Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Terapi Though Stopping Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lanjut Usia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB Awan Dramawan; Muhammad Muttaqin; Ely Mawaddah; Cembun Cembun
Bima Nursing Journal Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.762 KB) | DOI: 10.32807/bnj.v3i1.760

Abstract

The need for sleep is a basic need in human survival, especially for the elderly as a population at risk and in dire need of good sleep quality, most of the elderly experience poor sleep quality so that the choice of Thought Stopping therapy in addition to reducing anxiety also has an effect short-term positives such as relaxation, improved sleep quality, reduced mood and negative thoughts. This study aims to provide an overview of improving the sleep quality of the elderly who receive Thought Stopping therapy. This study design is a quasi-experimental pre-posttest with Thought Stopping therapy intervention. The sample was was 30 elderly people who experienced poor sleep quality at BSLU Mandalika NTB and taken using purposive sampling technique. The results of Wilcoxon test showed p-value = .000  which means that there is an effect of Thought Stopping therapy on improving the sleep quality of the elderly at BSLU Mandalika NTB. It can be concluded that Thought Stopping therapy is effective in improving sleep quality. This study results suggest the application of Thought Stopping therapy as an intervention to improve the sleep quality of the elderly.
Pengaruh Terapi Though Stopping terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lanjut Usia di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika Muhammad Muttaqien; Awan Dramawan; Ely Mawaddah
Journal of Excellent Nursing Students (JENIUS) Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Excellent Nursing Students (JENIUS)
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jenius.v1i1.5

Abstract

Latar Belakang: kebutuhan tidur merupakan kebutuhan yang mendasar dalam kelangsungan hidup manusia, terutama untuk lanjut usia sebagai populasi yang beresiko dan sangat membutuhkan kualitas tidur baik, sebagian besar lanjut usia mengalami kualitas tidur yang buruk sehingga pemilihan terapi Thought Stopping selain mengurangi ansietas juga memberikan efek positif jangka pendek seperti relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, suasana hati dan pemikiran negatif berkurang. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran peningkatan kualitas tidur lansia yang mendapatkan terapi Thought Stopping. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah Quasi experimental pre-posttest dengan intervensi terapi Thought Stopping. Populasi penelitian ini sebanyak 84 dan Besar sampel penelitian dengan tehnik purposive sampling sebanyak 30 orang lansia yang mengalami kualitas tidur yang buruk di BSLU Mandalika NTB, analisis yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: ( p-value ,000 ) yang berarti terdapat pengaruh terapi Thought Stopping terhadap peningkatan kualitas tidur lansia di BSLU Mandalika NTB. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa terapi Thought Stopping efektif dalam meningkatkan kualitas tidur. Saran: Disarankan hasil penelitian ini dapat diterapkan dan diajarkan kepada lansia mengenai terapi Thought Stopping agar bisa menambah wawasan dan pengalaman kedalam praktik nyata sebagai intervensi dalam meningkatkan kualitas tidur lansia.
Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat: Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok Mardiatun Mardiatun; Sri Puja Warnis Wijayanti; Ely Mawaddah; Aan Dwi Sentana; Irwan Hadi
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261318

Abstract

Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas.