Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Agama Dalam Memaknai Sila Persatuan Indonesia: Persperktif Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Ery Ricardo Nababan
Jurnal Christian Humaniora Vol 6, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v6i1.1484

Abstract

AbstrakSila Persatuan Indonesia dirumuskan dan ditetapkan sebagai solusi sekaligus konsep bersama atas kenyataan keragaman Indonesia sejak awal dicetuskannya menjadi sebuah negara yang merdeka. Sila Persatuan Indonesia khususnya dan Pancasila secara keseluruhan mengikat seluruh warga negara Indonesia dalam sebuah sistem yang statis sebagai sebuah dasar negara, namun juga yang dinamis di dalam perjalanan kebangsaan dan menghadapi tantangan serta peluang zaman. Agama, yang juga menjadi realita keberagaman Indonesia tak ayal juga dituntut untuk memaknai diri (agama tersebut) di dalam bingkai Pancasila khususnya sila Persatuan Indonesia yang merupakan sila ketiga. Dengan menggunakan pendekatan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, artikel ini mencoba untuk menganalisis peran agama dalam memaknai sila Persatuan Indonesia dalam sepanjang sejarah keberadaannya. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka serta menggabungkannya dengan eksplorasi dari beberapa sumber sebagai referensi dan digabungkan dengan informasi-informasi terkait kajian ini.Katakunci : Peran Agama; Pancasila; Struktural Fungsional; Talcott Parsons AbstractPrecepts of Indonesian Unity were formulated and established as a solution as well as a common concept for the reality of Indonesia's diversity since its inception as an independent country. The precepts of Indonesian Unity in particular and Pancasila as a whole bind all Indonesian citizens in a system that is static as the basis of the state, but which is also dynamic in the course of nationalism and facing the challenges and opportunities of the times. Religion, which is also the reality of Indonesia's diversity, is no doubt also required to interpret itself (religion) within the framework of Pancasila, especially the principle of Indonesian Unity which is the third principle.Using Talcott Parsons' structural functionalism theory approach, this article attempts to analyze the role of religion in interpreting the precepts of Indonesian Unity throughout its history. This study uses the literature study method and combines it with exploration from several sources as a reference and is combined with information related to this study. Keywords : Religion, Indonesian Unity Precepts, Ta
POTENSI DEGRADASI NORMA-NORMA KELAS PADA PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) SEMASA PANDEMI DARI PERSPEKTIF DRAMATURGI ERVING GOFFMAN Ery Ricardo Nababan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan utama artikel ini hendak menganalisis potensi degradasi norma-norma kelas dalam proses pembelajaran dalam jaringan (daring). Norma-norma tersebut mencakup norma kesusilaan dan norma kesopanan yang mengejawantah pada aturan yang tertulis maupun yang sudah menjadi tradisi. Norma-norma kelas tersebut penting dalam mendukung iklim belajar dan juga menentukan ciri khusus pelajar di setiap tingkatan. Lebih dari itu, norma-norma tersebut juga sudah lama mengakar di sistem pendidikan di Indonesia sehingga perlu dijaga keberlangsungannya. Proses belajar mengajar dalam jaringan (daring) adalah metode pembelajaran yang belakangan dipakai dalam menyikapi pandemi covid-19 yang melanda dunia umunya dan Indonesia khususnya. Metode pembelajaran yang secara prinsip serupa dengan metode pembelajaran normal namun berbeda secara teknis ini ditengarai berpotensi mengalami degradasi, khususnya pada norma-norma kelas. Salah satu penyebabnya dikarenakan ruang kelas berubah menjadi ruang virtual yang tidak dapat dikontrol keberlangsungannya. Selain itu, sistem dalam penggunaan platform kelas virtual dirasa memiliki banyak kelemahan disamping sebagai alternatif metode pembelajaran yang cukup efektif dalam menyikapi pandemi covid-19. Dengan menggunakan pendekatan teori dramaturgi Goffman, artikel ini mencoba untuk menganalisis potensi degradasi tersebut dengan dari sudut panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) yang dilakukan peserta didik dalam pelaksanaan proses belajar mengajar daring. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka serta menggabungkannya dengan eksplorasi dari proses pembelajaran daring dengan mengkaji beberapa sumber sebagai referensi dan digabungkan dengan informasi-informasi terkait kajian ini, diharapkan nyatalah potensi degradasi norma-norma kelas dalam proses belajar mengajar daring yang dimaksud.