Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN BELAJAR RUMUS LINGKARAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PALU (PAPAN LUAS) LINGKARAN Shofia Hidayah; Anis Surayah; Rohikim Mahtum; Ulfa Puji Maulidiyah; Maria Ulfa; Rudi Ansyah Nurbayu; Umiana Umiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1682

Abstract

Lingkaran adalah salah satu materi matematika yang dipelajari sejak Sekolah Dasar, namun ada beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan saat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan luas lingkaran. Hal ini ditunjukkan dengan kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan saat menyelesaikan soal. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan belajar rumus luas lingkaran menggunakan alat peraga PALU LINGKARAN pada santri kelas VIII Pondok Pesantren Tahsinul Akhlak. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media PALU LINGKARAN. Pada saat sebelum menggunakan media PALU LINGKARAN hasil pre test menunjukkan bahwa sebanyak 60% santri tuntas belajar dan 40% santri belum tuntas belajar serta nilai rata-rata pre test mereka yaitu 64,33. Selanjutnya, setelah menggunakan media PALU LINGKARAN hasil post tes menunjukkan bahwa sebanyak 93,33% santri tuntas belajar dan 6,67% santri belum tuntas belajar, sedangkan rata-rata nilai post test mereka adalah 87,33. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa media PALU LINGKARAN dinilai berhasil meningkatkan pemahaman santri terhadap materi konsep luas lingkaran.
Persepsi Siswa Tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Studi Kasus di SMA Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Afifah Kamilia Fawziah; Latifatul Afifah; Maria Ulfa; Safina Nurul Jannah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menganalisis persepsi siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa SMA Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terhadap program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi administratif. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh kebenaran informasi yang objektif. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program MBG secara umum telah berjalan tertib melalui sistem distribusi perwakilan kelas menggunakan wadah makan stainless steel (ompreng). Program ini memberikan manfaat nyata berupa penghematan pengeluaran uang jajan harian siswa di sekolah. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala teknis seperti kualitas rasa makanan yang kurang memuaskan, variasi menu yang terbatas hingga memicu kejenuhan, kebersihan ompreng yang kurang terjaga, serta jadwal distribusi yang terkadang berbenturan dengan kegiatan sekolah. Persepsi siswa terhadap program bersifat beragam dan dipengaruhi oleh faktor internal seperti latar belakang ekonomi dan kebiasaan makan, serta faktor eksternal meliputi kualitas makanan, kebersihan wadah, dan ketepatan distribusi. Dinamika persepsi ini membentuk konstruksi kritis seiring akumulasi pengalaman riil siswa di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan gizi, melainkan juga kualitas teknis pelaksanaan dan tingkat penerimaan siswa. Oleh karena itu, peningkatan standardisasi higienitas wadah dan diversifikasi menu sangat direkomendasikan guna menjaga keberlanjutan program.