATAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis
Publisher : CV. Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakes.v2i3.512

Abstract

Kebutuhan akan standardisasi ekstrak  bahan alam sebagai bahan baku produk sangat penting untuk pengendalian mutu, keamanan dan khasiat produk akhir yang dihasilkan. Daun pedada (Sonneratia caseolaris L.) dan rimpang kencur (Kaempferia galangal L.) merupakan dua tanaman yang mengandung komponen senyawa bioaktif antara lain yaitu alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, terpenoid dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi terhadap ekstrak daun pedada dan rimpang kencur dengan menggunakan parameter spesifik dan parameter nonspesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pedada memiliki rendemen 35,68%  dan rendemen ekstrak rimpang kencur 22,67%. Hasil pengujian parameter spesifik pengujian senyawa larut dalam air  ekstrak daun pedada sebesar 37,16%, dan senyawa larut dalam etanol 31,54%, sedangkan hasil pengujian untuk ekstrak rimpang kencur berturut-turut adalah 61,10 dan 7,49%. Hasil pengujian parameter nonspesifik didapatkan susut pengeringan ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut sebesar 19,89% dan 6,64 %. Hasil pengujian kadar air ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut sebesar 20,45% dan 6,64%. Hasil pengujian kadar abu total ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut sebesar 13,16% dan 7,48%. Hasil pengujian kadar abu tidak larut asam ekstrak daun pedada dan rimpang kencur berturut-turut adalah1,24% dan 2,56%. Hasil pengujian parameter spesifik pada ekstrak daun pedada dan rimpang kencur memenuhi standar.