Dian Asri Unga Mega
Universitas Islam Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prospek pengembangan usaha rumput laut di Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Ahriani Ahriani; La Sumange; Dian Asri Unga Mega; Syahriadi Kadir
Agrokompleks Vol 22 No 2 (2022): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i2.462

Abstract

Rumput laut sebagai komoditas unggulan yang memiliki prospek pengembangan yang sangat besar, karena mudah dikembangkan, tidak membutuhkan teknologi yang rumit dan dapat dilakukan secara manual. Meskipun rumput laut menjadi komoditas unggulan, tetapi masih memiliki permasalahan dalam proses pengembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan usaha rumput laut dan prospek pengembangan usaha rumput laut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis finansial dengan rumus R/C Ratio dan analisis trend linear. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil analisis R/C Ratio dapat diketahui besarnya nilai R/C Ratio yaitu 1,86, hal tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp.100.00 biaya yang dikeluarkan, maka diperoleh penerimaan sebesar Rp.186.00 pada akhir kegiatan usaha. Dengan demikian untuk nilai R/C >1 maka usaha tersebut dinyatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Prospek pengembangan usaha rumput laut di Desa Angkue dilihat dari analisis trend liear, dari penjumlahan nilai tersebut dapat diketahui estimasi atau perkiraan tingkat perkembangan produksi rumput laut pada tahun 2022 sebanyak 19,290, tahun 2023 sebanyak 19,518, tahun 2024 sebanyak 19,871, tahun 2025 sebanyak 20,161 dan tahun 2026 sebanyak 20,452.
Perseptif finansial penambahan tepung spirulina sebagai sumber karotenoid dalam pakan juvenil ikan Koi (Cyprinus carpio) Dahlia Dahlia; Syahriadi K; Dian Asri Unga Mega
Agrokompleks Vol 22 No 1 (2022): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v22i1.469

Abstract

Penelitian pemberian pakan yang diperkaya tepung spirulina sebagai sumber karotenoid pada juvenil koi (Cyprinus carpio) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan tersebut terhadap tingkat kecerahan warna, pertumbuhan dan sintasan juvenil koi serta nilai finansial dari penambahan tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan (A= pellet; B = pellet + tepung spirulina 10%; C = pellet + tepung spirulina 20%; dan D = pellet + tepung spirulina 30%) dengan masing-masing 3 ulangan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna juvenil koi pada perlakuan B, C dan D berbeda nyata dengan perlakuan A (P< 0,05). Persentase jumlah juvenil skor 3 tertinggi yang didapatkan berturut-turut yaitu perlakuan D sebesar 32,68%, perlakuan C sebesar 31,90%, perlakuan B sebesar 29,22% dan perlakuan D sebesar 19,40%. Laju pertumbuhan dan sintasan juvenil koi juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan B, C, dan D dengan perlakuan A. Laju pertumbuhan terbaik didapatkan pada perlakuan D dan C yaitu 9,576 % dan 9,318 % per minggu, dan sintasan tertinggi didapatkan pada perlakuan C dan D yaitu 95 % dan 90 %. Kesimpulan yang didapatkan bahwa pemberian pakan yang diperkaya tepung spirulina sebagai sumber karotenoid nyata meningkatkan kecerahan warna, laju pertumbuhan dan sintasan juvenil koi. Analisis finansial terhadap beban biaya perekor juvenil koi makin meningkat dengan peningkatan dosis spirulina, namun tidak seiring dengan pertambahan jumlah juvenil skor 3, sehingga penambahan spirulina melebihi dosis 10 persen dalam pakan tidak direkomendasikan.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK JERUK BESAR (PAMELO) MENJADI KOSMETIK DAN OLAHAN PANGAN DI DESA PADANG LAMPE, PANGKAJENE DAN KEPULAUAN (PANGKEP) Arfiani Arifin; Arfina Sukmawati Arifin; Dian Asri Unga Mega
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47379

Abstract

Desa Padang Lampe di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), merupakan salah satu sentra jeruk besar (Citrus maxima) di Sulawesi Selatan yang memiliki peluang besar untuk pengembangan produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar dan penjualan langsung, sehingga potensi diversifikasi belum dimaksimalkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah jeruk besar menjadi produk kosmetik dan pangan sehingga tercipta berbagai bentuk diversifikasi produk. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan jeruk besar, praktik pembuatan lulur krim dari kulit jeruk, kerupuk dari pulp buah, dan minuman segar berbahan jeruk besar. Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengemasan serta strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Sebanyak 64% peserta sebelumnya belum pernah melakukan diversifikasi jeruk, namun setelah mengikuti pelatihan mereka mampu menghasilkan tiga jenis produk, yaitu lulur krim kulit jeruk besar, kerupuk pulp jeruk besar, dan minuman segar jeruk besar. Meskipun sebagian besar peserta memahami fungsi media sosial sebagai sarana pemasaran, pemanfaatannya masih belum optimal. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong pengembangan diversifikasi produk jeruk besar yang berpotensi mendukung peningkatan ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.    Kata kunci: Jeruk Besar, lulur, kerupuk, minuman, pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACT Padang Lampe Village in Ma'rang Subdistrict, Pangkajene and Islands Regency (Pangkep), is one of the centers of pomelo (Citrus maxima) in South Sulawesi that has great potential for the development of value-added products. However, its utilization is still limited to fresh consumption and direct sales, so the potential for diversification has not been maximized. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of PKK women in processing pomelos into cosmetic and food products, thereby creating various forms of product diversification. The activity includes socialization, interactive discussions, demonstrations, and evaluation through pre-tests and post-tests. The material provided included the utilization of pamelo, the practice of making cream scrubs from pamelo peel, crackers from fruit pulp, and fresh drinks made from pamelo. Participants also received training on packaging techniques and marketing strategies. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and skills. A total of 64% of participants had never diversified pamelo before, but after attending the training, they were able to produce three types of products, namely pamelo peel cream scrub, pamelo pulp crackers, and fresh pamelo drinks. Although most participants understood the function of social media as a marketing tool, its use was still not optimal. Overall, this activity successfully encouraged the development of pamelo product diversification, which has the potential to support the improvement of family-based local resource economies. Keywords: Pamelo, body scrub, crackers, beverages, community service.