Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Penggunaan Sianida Sebagai Sumber Karbon dan atau Nitrogen oleh Bakteri Bacillus Cereus dan Pseudomonas Fluorescens Elin Nurlina
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 5 No 2 (2006): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol5no2.260

Abstract

Dalam Peraturan pemerintah (PP) No 19/1994 dan PP No.12/1995 tentang limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun), sianida dan senyawa-senyawa termasuk dalam kelompok bahan berbahaya dan beracun. Banyak sumber sianida di lingkungan, salah satunya bersumber dari buangan industri tapioka dan industri elektroplating. Karena itu upaya pengolahan limbah untuk menghilangkan racun sianida perlu dilakukan. Pengolahan limbah biologi dengan sistem lumpur aktif, diarahkan untuk menurunkan atau menyisihkan substrat yang mengandung sianida dengan menggunakan jasa mikroba. Namun . Untuk lebih jauh mengetahui bagaimana pemanfaatan senyawa sianida oleh mikroba yang terkandung dalam air buangan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan uji penggunaan sianida oleh bakteri Bacillus cereus dan Pseudomonas fluorescens, yang merupakan bakteri dominan hasil isolasi dari sistem pengolah limbah tersebut. Uji dengan menggunakan variasi komposisi media dengan menggunakan senyawa KSCN sebagai pengganti sumber karbon dan atau nitrogen, dilakukan dengan menggunakan reaktor batch pada kondisi aerob. Dari hasil uji penggunaan sianida, menunjukkan bahwa bakteri Bacillus cereus mampu menggunakan sianida sebagai sumber karbon dan nitrogen dengan laju pertumbuhan spesifik (µ) sebesar µ=0.0061/Jam. Sedangkan bakteri Pseudomonas fluorescens mampu menggunakan sianida hanya sebagai sumber nitrogen dengan laju pertumbuhan spesifik (µ) sebesar µ=0.0085/Jam
Budidaya dan desain kumbung untuk meningkatkan produksi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Elin Nurlina; Putranti Adirestuti; Ahmad Marjan; Endang Rosdiana; Asep Hodijat; Ate Romli
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.155

Abstract

Cultivation of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) provide business opportunities for mushroom farmers' groups, such as in the area of West Bandung regency Cisarua, because the region is cool temperate with the weather tends to be moist, but the farmer groups often face problems in their business. The results of the survey are gathering location problems in mushroom cultivation, suggesting that the lack of facilities and infrastructure to support a cause of the problem. Devices complementary tool in kumbung mold and mildew breeding facilities is the biggest obstacle, so generally the rainy season oyster mushroom production was down to 70 %. Efforts have been made to help resolve these problems is training in the form of images and movie demonstration of good farming techniques, a visit to some of the groups that have experienced mushroom growers, alternative cultivation, mushroom spawn preparation techniques and design tools that can regulate the temperature and humidity conditions kumbung room in the house. The instrument is made to the model introduced simple technology that is easy to manufacture, easy to use and inexpensive in financing.