Revinola Enjelvestia Parebong
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Trauma Healing Untuk Mengatasi Pathological Grief Pada Anak Usia Remaja Yang Ditinggal Mati Orang Tuanya Revinola Enjelvestia Parebong
Ra'ah: Journal of Pastoral Counseling Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.04 KB)

Abstract

When the death of a parent occurs, the child will experience a sense of loss that will eventually result in grief. The experience of loss has an impact on the lives of adolescents, both physically, emotionally and spiritually because of the child's grief over the death of his parents. In psychology, the loss experienced by an individual over the death of a loved one is explained through the concept of grief. In this case, grief is divided into two types, namely: normal grief and pathological grief. Normal grief is a normal grief reaction experienced by individuals and ends in a not too long time. While pathological grief is an abnormal grief reaction because it traps people so that they are unable to escape from their emotional attachment to the person who left them. Circumstances like that ultimately make a person traumatized so that a recovery process is needed for people who experience pathological grief. This paper aims to explain the trauma healing approach to overcome pathological grief in adolescent children who have lost their parents. This study uses a qualitative literature method through a literature study with a content analysis approach. The results of this study are to determine the definition of pathological grief and trauma healing; symptoms of pathological grief experienced by teenagers due to the death of their parents; and knowing how to overcome pathological grief by using a trauma healing approach.
Pendekatan Trauma Healing Untuk Mengatasi Pathological Grief Pada Anak Usia Remaja Yang Ditinggal Mati Orang Tuanya Revinola Enjelvestia Parebong
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v1i2.73

Abstract

Saat peristiwa kematian orang tua terjadi anak akan mengalami perasaan kehilangan yang pada akhirnya menimbulkan dukacita. Pengalaman kehilangan tersebut memberi dampak dalam kehidupan remaja, baik secara fisik, emosional maupun spiritual karena dukacita anak atas kematian orang tuanya. Dalam ilmu psikologi, peristiwa kehilangan yang dialami oleh individu atas kematian orang yang dicintai dijelaskan melalui konsep grief. Dalam hal ini grief, dibedakan menjadi dua macam, yaitu: normal grief dan pathological grief. Normal grief merupakan reaksi dukacita normal yang dialami oleh individu dan berakhir pada waktu yang tidak terlalu lama. Sedangkan pathological grief merupakan reaksi dukacita yang tidak normal karena menjerat orang sehingga tidak mampu melepaskan diri dari keterikatan emosinya dengan dia yang meninggalkannya. Keadaan seperti itu yang akhirnya membuat seseorang trauma sehingga dibutuhkan proses pemulihan bagi orang yang mengalami dukacita tidak normal (pathological grief). Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan trauma healing untuk mengatasi pathological grief pada anak usia remaja yang ditinggal mati orang tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif literature melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis isi. Penelitian ini menghasilkan pemahaman akan definisi pathological grief dan trauma healing; gejala pathological grief yang dialami oleh anak remaja akibat ditinggal mati orangtuanya; dan mengetahui cara mengatasi pathological grief dengan menggunakan pendekatan trauma healing.