Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sentani Nursing Journal

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA TN.S DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA Purtiawan, Anggita Kharisma; Ajiningtyas, Eko Sari; Priyatin, Wiwik
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v6i1.188

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan kasus penyakit diabetes melitus tahun 2018 di Kabupaten Purbalingga tepatnya di Puskesmas Karangreja sebanyak 129 penderita diabetes melitus dimana 5% dari jumlah tersebut berada di desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja, berjumlah 7 penderita terdapat 1 lansia yang sudah mengalami luka dengan riwayat penyakit diabetes melitus. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran Asuhan Keperawatan Gerontik pada Tn.S dengan Diagnosa Medis Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan responden lansia yang menderita diabetes melitus, usia >60 tahun, laki-laki atau perempuan berfokus pada asuhan keperawatan dengan pasien diabetes mellitus. Menggunakan 3 instrumen yaitu lembar observasi, lembar wawancara dan format pengkajian Gordon. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tlahab Lor selama 3 hari mulai tanggal 22-24 Februari 2023. Hasil : Setelah dilakukan tindakan selama 3 hari, keadaan klien menjadi lebih baik, GDS membaik. Kesimpulan : Semua masalah keperawatan yang ditemukan pada klien dapat teratasi.
IMPLEMENTASI JUS PARE TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS PADA IBU S KELUARGA BAPAK S DESA SINDURAJA PURBALINGGA Faridah, Yulia Sari; Priyatin, Wiwik; Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.195

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang terjadi akibat pankreas tidak bisa membentuk insulin yang cukup. Diabetes melitus dapat diobati dengan terapi obat maupun non obat. Salah satu pengobatan nonfarmakologi dapat diterapkan dengan konsumsi jus buah pare. Pare adalah tanaman yang dapat dipergunakan sebagai obat tradisional untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Pare mengandung charatin (zat kimia), polipeptida P-insulin, dan lektin. karena kandungan saponinnya memiliki efek hipoglikemik. Proses Penurunan Glukosa oleh buah pare dengan cara meningkatkan pemanfaatan glukosa pada otot skelet dan jaringan perifer, sehingga menghambat penyerapan glukosa pada usus halus. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Jus Pare terhadap Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes mellitus di Desa Sinduraja Purbalingga. Hasil: Hasil dari impementasi keparawatan menyatakan bahwa jus pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. setelah di lakukan pemberian jus pare selama 3 hari pada Ibu S di keluarga Bapak S dengan hiperglikemia. Hal ini dibuktikan dari pengukuran kadar glukosa darah pada hari pertama dengan hasil 426mg/dL lalu menurun menjadi 338mg/dL, hari kedua dengan hasil 405mg/dL menjadi 338mg/dL, dan hari ketiga dengan hasil 360mg/dL menjadi 309mg/dL. Kesimpulan: Jus pare berpengaruh untuk menurunkan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
IMPLEMENTASI SENAM ERGONOMIS UNTUK MENGATASI NYERI GOUT ARTHRITIS PADA IBU W DI KELUARGA BAPAK R DESA KALIERANG BREBES Cahyani, Angelina Pramudya; Priyatin, Wiwik; Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.196

Abstract

Latar belakang: Gout arthritis yaitu menumpuknya asam urat yang diidentifikasi suatu jenis penyakit dengan disertai rasa nyeri pada bagian tulang sendi, hal ini kerap kali didapati pada area bawah kaki. Gout arthritis juga bisa menyebabkan meningkatnya rasa sakit dan kematian akibat komplikasi. Ada beberapa cara mengurangi nyeri seperti senam ergonomis. Senam ergonomis merupakan suatu kegiatan penting dengan menggerakan persendian secara perlahan dan teratur untuk lansia. Pada saat melakukan senam ergonomis jantung akan merasakan sensasi pijatan yang akan membuat diafragma naik turun, akibatnya aliran darah yang menuju jantung maupun ke seluruh tubuh akan lancar dan terhindar dari sumbatan. Hal itulah yang akan mengurangi nyeri pada penderita gout arthritis. Tujuan: Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh pengalaman dalam memberikan “Implementasi Senam Ergonomis Untuk Mengatasi Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Pada Ibu W di Keluarga Bapak R Desa Kalierang Brebes”. Hasil: Hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa senam ergonomis dapat menurunkan nyeri akibat gout arthritis. Dibuktikan dengan penurunan nyeri yang awalnya skala 5 menjadi skala 2, setelah melakukan senam ergonomis selama 3 kali seminggu. Kesimpulan: senam ergonomis yang dilakukan selama 3 kali seminggu dapat menurunkan nyeri pada penderita gout arthritis.