Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi/ Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba dan Obat-Obatan Terlarang Pada Peserta Didik SMP Negeri 15 Kota Makassar Sainah Iin Sainah; Muhammad Sofyan; Surmayanti Surmayanti
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 3 No. 1 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v3i1.705

Abstract

Kegiatan sosialisasi/ penyuluhan Bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Kota Makassar bertujuan  agar peserta dapat memahami dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang,  baik dampak secara fisik psikis maupun sosial ekonomi. Kegiatan sosialisasi/ penyuluhan  menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 17 Juni 2022 dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisai terdiri dari 85 siswa/siswi SMP Negeri 15 Makassar yang berlokasi di Aula SMP Negeri 15  Kota Makassar. Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi / penyuluhan bahaya penggunaan narkoba dan obat- obatan terlarang  ini mampu meningkatkan pemahaman peserta didik SMP Negeri 15 Kota Makassar mengenai jenis-jenis narkotika, dampak dari penyalahgunaan narkoba dari aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi serta cara pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja. Kegiatan ini dapat membentengi generasi muda sebagai sebagai generasi penerus bangsa khususnya peserta didik di SMP Negeri 15 Kota Makassar dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang
Health Education, Resiko Pernikahan Dini Terhadap Stunting Di Lingkungan Songkolo Kelurahan Borongloe Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sainah Iin Sainah; Sumaryanti Sumaryanti; Fitriana Jufri; Irmawati Irmawati; Fausiyah Anissa; Wahyuningsih Wahyuningsih; Nurmiati Nurmiati; Muhammad Sofyan; Hendrianto Hendrianto; Mifta Febrianti
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 3 No. 2 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v3i2.781

Abstract

Pernikahan merupakan hal yang sudah lazim dijalani oleh setiap pasangan laki-laki dan wanita untuk itu di perlukan persiapan yang mantap baik secara fisik maupun psikis. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa jika menikah pada usia muda dan mengalami kesulitan dalam rumah tangganya, maka akan banyak memunculkan permasalahan seperti kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu dan bayi karena belium waktunya melahirkan, banyak bayi yang di buang karena belum siap menjadi seorang ayah maupun ibu, pertengkaran dalam rumah tangga dan masih banyak kasus lainnya.Tujuan orang tua mereka untuk membantu meringankan perekonomian keluarga daripada melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Ketiga, faktor hamil diluar nikah. Maksud keluarga yang menikahkan putranya yang sudah hamil ini agar masyarakat tidak mengetahui perbuatan tabu tersebut.Suatu permasalahan yang masih di temui di lingkungan songkolo Kabuapten Gowa, ialah kasus resiko pernikahan dini terhadap stunting oleh karena itu tim pengabdian masyarakat Bersama mahasiswa universitas patria artha makassar, Fakultas Kesehatan prodi keperawatan menganggap perlu adanya sosialisasi di lingkungan songkolo kabupaten gowa bahaya resiko pernikahan dini terhadap stunting.  Harapan dilaksanakannya kegiatan tersebut memberikan edukasi bahaya pernikahan dini yang dapat menimbulkan berbagai dampak negative salah satunya yaitu melahirkan bayi dengan resiko terkena stunting.Program pengabdian masyarakat berupa edukasi mengenai bahaya pernikahan dini di lingkungan songkolo Kabupaten Gowa dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi. Secara umum Lingkungan Songkolo memiliki tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini dengan kategori cukup. Edukasi pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting sehing ga pengetahuan di Lingkungan Songkolo semakin meningkat. Perlu adanya kegiatan pembinaan terkait peran serta masyarakat dalam edukasi pernikahan dini dan bidang kesehatan pada wanita yang belum berusia 21 tahun agar menunda kehamilannya. Selain itu adanya pemeriksaan rutin saat Ibu hamil pertama maupun hamil selanjutnya di posyandu atau ke tenaga kesehatan terdekat, selalu menjaga kebersihan hidup dan lingkungannya, selalu memperhatikan dan mengkonsumsi makanan bergizi agar stunting dapat di cegah semaksimal mungkin dalam masyarakatKata Kunci, Pernikahan, stunting, edukasi kesehatan,
Edukasi Menopause Terhadap Kualitas Hidup Pada Lansia di Puskesmas Samata Kecamatan Somba Opu Sainah Iin Sainah
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 4 No. 1 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i1.849

Abstract

Menopause adalah penghentian haid atau periode haid terakhir pada kehidupan seorang perempuan. Periode transisional antara siklus ovulatorik dan menopause, saat fungsi ovarium menurun secara prgresif, dikenal sebagai periode pramenopause atau klimakterium. Wanita yang memiliki pengetahuan terkait menopause akan dapat memahami dan percaya diri dalam menangani masalah yang timbul saat terjadi perubahan. Program kesehatan yang terkait dengan menopause belum mendapat perhatian serius, pelayanan kesehatan reproduksi wanita di Puskesmas, hingga saat ini terbatas pada pemeriksaan kehamilan ibu, pertolongan persalinan dan pelayanan keluarga berencana.Lansia merupakan suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Tujuan penyuluhan dilakukan agar pemahaman wanita lansia tidak mengalami keluhan dan kecemasan yang berkepanjangan mengenai penyakit yang dideritanya seperti persendian, penglihatan dan pendengaran, stroke, kecemasa, susah tidur, hipertensi, jantung dan seterusnya. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup menopause pada lansia adalah dengan mengubah kognitifnya melalui edukasi terkait menopause. Edukasi dilaksanakan di Puskesmas Samata Kabupaten Gowa, sebanyak 35 peserta yang hadir. Diharapkan melalui pemberian edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan atau informasi yang diperoleh tentang menopause pada lansia.