Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OTOMATISASI SISTEM CATU DAYA DAN KONTROL NUTRISI PADA METODE TANAM HIDROPONIK NFT Surya Alimsyah; Parwito Parwito
Sinusoida Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otomatisasi Catu Daya dan Kontrol Nutrisi memberikan keandalan yang tinggi dalam pengoperasian Metode Tanam Hidroponik NFT. Suplai otomatis nutrisi kepada tanaman dijaga agar selalu tercukupi dan selalu dalam kadar yang sesuai. Kerja sistem kelistrikan yang mengoperasikan proses otomatisasinya mendapat catu daya dari 3 alternatif sumber energi secara tidak terputus. Catu daya dari pilihan sumber energi Panel Surya, Jaringan PLN, dan Baterai cadangan, diumpankan kepada sistem secara berprioritas berazaskan penghematan biaya operasi. Sistem juga otomatis mengisi ulang Baterai secara aman, yaitu memakai metode pengisian yang menyesuaikan dengan temperatur kerja Baterai serta dengan tegangan real time Baterai. Mikrokontroler Arduino Nano digunakan sebagai pengontrol utama, dengan Sensor TDS sebagai pendeteksi kadar nutrisi dari cairan larutan hidroponik dan Sensor Ultrasonik HC-SR04 sebagai pendeteksi kecukupan volume larutan, serta LM-35 sebagai Sensor Temperaturnya. Sistem juga dilengkapi dengan Panel Kontrol yang menyediakan 5 LED Indikator guna menampilkan status Tegangan Baterai “kurang”/“cukup”/“penuh”, status sedang berlangsungnya suplai penambahan Air dan status suplai penambahan Nutrisi pekat. serta menyediakan layar LCD 20x4 character guna menampilkan nilai real time dari Tegangan Panel Surya, Tegangan Power Supply DC, Tegangan dan Temperatur Baterai, Arus Pengisian Baterai, Ketinggian Permukaan Larutan, serta Kadar Nutrisi Larutan. Prototipe alat berkapasitas 40 liter larutan mampu mendukung pasokan nutrisi kepada 8 batang gully yang mencakup 240 lubang tanam. Sedangkan Baterai cadangannya adalah dari jenis asam timbal 40Ah yang dibatasi untuk mampu menjalankan sistem selama 5 jam secara terus menerus. Kinerja dari keseluruhan proses otomatisasi telah berhasil 100% dengan akurasi yang sangat baik. Kata kunci: Otomatisasi Catu Daya, Kontrol Nutrisi, Hidroponik NFT, Baterai asam timbal, Sensor TDS, Arduino Nano.
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar untuk Guru Sekolah Dasar dengan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) di Kabupaten Bengkulu Utara taufik Romadon; Parwito Parwito; Ismail Arifin; Deny Dwi Cahya; Eka Nurdianty Anwar
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v6i2.2042

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar di Kabupaten Bengkulu Utara dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pembuatan bahan ajar yang lebih efisien dan interaktif. Dengan meningkatnya kebutuhan untuk penggunaan teknologi dalam pendidikan, pengabdian ini berfokus pada pelatihan yang memberikan pemahaman dasar tentang AI dan penerapannya dalam pembuatan materi pembelajaran berbasis digital. Pelatihan ini dilakukan dengan metode workshop praktikal, di mana peserta diberikan kesempatan untuk langsung mencoba menggunakan alat berbasis AI, seperti aplikasi pembuat soal otomatis, pembuat konten multimedia, dan teknologi chatbots sebagai alat bantu pembelajaran. Selain itu, pengabdian ini juga menyarankan solusi terhadap tantangan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan waktu dalam menyiapkan bahan ajar dan keterbatasan dalam mengakses sumber daya pendidikan yang berkualitas. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menghasilkan bahan ajar yang lebih kreatif dan menarik, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Evaluasi yang dilakukan setelah pelatihan menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa lebih percaya diri dalam menggunakan AI untuk menciptakan materi ajar dan menyarankan perlunya tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan.