Saat peristiwa kematian orang tua terjadi anak akan mengalami perasaan kehilangan yang pada akhirnya menimbulkan dukacita. Pengalaman kehilangan tersebut memberi dampak dalam kehidupan remaja, baik secara fisik, emosional maupun spiritual karena dukacita anak atas kematian orang tuanya. Dalam ilmu psikologi, peristiwa kehilangan yang dialami oleh individu atas kematian orang yang dicintai dijelaskan melalui konsep grief. Dalam hal ini grief, dibedakan menjadi dua macam, yaitu: normal grief dan pathological grief. Normal grief merupakan reaksi dukacita normal yang dialami oleh individu dan berakhir pada waktu yang tidak terlalu lama. Sedangkan pathological grief merupakan reaksi dukacita yang tidak normal karena menjerat orang sehingga tidak mampu melepaskan diri dari keterikatan emosinya dengan dia yang meninggalkannya. Keadaan seperti itu yang akhirnya membuat seseorang trauma sehingga dibutuhkan proses pemulihan bagi orang yang mengalami dukacita tidak normal (pathological grief). Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan trauma healing untuk mengatasi pathological grief pada anak usia remaja yang ditinggal mati orang tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif literature melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis isi. Penelitian ini menghasilkan pemahaman akan definisi pathological grief dan trauma healing; gejala pathological grief yang dialami oleh anak remaja akibat ditinggal mati orangtuanya; dan mengetahui cara mengatasi pathological grief dengan menggunakan pendekatan trauma healing.
Copyrights © 2021