This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan limbah Abu batubara untuk Mensubstitusi pada Komposisi Bodi Ubin Keramik Dinding Ate Romli
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 10 No 1 (2011): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol10no1.177

Abstract

Limbah abu batubara adalah limbah industri yang merupakan hasil pembakaran dari batubara. Limbah abubatubara ini biasanya memiliki kandungan silika amorf yang tinggi 70%, terdiri dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, dan lain-lain, dalam industri keramik komponen SiO2, ini bisa digunakan sebagai pengsubstitusi kuarsa, fungsinya sebagai kerangka pada body ubin keramik. Sampel abu batubara yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari PT. Trisula Tekstile Industries, sampai saat ini limbah yang dihasilkan sekitar 7200 ton per tahun limbah abu batubara. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa lempung Sukabumi, feldspar Pati, kwarsa Bangka, kaolin Belitung dan limbah abu batubara. Pembentukan benda coba dilakukan dengan cara cetak tekan berukuran 7,5 cm x 7,5 cm. Parameter yang diteliti adalah komposisi campuran dan temperatur pembakaran. Campuran yang terdiri dari 20, 25, dan 30% abu batubara, setelah dicetak dan dikeringkan kemudian dibakar pada temperatur 1100 dan1200oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu batubara dapat digunakan sebagai bahan pengganti kuarsa untuk pembuatan bodi ubin keramik dinding. Hal ini dapat dilihat dari kuat lentur optimum yang diperoleh yaitu 117,8 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 89,29 kgf/cm2 pada temperatur 100oC dengan komposisi abu batubara 25%. Kuat lentur tersebut hampir setara dengan kuat lentur dari contoh yang menggunakan kwarsa yaitu 174.4 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 55,39 4 kgf/cm2 pada temperatur 100oC.
Pemanfaatan Proses Ultrafiltrasi dalam Peningkatan Efisiensi Proses di Pabrik Gula Ate Romli; I Putu Arcana E S; Ade Budianto
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 1 No 2 (2002): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol1no2.202

Abstract

Pemurnian nira mentah di pabrik pada saat ini kebanyakan masih menggunakan proses klarifikasi konvensional. Proses ini kurang efisien karena membutuhkan energi yang cukup besar dan banyak menggunakan penambahan zat-zat kimia dalam proses klarifikasi yang mengakibatkan timbulnya limbah yang cukup besar. Energi yang besar ini digunakan untuk memanaskan nira, untuk menyediakan kebutuhan panas reaksi-reaksi kimia. Dengan hal tersebut perlu dicarikan proses alternatif yang bisa mengefisiensikan prosespengolahan gula. Proses alternatif yang digunakan diantaranya yaitu dengan memanfaatkan proses ultrafiltrasi. Proses ultrafiltrasi ialah proses pemisahan dengan menggunakan membran. Cara kerja proses ini menggunakan prinsip pemisahan berdasarkan beda berat molekul, operasi dapat dilakukan pada suhu ruang dan Tekanan merupakan faktor yang akan menggerakkan pelarut dan spesi tertentu lewat pori-pori membran. Pemurnian nira mentah dengan proses ultrafiltrasi dapat menghasilkan transmisi sebesar 98% dengan tansmisi non sukrosa 28% sedangkan proses pemurnian secara konvensional hanya menghasilkan transmisi sebesar 60%, dan transmisi non sukrosa 40%. Hal ini menunjukkan bahwa proses ultrafiltrasi cukup prosfektif untuk dipertimbangkan penggunaannya dalam industri pengolahan gula
Pemanfaatan Fly Ash (Abu Terbang) Batubara untuk Pembuatan Semen Portland Pozzolan Ate Romli
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 9 No 1 (2010): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol9no1.342

Abstract

Fly ash (abu terbang) batubara biasanya masih mengandung komponen-komponen/senyawa dianataranya terdiri dari SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO dan sebagian kecilnya adalah unsur-unsur seperti Na2O, MgO dan K2O serta pengotor lainnya. Unsur- unsur utama tersebut merupakan bahan Pozzolan, yaitu bahan yang mengandung senyawa silica atau silica alumina, dimana bahan Pozzolan itu sendiri tidak mempunyai sifat mengikat seperti semen, karena mempunyai bentuknya yang halus dan masih mengandung kadar air, maka senyawa tersebut akan bereaksi secara kimia dengan senyawa kalsium hidroksida pada keadaan temperatur ruangan, dan membentuk senyawa yang memiliki sifat-sifat seperti semen (kalsium silikat dan aluminat hidrat), sehingga fly ash tersebut dapat dicampur dengan semen portland menjadi semen portland pozzolan.Tahapan pengerjaan penelitian dilakukan adalah limbah fIy ash tersebut dimulai dengan proses penggilingan dan pengayakan dengan menggunakan ayakan 270 mesh, kemudian diaktifkan dengan berbagai variasi temperatur pengaktifan yaitu 400oC, 500oC dan 600oC. Setelah diaktifkan, fly ash tersebut dicampur dengan semen portland tipe I yang selanjutnya dibuat beton untuk diuji secara mekanis, yaitu dengan kuat tekan. Dari hasil pengujian kuat tekan tersebut, umur beton yang 3 hari, 7 hari dan 28 hari dengan suhu pengaktifan fly ash 400oC, memiliki kuat tekan yang tinggi yaitu 148.88 kg/cm2, 220 kg/cm2 dan 260 kg/cm2.