Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menganalisis persepsi siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa SMA Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terhadap program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi administratif. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh kebenaran informasi yang objektif. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program MBG secara umum telah berjalan tertib melalui sistem distribusi perwakilan kelas menggunakan wadah makan stainless steel (ompreng). Program ini memberikan manfaat nyata berupa penghematan pengeluaran uang jajan harian siswa di sekolah. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala teknis seperti kualitas rasa makanan yang kurang memuaskan, variasi menu yang terbatas hingga memicu kejenuhan, kebersihan ompreng yang kurang terjaga, serta jadwal distribusi yang terkadang berbenturan dengan kegiatan sekolah. Persepsi siswa terhadap program bersifat beragam dan dipengaruhi oleh faktor internal seperti latar belakang ekonomi dan kebiasaan makan, serta faktor eksternal meliputi kualitas makanan, kebersihan wadah, dan ketepatan distribusi. Dinamika persepsi ini membentuk konstruksi kritis seiring akumulasi pengalaman riil siswa di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan gizi, melainkan juga kualitas teknis pelaksanaan dan tingkat penerimaan siswa. Oleh karena itu, peningkatan standardisasi higienitas wadah dan diversifikasi menu sangat direkomendasikan guna menjaga keberlanjutan program.